BeritaLain-lainNew Article

Kemanusian Di Pandemi

Sisi Kemanusiaan di Kala Pandemi

Kata orang pandemi membawa kesialan untuk manusia. Dimana kita beraktifitas diatasi, ekonomi negara maupun masyarakat menurun dan ‘kemakmuran’ manusia yang tinggal di seluruh bumi juga semakin menurun. Tapi disamping hal itu, pandemi malah membuat lingkungan dan bumi sedikit demi sedikit memperbaiki diri yang disebabkan oleh manusia itu sendiri. 🙂 

Kali ini aku tidak akan membahas tentang dampak pandemi dari bidang ekonomi. Salah satu dampak pandemi saat ini adalah merusak psikologis manusia. Banyak orang yang menyerah dengan keadaan karena tidak bisa mencukupi kehidupan, memang aku percaya untuk soal kali ini ada 2 tipe manusia, dia akan menyerah dan bangkit dari keterpurukan dengan kerja keras atau dia akan menyerah dan bangkit dari keterpurukan dengan hal yang buruk. Di kanan dan kiri banyak orang yang meluapkan emosi dengan berbagai alasan. Padahal saat ini mempertahankan sisi psikologis dalam diri sendiri sangat penting halnya dengan menjaga kesehatan. 

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menstabilkan emosi dalam diri kita, yaitu :

  • Mencoba menerima keadaan dan berusaha bangkit kembali

Aku sendiri termasuk tipe orang yang percaya bahwa takdir seorang manusia dengan yang lain berbeda. Tidak peduli seburuk apa situasi yang pernah dihadapi manusia bisa dilaluinya. Jangan pernah iri dengan kehidupan orang lain yang mungkin kesulitannya lebih mudah dari kita. Ini kehidupan yang diberi Tuhan untuk kita dan tugas kita adalah mempertahankannya. Jika hidupmu bahagia walaupun sebelumnya kamu sangat berusaha keras untuk bangkit bukankah kamu sendiri juga yang akan menikmatinya? 😉 

  • Jangan biasakan memendam kemarahan sendiri

Mungkin orang kadang berfikir, jika aku menceritakan masalahku kepada orang lain apakah tidak mempermalukan diriku sendiri? Jika aku menceritakannya apa dia akan menyebar kebohongan?. Beberapa orang berfikir puluhan kali untuk mengungkap kan perasaannya kepada orang yang tepat karena masalah ini termasuk privasi setiap manusia. Coba ungkapkan perasaan kalian secara perlahan kepada orang lain, tidak perlu menceritakan secara detail tapi hanya emosi yang kalian rasakan. Untuk beberapa orang mungkin ada yang lebih suka mengekspresikan diri menggunakan tulsan ataupun juga ada berupa lukisan dan tindakan lainnya, tindakan yang dimaksud adalah sesuatu aktivitas yang membuat mood kamu naik lebih banyak dari sebelumnya. Ad juga beberapa orang yang lebih memilih mendekatkan diri kepada Tuhan untuk mendapatkan petunjuk.

Emosi harus dikeluarkan di saat yang tepat, jangan terus menerus memendam karena saat dia meledak kamu tidak akan bisa membedakan apa yang baik dan buruk dengan apa yang telah kamu lakukan.

Dengan 2 hal yang sangat sedikit diatas semoga bermanfaat. Apapun keadaannya jangan sampai sisi lain dari diri kalian mendominasi sehingga kalian kehlangan rasa kemanusiaan.

Baca Juga : Belanja Online Rugi?

Berbagai Event Menarik di @smaven_events

Ikuti Sosial Media Kami di @osis.wibhakta

Penulis : ale

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Jangan yaa brotherkuu :)