Sumber : Dhaneysharra Blog – WordPress.com

Strey membuka matanya, menatap langit-langit kamar. Melihat keadaan kamarnya yang masih tertata rapi. Kemudian ia bercermin, menikmati lekuk wajah cantiknya, sebuah titik hitam mematikan pandangannya. Perlahan mata  yang baru saja terbuka dipaksa untuk tertutup kembali.

Tawa khas sesosok monster membangunkan Strey dalam tidur lelapnya. “Apa yang telah terjadi?”, tanya Strey dalam kebisuan. Samar-samar terdengar suara dua makhluk yang bercakap dalam emosi yang meledak.

“Lepaskan dia, aku mengaku kalah. Bunuh saja aku, jangan apa-apakan pemujaku.”

“Apa hak mu wahai dewa angin?”

“Aku adalah dewa yang dia puja, dia memintaku untuk melindunginya darimu!”

“Dia takut kepadamu, hentikan tingkah burukmu.”

“Tenang saja aku tidak akan melukainya, aku mencintainya ingat?”

Strey mulai sadar apa yang sebenarnya terjadi. Semalam, di malam yang beku iblis dan dewanya bertarung memperebutkannya. Dan hasilnya, Dewanya telah kalah. Dia tidak kecewa dengan dewanya. Justru sebaliknya, dia merasa cintanya telah di ambil oleh dewanya. Mungkinkah Strey memilikinya? “Kalau begitu aku akan menyelamatkannya untuk mengambil hatinya”, tekad Strey amat kuat.

Tanpa pikir panjang Strey melangkahkan kakinya mendekati sang Iblis. Tentu saja hal itu membuat terkejut dewa angin dan iblis yang masih sibuk bernegosiasi itu.

“Kau menantikanku sayang?”, ucap Strey sambil menyentuh pundak iblis.

Apa yang dia lakukan, mungkinkah Strey sudah gila?

“Jika kau mencintaiku lepaskan dewa angin dan berbahagialah bersamaku”

Dia benar-benar sudah gila.

Bersambung……

Maaf ya cuma sedikit dan telat nge-post….. Authornya lagi banyak ujian nih. Doakan yang terbaik yaaa!! Amiin