Sumber : Zhairy~thopia-WordPress.com

Satu langkah lagi aku memasuki sebuah istana megah yang katanya milik dewa angin, ayahku. Sebentar lagi aku akan tahu semuanya,tentang jati diriku dan hubunganku dengan dunia ini.

“Selamat datang anakku”, suara menggelegar menyambutku dengan nada hangat.

“Apakah kau masih ingat aku?”, lanjutnya.

“Tidak! Jelaskan semuanya kepadaku, jangan membuatku menjadi orang bodoh disini”.

“Sifatmu sama seperti ibumu, dan kulihat ketika di dunia ibumu kau amat sangat pintar di kelas, aku bangga padamu sangat bangga lebih tepatnya”.

“Pertama-tama beri tahu apa yang terjadi sekarang, aku ingin tahu semuanya”

“Mengesankan, ambisimu sangat membara. Baiklah kau akan tahu segalanya”.

          Kemudiandia menepukkan tangannya di udara, dan datanglah seorang perempuan berpakaian seperti wanita yunani, lengkap dengan mahkota daunnya. Seperti asap namun perlahan tubuhnya nyata seperti manusia. Dia mendekatiku, menyentuh mataku, dan memaksaku untuk menutupnya. Kurasakan tubuhku terangkat dengan posisi terlentang.Perlahan aku melihat bayangan seorang raja, yang dipuja-puja dengan sebutan dewa angin. Tunggu, bukankah dia laki-laki yang berada d hadapanku tadi? Tiba-tiba datanglah seorang perempuan, dia adalah pemuja dewa angin. Perempuanitu sangat cantik, kelihatannya dewa angin jatuh cinta pada pandangan pertama. Perempuan itu meminta sesuatu, terlihat cemas dengan pikirannya, namun sedetik berikutnya terlihat tenang. Dengan wajah agak ragu wanita itu mengutarakan keinginannya.

“Aku menginginkan kehadiran dewa yang ku puja setiap malam agar tidurku terasa nyaman, aku diganggu oleh iblis yang menginginkan cintaku. Aku tidak akan sebodoh itu dengan mudah mencintai seorang iblis penghuni neraka, terkutuklah ia”.

 “Wahai manusia, aku akan mengabulkan permintaanmu. Mana mungkin aku membiarkan pemuja setiaku merasakan hidup yang tidak aman. Siapakah namamu nona?”

“Streiley Stevensky panggil saja Strey”

“Jaga dirimu baik-baik, aku akan datang malam ini”

          Perempuanitu pun pergi dengan wajah yang tak luput dari senyum. Malamnya dia tertidur,yakin akan janji dewanya. Tepat setelah Strey menutup mata dewa angin pun datang, melihat keadaan kamar Strey yang rapi dan harum. Dia berjalan mengitari seluk beluk kamar yang baginya cantik untuk dipandang, namun ada pemandangan yang lebih cantik dari ruangan yang ditempatinya, yaitu pemilik ruangan itu. Strey sedang tertidur di Kasur yang terbuat dari kapas yang lembut dan dapat menciptakan sensasi nyaman ketika menempatinya.

“Dia cantik”, dewa angin mengaguminya dalam diam.

“Aku mengincarnya dari dulu, berani sekali kau menatapnya seperti itu. Dia milikku!”, tiba-tiba terdengar suara orang lain di dalam ruangan ini. Wah-wah aku lupa, wanita ini diganggu seorang iblis.

           Dewa angin membalikkan tubuhnya, kemudian terpaku dengan lantai kamar yang terbelah. Sekarang aku mengerti seperti dewa angin yang juga mengerti dengan keadaan ini. Kamar Strey adalah pintu yang membatasi antara dunia manusia dan iblis. Dan salah satu dari iblis ini dimabukkan oleh keindahan Strey.

          “Diamerasa terganggu dengan kehadiranmu setiap malam, aku akan melindungi pemujaku”, dewa angin menghunuskan pusakanya ke arah sang iblis.

“Ok kau ingin bertarung rupanya, mari kita mulai saja”

Bersambung…….