Kemudian teman-temannya memegangi tanganku dan mengarahkanku menuju pojok dinding. Satu pukulan sukses mengenai perutku, Liora berusaha menyelamatkanku dengan caramemaki-maki Ezra dengan seribu omongan sampah. Hentakan keras berhasil merobohkan tubuhku. Ezra kemudian berpaling menghadap Liora, “Pernahkah kau berfikir bahwa kelakuanmu ini adalah hal yang akan menyesatkanmu? Apakah matamu sudah buta? Kau berteman dengan monster Liora! Aku yakin dia punya maksud dantujuan yang buruk saat bersamamu”. “Wahwah perkataanmu itu sangat bijak Ezra, mari kita lihat apa respon Liora untuk membelaku”, kataku dalam hati.

Sementara itu Liora hanya diam, memandangi kaki jenjangnya. Sepertinya dia memikirkan sesuatu yang akan dia ucapkan, maklum saja Liora adalah seorang gadis yang tidak ingin menyakiti hati siapapun. Tak lama bibir mungilnya mulai terbuka,“Aku tidak pernah diperlakukan semena-mena saat berada di dekat Ray, dan akutidak masalah dengan sikap Ray yang seperti monster itu”

Deg….baru saja Liora telah mengataiku, aku monster katanya? Tidak mungkin, kupikir diaakan menyangkal cap burukku tentang monster, kupikir Liora tidak akan membenarkan bahwa diriku adalah monster. Dengan satu helaan nafas berat aku tersenyum kearah Liora, “Kupikir kau tidak pernah menganggapku monster Liora,ternyata hati kecilku berkata salah”. Aku berlari sangat kencang meninggalkan Liora yang menangis merasa bersalah, “Ray maafkan aku, aku tidak bermaksud mengataimu, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku menerimamu apa adanya, hatikusangat tulus untuk berteman denganmu Ray, ku mohon kembalilah!”.

Ketika langkahku sudah jauh dari rumah makan, aku mulai menghentikan lariku. Tadi itu sangat menyakitkan bagiku, Kupandangi siluet diriku di dalam genangan air. “Akubukan monster! Aku bukan monster!”, aku berteriak hingga pita suaraku serasa mau putus. Mungkin dewa angin juga terbangun karena ulahku. Tiba-tiba pemandangan di depanku terbelah, menampakkan cahaya merah yang bersinar terangdi dalamnya, hingga kulihat seorang gladiator berbaju baja dengan pedang dtangan kirinya mengacung ke arah lubang kunci sebuah pintu emas

“Selamat datang Ray Stevensky, kami telah menunggumu selama 17 tahun untuk membangunkan jiwa lainmu di dunia yang tepat”

                “Apa maksudmu? Jadi aku ini siapa, kenapa kau tahu namaku, dan umurku adalah 17 tahun, untuk apa kau menungguku dari lahir sampai sekarang?

                “Demi ketujuh kuda perang dan dewa angin, sungguh agung keindahanmu, sifatmu dan jiwamu, mari bergabunglah dengan kami, niscahya kau akan mengerti sendiri dan berbahagialah untuk selamanya”

                “Apa yang akan aku dapatkan jika aku bergabung bersamamu dan memasuki duniamu?”

                “Kebahagiaan”

                “Bagaimana bisa?”

“Lihatlah harimu beberapa waktu yang lalu, hinaan, cacian, penolakan, dan gunjingan,apakah kamu nyaman dengan keadaanmu di dunia yang seperti ini? Lihatlah dirimu ke belakang, di dunia ini kau bukan apa-apa, hidupmu sangat hampa bagai pasir yang terhempas angin, tidak berguna. Pikirkanlah baik-baik, kebahagiaanmu adadi duniaku, di dalam duniaku kau akan mengetahui jati dirimu, masuklah dan berbahagialah, seseorang telah menunggu”.

Aku menoleh kebelakang, tidak sangup lagi melihat diriku yang terombang ambing ombak laut segetiga Bermuda. Jika aku bertahan, dunia inilah yang akan membunuhku dalam diam, cukup sudah semua penderitaan yang aku ciptakan dan yang aku sesalkan. Perlahan seorang gladiator itu memutar ujung pedangnya untuk membukakan pintu untukku, terdengar suara teriakan banyak kaum yang terdengar memuja, “Hidup pangeran Ray! Hidup pangeran Ray!”. Ini aneh tapi nyata, bukan sihir  bukan ilusi. Aku memasuki pintu  sambil menutup mata.

Ketika kubuka mataku, terlihat padang pasiryang sangat luas membentang dengan banyak prajurit yang menghampar luasnya pasir. Oh sial ini medan perang. Braaakkkk…….sudah terlambat untuk kembali,pintu telah ditutup oleh gladiator itu. Baju apa ini yang sedang aku pakai?Lambang bendera negara mana ini yang yang mereka kibarkan? Ku buka mataku bulat-bulat, Arial Topia? Pangeran? Apa aku adalah seorang pangeran di Arial Topia? Tapi bagaimana bisa?.

                Bersambung………