Hai para pembaca yang super! Kali ini Koran Sevener menghadirkan sebuah review singkat mengenai permainan berjudul ‘Undertale’. Belum pernah dengar? Makanya ayo simak bacaan berikut ini! Selamat menyelam di dunia literasi!

sumber : comicbook.com

Undertale merupakan permainan yang bertemakan petualangan dan fantasi. Dirilis pada bulan September 2015. Permainan ini digarap oleh Toby Fox, seorang pengembang game dan komposer asal Amerika Serikat. Meskipun sudah menginjak usianya yang ke-3 tahun, Undertale masih laris di salah satu toko game berbasis daring yang terkenal, yaitu Steam. Kalaupun dilihat dari covernya saja, Undertale ini bisa dibilang hanya game 8-bit yang menyedihkan. Meskipun begitu, game ini dilirik dan dimainkan oleh Youtuber terkenal dari berbagai daerah. Seperti DanTDM, Markiplier, Jacksepticeye, dan lain-lain. Apasih yang kira-kira membuat game ini begitu terkenal?

Karena pengembang dan perancang permainan ini merupakan seorang komposer, jelas soundtrack atau musik pengiringnya sangat enak di dengar. Dengan aliran utamanya synthesia yang dicampur dengan tema utama dari pop hingga rock. Ada musiknya yang membuat kita serasa ingin meringkuk dan menangis, ada yang membuat kita ingin membantu orang lain, ada pula kok musiknya yang membuat kita serasa ingin membanting platform tempat kita bermain game ini, hehe. Contohnya saja salah satu lagu pengiringnya  yang berjudul Megalovania. Megalovania merupakan musik pengiring bertema synthesia-rock ketika kita melawan salah satu karakter utama bernama Sans. Musik pengiring tersebut bisa dibilang membuat pemain emosi karena Sans adalah karakter terkuat dan paling sulit dikalahkan dalam Undertale.

Selain musik pengiringnya, apa lagi yang membuat game ini spesial?

Tentu saja karakternya. Mungkin kalian akan mengira karena karakternya yang segudang banyaknya. Sebaliknya, jumlah karakter di dalam game ini terbatas. Dengan sebagian besar karakter utama merupakan ras monster, yang menambah kekhasan game itu sendiri. Sedangkan karakter utama yang kita mainkan merupakan manusia yang jatuh ke dunia monster di bawah tanah. Tapi tenang saja kok, monster dalam kisah di Undertale tidak semengerikan monster yang pernah dideskripsikan di film-film.

Lalu, apa sih yang paling keren dari permainan Undertale ini?

Yep, yang paling diminati banyak orang adalah alur cerita dan plot twist-nya. Undertale menggunakan alur cerita campuran yang merupakan sebuah kelebihan. Setiap keputusan yang diambil oleh pemain akan mempengaruhi kisah permainan tersebut, meskipun hanya keputusan sepele. Bahkan menyimpan file game, me-reset game, dan mati di dalam game bisa mengubah alur cerita secara total.

Undertale memiliki tiga alur cerita utama. Yaitu:

Alur pasif, yaitu alur yang bisa dibilang alur yang original atau asli. Alur pasif adalah alur dimana pemain dituntut untuk tidak membunuh atau melakukan perlawanan dan kekerasan terhadap monster yang pernah dan akan ditemuinya. Meskipun kedengarannya cukup baik, alur pasif ini merupakan alur yang bisa dibilang menyakiti pemain secara emosional karena merupakan alur yang menyedihkan.

Seperti kedengarannya, alur genosida merupakan kebalikan dari alur pasif. Yaitu pemain diharuskan membunuh semua monster sekalipun itu merupakan karakter utama dari ras monster. Alur ini bisa dibilang lumayan seru karena alur ini menuntun kepada karakter paling sulit dilawan, Sans, yang akan menghakimi pemain. Di samping itu pula ada kejutan bagi pemain yang menggunakan alur ini sebanyak dua kali berturut-turut. Kebanyakan pemain yang memilih alur ini hanya untuk eksperimen, bukan untuk bersenang-senang.

Yang terakhir adalah alur netral. Yaitu alur yang mengambil jalan tengah dari semua keputusan yang dibuat pemain. Jadi tidak sepenuhnya baik dan tidak sepenuhnya jahat.

Jadi gimana sobat pembaca sekalian? Keren nggak sih permainan ini? Inti dari topik kali ini adalah jangan melihat permainan dari grafiknya, tapi lihatlah dari kualitas konten yang ada di dalam permainan tersebut. Kalau pun untuk khalayak umum: jangan melihat sesuatu dari covernya saja, tapi lihatlah apa yang ada di dalamnya. Terima kasih sudah menyempatkan membaca. Sampai jumpa di bacaan selanjutnya Seveners!

Penulis: Ismail Ahmad