Hari jumat 21 April 2017 Pengurus OSIS Wibhakta menyelenggarakan event berupa rangkaian lomba untuk memperingati lahirnya tokoh emansipasi wanita dari jepara yaitu Raden Ajeng Kartini. Pada tahun ini panitia penyelenggara mengusung tema “Kartini Berani Menginspirasi”. Melalui tema ini panitia berharap bahwa wanita di Indonesia pada umumnya, serta SMAN 7 khususnya dapat mewarisi sifat-sifat inspiratif R.A Kartini seperti nasionalis, berbudaya, berpemikiran luas, kritis serta menentang segala macam bentuk ketidak adilan. Meskipun event ini di dedikasikan kepada kaum hawa, namun lomba-lomba di dalamnya juga terbuka bagi kaum adam karena tujuan lain dari event ini adalah untuk mempopulerkan kembali budaya jawa dan menanamkan ke dalam benak seluruh warga SMAN 7 yogyakarta betapa penting dan perlunya melestarikan budaya jawa melaluli lomba-lomba yang dikemas secara menarik. Lomba-lomba tersebut diantaranya dimas-diajeng, lomba memasak makananan tradisional, flashmob traditional mix, dan Desain Batik.

Rangkaian acara pada hari Kartini ini berjalan sangat meriah dengan di iringi antusias seluruh siswa SMAN 7 YK. Meskipun pagi harinya hujan mengguyur SMAN 7 YK hingga pukul 8 dan membuat apel pagi tidak jadi diadakan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat panitia serta seluruh siswa SMAN 7 YK untuk memeriahkan peringatan hari kartini. Pukul 8 lebih 15 menit secara serentak diadakan beberapa lomba yaitu dimas-diajeng bertempat di ruang pertemuan atas, flashmob di bangsal wiyata mandala, lomba memasak di pelatarang depan bangsal Wiyata Mandala, dan desain batik di ruang kelas X IIS 2. Ke empat lomba tersebut di adakan secara serentak. Mereka yang tidak mengikuti lomba antusias dengan perlombaan yang ada, bahkan banyak yang berpindah-pindah tempat demi untuk menonton semua perlombaan yang berjalan dengan meriah. Pukul 10.30 keempat lomba selesai secara serentak. Setelah ke empat lomba tersebut selesai, maka tibalah di sesi yang di tunggu—unggu, yaitu final dimas diajeng.

Final dimas-diajeng menyisakan 3 pasang terbaik, yang nanti mereka akan menyampaikan visi-misi dan bakat mereka di depan seluruh warga smaven. Bak pasar, bangsal wiyata mandala menjadi hiruk pikuk, mereka tak sabar untuk melihat siapakah yang nanti akan menjadi dimas-diajeng  sekolah mereka. Begitu MC masuk suasana menjadi hening dan dibacakanlah nama ketiga pasang tersebut. Tepuk tangan sontak memenuhi bangsa wiyata mandala begitu ketiga pasang kandidat memasuki panggung utama. Ketiga kandidat tersebut terlihat meyakinkan dengan visi-misi mereka masing-masing. Hingga tibalah yang ditunggu-tunggu yaitu unjuk bakat. Dimas yang menjadi penampil pertama menunjukan kebolehannya bermain musik, disusul dengan penampil kedua berupa puisi, dan yang menjadi pusat perhatian adalah penampil terakhir dengan bakatnya skiping dengan pakaian adat jawa. Berbeda dengan calon dimas,para calon diajeng memilih menunjukan bakat yang sama yaitu bermain musik. Ketiga kandidat tersebut secara kompak menyanyikan lagu sayang yang di populerkan NDX aka. Final ini berjalan sangat sengit dan meriah dengan gelak tawa serta sorak sorai penonton yang menjadi pemanis acara. Final ini juga menjadi penutup acara pada kegiatan peringatan hari Kartini tahun ini.

( Jadid Purwaka A. )