wisco, tunggal, putraSMAN 7 YOGYAKARTA – Waktu demi waktu beralu,malam demi malam silih berganti. Telah berjalan masa bhakti osis selama 4 bulan dan inilah waktu kami menunjukkan bahwa osis 2016/2017 merupakan REVOLUSIONER. Ya benar sekali,kami membuktikan janji kami dengan menyelenggarakan event perdana olahraga di SMAN 7 Yogyakarta. Kenapa kami memilih kompetisi olahraga? Teman teman tahulah,di SMAN 7 Yogyakarta sudah memiliki proker eksternal masing masing setiap subsie,namun bagi subsie 7 hanya memiliki event internal seperti class meeting dan ekstrakulikuler,lalu kapan kami mau berkembang?

Lalu kenapa kami memilih untuk tahun pertama ini dengan lomba bulu tangkis? Mari kita sejenak tilik ke belakang. Bumi pertiwi yang sangat kita cintai ini atau biasa dipanggil dengan nama Bangsa Indonesia meruakan sebuah Negri yang amat luas dan dihuni lebih dari 249,9 juta(2013) jiwa. Dengan jumlah SDM sebanyak itu Bangsa Indonesia masih jarang mendapatkan kemenangan dalam bidang olahraga di kancah dunia. Namun tidak dalam bidang bulu tangkis teman teman,apakah teman teman melupakan tokoh Lim Swie King yang mempelopori jumping smash di dunia? Tjun Tjun dan Johan Wahyudi yang menjuarai bulu tangkis tingkat 1 DUNIA ganda putra pada tahun 1977? Apakah teman teman lupa di tahun 1980 Indonesia menjuarai 3 kelas sekaligus dalam satu tahun tingkat DUNIA? Rudy hartono yang menjuarai tunggal putra,Verawaty Wiharo yang menjuarai tunggal putri,Ade Chandra dan Christian Hadinata yang menjuara ganda putra,apakah teman teman lupa? Dan dilanjuti tahun 1983 Indonesia membawa pulang 1 medali emas,pada tahun 1993 Indonesia membawa 3 medali emas ,dan sampai saat ini(2017) yang kemarin pasangan Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan membawa pulang medali emas kelas ganda putra.

Alasan inilah mengapa kami memilih bulu tangkis sebagai olahraga pertama yang dilombakan. Sudah jelas karena kami ingin menjaring calon calon singa Indonesia ,karena kami ingin Indonesia terus harum namaya di kancah dunia,dan karena kami tahu calon calon singa Indonesia saat ini kehabisan mangsa karena tidak ada suatu kegiatan sebagai wadah mengasah kemampuan mereka. Inilh latar belakang singkat kami tentang WISCO (Wibhakta Sport Competition).

Langkah pertama yang kami ambil yaitu dengan berkerja sama dengan lembaga bulu tangkis terbesar di Indoneisa yaitu PBSI. Sekian waktu telah berjalan dan akhirnya WISCO diadakkan pada tanggal 19-21 Maret 2017 di GOR Segoro Amarto. Target kami yaitu pelajar tingakt SMP se-Daerah Istmewa Yogyakarta. Dimulai di hari pertama pada jam 09.00-17.00,hari kedua dimulai pada jam 13.00-18.00,dan hari terakhir pada pukul 13.00-19.00.

Hari pertama dimulai dengan upacara pembukaan dimana peserta berkumpul di tengah lapangan agar memudahkan peserta untuk mengikuti rangkaian upacara pembukaan. Setelah disahkan oleh bapak Drs. Budi Basuki M.A selaku kepala sekolah SMAN 7 Yogyakarta,bapak Drs. Sutrisno selaku perwakilan PBSI Yogyakarta,dan Aldi Dwi Febriyanto selaku Ketua panitia WISCO dengan memukul kok secara bersamaan,acara dilanjutkan dengan saling salaman antar peserta. Waktu yang ditunggu telah tiba,pengumuman dari PBSI mengenai bagan pertandingan pun diluncurkan,bisa terlihat wajah peserta yang sebagian menjadi gugup dan sebagian menjadi gembira karena mungkin mengetahui porsi kemampuan yang dilawan. Dimulailah pertandingan hari pertama pada pukul 10.30 ,pada pertadingan WISCO ini kami menggunakan 3 line lapangan. Pertandingan telah usai,tetap semangat bagi yang belum menang dan tetap jaga sprotifitas bagi yang lanjut.

Hari kedua pun dimulai dan rangkaian acara pada hari ini tidak terlalu berbeda dari kemarin,hanya saja yang terpampang berbeda adalah wajah adik adik. Ada yang gembira,ada yang berwajah serius ,ada yang sudah berwajah lelah ,namun ketika adik adik memperhatikan piala yang berjajar di gedung bagian kanan langsung membuat wajah adik adik berubah menjadi penuh ambisius demi meraih kemenangan dengan tidak melupakan sportifitas.

Akhirnya tiba hari terakhir dimana pertandingan final digelar,Gor Segoro Amarto dipadati oleh orang orang karena siapa sih yang tidak ingin melihat calon calon singa Indonesia ini bertanding. Dimulai dengan babak semi final lalu setelah usai penampilan dari CSS#5 pun ditunjukkan untuk mengubah suasana supaya adik adik tidak gerogi dan menghibur penonton supaya lebih meriah. Pertandingan final dimulai dan tidak ada wajah seorangpun yang mau untuk mengalihkan pandangannya dari pertandingan tersebut karena sangat sengit untuk disaksikan secara langsung. Lantunan “EA” pun terdengar dari sudut penonton untuk mendukung timnya. Setelah beberapa jam berlangung,selesailah pertandingan final WISCO dengan urutan juara sebagai berikut :

Tunggal Putra :

  1. Robbin Bihaqqi (SMP Pembangunan Semin GK)
  2. Mareno Fairus Salsabil (SMP Muh.10 Jogja)
  3. Jibran Tauf Filah (SMP 2 Kasihan)
  4. Alvianto Nugroho (SMPN 13 Jogja)

Tunggal Putri :

  1. Shafa Aura Rahmani (SMP Institut Indonesia)
  2. Hikmah Mirza Putri (SMPN 13 Jogja)
  3. Hernadita Dewi Amalia (SMPN 13 Jogja)
  4. Skaha Rheina (SMP Muh.1 Godean)

Ganda Putra :

  1. Hasnan Alimni + M.Robbin Bihaqqi (SMP Pembangunan Semin GK)
  2. Alvianto Nugroho + Fatih Zaini M (SMPN 13 Jogja)
  3. Ivandeer Daffa F + Muhammad Rafi Zafran (SMPN 15 Jogja)
  4. Rangga Rizki W + Warden Effendi ( SMP Muh.7 Jogja)

Ganda Putri :

  1. Hernadita Dewi A. + Hiknah Mirza Putri (SMPN 13 Jogja)
  2. Renata Anastasya E N + Shafa Aura R. (SMP Institut Indonesia)
  3. Cesiria Mauretha Azzahra + Rayneva Alfian S. (Mts Mu’allimaat)
  4. Laurensia Reva + Theodora Juanita (SMP Pangudi Luhur)

Karena respon yang positif dari masyarakat dan sekolah yang mendukung event WISCO ini,dan juga kerja keras teman teman panitia yang rela manghabiskan waktunya yang belum tahu apakah event ini akan berjalan lancar atau tidak,yang selalu mengedepankan niat dan semangat untuk bekerja hingga letih,atas ridha Allah SWT alhamdulillah event ini bisa SUKSES. Inilah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa kami sebagai OSIS 2016/2017 bisa menjadi REVOLUSIONER agar SMAN 7 Yogyakarta lebih baik lagi.

Harapan kami untuk kedepannya semoga WISCO bisa lebih berkembang,tidak hanya kompetisi bulu tangkis,namun wisco bisa menjadi wadah bagi olahraga lainnya supaya Indonesia bisa melangkah lebih jauh lagi di kancah dunia, dan kami percaya generasi selanjutnya SMAN 7 Yogyakarta pasti bisa menyelenggarakan yang lebih meriah lagi.

SALAM OLAHRAGA!

( M. Mahatma Kawakibi )