TOPI UNGU

Seperti Minggu pagi biasanya

Ku rapikan kamar tidurku

Tak terduga, serpihan masa kecil

Jatuh membuka pikiran

Topi ungu peberian paman

Duabelas tahun yang lalu

Kini, kau penuh usang juga debu

Kau topi,

Kuperkenalkan pada sabahatku waktu itu

Namanya Beti, boneka beruang coklat muda

Sejak dulu kami sudah bersama

Banyak kisah antara kita berdua

Sering, Beti memperkenalkankupada temannya

Aku rela menjadi koki untuknya

Kita suka pergi bersama, naik kursi kerja ayah

Tak lupa sepatu tinggi ibu

Belum lagi tas ransel milik kakak

Tak ku sangka, kau topi dapat memikat hati ini

Merampas bahagiaku dengannya

Kutinggalkan Beti hanya untukmu

Ia terdiam kaku di sudut tempat tidur

Tak ku sapa atau pun sentuh

Sampai akhirnya, pita indahmu topi

Memilih untuk pergi, tanpa memberitahuku

Namun, pita itu lupa ia…

Meninggalkan jejak lem kering di sana

Lalu aku tersadar,

Beti  lah sahabat terbaikku waktu itu

Juara 1 lomba puisi

Brata Contest 2015

Dhea Frensiana H (XII IPA 4 / 6761)

JAUH DIBELAKANG

Jauh dibelakang sana

Kala bahagia adalah tawa

Padang ilalang adalah kawan

Mega merah masih bersahabat

Jauh dibelakang sana

Kala hidup penuh makna tersirat

Imajinasi melayang di langit khatulistiwa

Alam menjadi mainan tak terlupakan

Jauh dibelakang sana

Kala pawaka tak datang mengusir

Busuknya dunia tak pernah terpikir

Yang ada hanya pelangi penuh warna

Namun, setelah dunia lain tercipta

Dikatakan kecanggihannya, disebutkan kemegahannya

Walau tak sebesar padang ilalang penuh senyum

Semua orang pergi, setiap jiwa pangling

Dunia pun membisu hingga hilang kesadaran

Maya, padang ilalang tanpa wujud

Gelak tawa tak terdengar lagi

Hanya nada-nada busuk perusak moral

Gerbangnya hanya sebesar genggaman

Namun gajah masuk, semut tak mau kalah

Hingga tak menentu lagi bimbang

Yang mana maya dimana nyata

Juara 2 lomba puisi

Brata Contest 2015

Muhammad Zaky Muqoddas (X 8 / 10)

HANYALAH EMBUN SENJA HARI

Tahukah kamu

Andai waktu dapat kuputar kembali

Ingin rasanya daku

Hidup selamanya  di masa kecilku ini

Yang ada hanyalah luka menganga

Tanpa perih nan sakit

Yang ada hanyalah tertawa

Dan tangisan yang menjerit

Jiwa tanpa kebanggaan

Tanpa kemunafikan

Bagai setetes embun di dalam

Yang lebih ceria dari berlian

Emojiku berotasi

Andai waktu dapat kuputar kembali

Namun itu hanyalah embun senja hari

Yang tidak dapat terjadi berkali

Karena embun tidak akan ada di senja hari

Juara 3 lomba puisi

Brata Contest 2015

Lingga ( X 7)