83875 83878 83872

Seorang siswa SMA N 7 Yogyakarta, Muhammad Agit Tenda Harfian mengabsenkan diri dari bangku sekolah sejak Januari 2015, ketika awal semester empat dimulai. Ketidak hadirannya bukan tanpa sebab, namun karena kanker tulang yang dideritanya.

Bermula saat bangun tidur, Agit merasakan nyeri luar biasa di lututnya. Sang ibupun segera membawa Agit pergi ke klinik terdekat. Namun karena rasa sakit yang tak kunjung reda, ia memeriksakan diri ke RS Wirosaban Yogyakarta dan dirontgen. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Agit mengidap tumor di lutut kanan. Dikarena di Jogja tidak terdapat rumah sakit spesial tulang, Agit dirujuk ke RS Ortopedi Soeharso, Solo. Ia menjalani kemoterapi selama enam bulan, sepuluh hari tiap bulannya untuk selanjutnya menjalani operasi ganti tulang. Proses penyembuhan tersebut mengharuskan Agit beserta orang tua pulang pergi Jogja-Solo.

Puncaknya adalah Jumat(11/6) saat berita akan dioperasinya Agit dengan biaya sekitar 250jt mulai tersebar di kalangan alumni SMP N 10 Yogyakarta dan siswa-siswi SMA Negeri 7 Yogyakarta.   Melihat dari kondisi keluarga serta banyaknya nominal, tentu 250jt bukan biaya yang sedikit.

Ide-ide untuk meringankan biaya operasi Agit mulai bermunculan di kalangan siswa. Berawal dari kedatangan seorang siswa bernama Amos dari SMK SMTI ke SMA N 7 Yogyakarta yang mempelopori Aksi Turun ke jalan, dalam hitungan menit berita tentang Agit dan aksi tersebut tersebar luas melalui broadcast media sosial.

Tidak disangka, respon positif muncul dari banyak pihak. Hari Senin(22/6), berpusat di SMAN 7 Yogyakarta, Pelajar SMA se-Jogja berpartisipasi hebat dalam acara penggalangan dana di jalan-jalan utama Kota Jogja. Tidak berhenti disitu, bantuan untuk Agit terus mengalir via rekening, donasi tunai di SMA N 7 Yogyakarta, serta donasi dari SMA-SMA Negeri di Jogja melalui Forum OSIS Jogja.

Penggalangan dana terus berlangsung berkat doa, partisipasi, dan bantuan dari segala pihak, akhirnya terkumpul donasi untuk Agit sebesar 150jt sampai Sabtu(27/6) dan otomatis hari ini merupakan batas akhir penggalangan dana, dana yang terkumpul akan disumbangkan sepenuhnya untuk biaya saat dan setelah operasi di RS Soeharso, Solo. Penyerahan donasi secara simbolis akan dilakukan pada hari Minggu(28/6) pukul 10.00 oleh keluarga SMAN 7 Yogyakarta, keluarga alumni SMP N 10 Yogyakarta serta perwakilan donatur kepada keluarga Agit.

Terimakasih kami ucapkan untuk

Donatur yang telah ikhlas menyumbangkan rejekinya demi kesembuhan Agit….

Pelajar SMA/SMK/MA/se-derajat se-DIY, siswa maupun civitas SMA N 7 Yogyakarta, Bapak Ibu guru SMA N 7 Yogyakarta, Forum Osis Jogja, Pelajar Jogja Peduli, berbagai lapisan masyarakat Yogyakarta, serta segenap pihak yang telah membantu proses penyembuhan Agit.

Ditulis oleh : Erliza Cikal Arthalina dan Leony Inatsan Pertiwi