Minggu, 9 Februari 2014 yang lalu Wibhakta Science Competition 2014 telah berhasil digelar. Wibhakta Science Competition(selanjutnya disebut WSC) yang tahun ini mengangkat tema Science for the Shake of Knowledge melibatkan persaingan sengit di antara 420 peserta SMP/sederajat dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sama dengan tahun sebelumnya, ada beberapa tahapan untuk menentukan siapa yang berhak keluar dari gerbang SMA N 7 Yogyakarta sebagai pemenang.
Babak pertama adalah penyisihan, 420 peserta mengerjakan soal tertulis yang terdiri dari mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, dan Bahasa Inggris berdurasi 2 jam.
Setelah selesai mengerjakan soal, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan undian warna yang diberikan oleh pengawas ruang, dan kemudian bersiap menuju Bangsal Wiyata Mandala.
Pameran di WSC berlokasi di lingkungan SMA N 7 Yogyakarta, laboratorium, lorong, dan depan Gedung Induk. Cuaca yang tidak begitu panas, menambah antusias peserta dalam menyaksikan dan mempraktekan secara langsung pameran yang tersedia. Dari sekian banyak pameran, di antaranya adalah: Wibhakta Hiking Organization yang memaparkan cara-cara climbing yang benar dan aman, KIR, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, cara membuat donat dan nata de coco, robotik, fotografi, maket, dsb.
Peserta WSC pun tak mau ketinggalan dalam menunjukkan kebolehannya, terbukti dari mereka yang berpartisipasi secara aktif dan mencoba satu demi satu pameran yang tersedia. Sesuai dengan maksud dan tujuan tema WSC kali ini, yaitu, mengajak anak-anak untuk belajar SAINS dan ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan, sehingga ilmu yang diterima menyenangkan pula.
Puas berkeliling lingkungan SMA N 7 Yogyakarta, peserta kembali berkumpul di Bangsal Wiyata Mandala untuk makan siang dan ibadah. Di sela makan siang, ada juga penampilan menarik dari Club Seni Seveners(CSS) yang merupakan wadah seni bagi siswa-siswi SMA N 7 Yogyakarta. CSS menampilkan beat box dan band yang berhasil memukau peserta saat membawakan beberapa lagu. Peserta bernyanyi bersama dan ada beberapa yang maju ke depan untuk menyumbangkan suara merdunya. Panitia pun berbaur di antara peserta sehingga terjalin suasana yang menyenangkan dan akrab.
Saat yang ditunggu pun tiba, pengumuman hasil kerja peserta telah diumumkan dan 10 teratas dapat mengikuti seleksi tahap berikutnya, mengerjakan soal tertulis.
Di durasi waktu yang lebih singkat, peserta mengerahkan tenaga dan pemikirannya yang luar biasa agar bisa lolos ke tahap selanjutnya.
Setelah break untuk menunaikan shalat Ashar, diumumkanlah siapa saja yang berhak maju ke 5 besar. Untuk kembali mencairkan suasana, MC mengajukan kuis tebak-tebakan yang berhadiah alat tulis dan voucher makan di Restoran Kongkalikong Jl. Tamansiswa.
Peserta yang belum beruntung, dan tidak berhasil maju ke 5 besar diberikan uang pembinaan masing-masing Rp 100.000,00. Sedangkan peserta yang berhasil maju ke babak praktek, segera menuju laboratorium biologi untuk melaksanakan penelitian, kemudian ke laboratorium fisika, dan yang baru dari WSC tahun ini adalah diadakannya praktek Matematika yang sebenarnya cukup simple namun menguras otak. Pukul 16.20, 5 peserta tersebut menuju ke Bangsal untuk melaksanakan praktek bahasa Inggris yang menuntut peserta tidak hanya pandai SAINS, namun juga berbahasa. Peserta tampil satu per satu di depan para panitia dan juri untuk menyampaikan speech-nya.
Menunggu sekitar 15 menit untuk tim rekap mengumpulkan data dan nilai, peserta skembali disuguhi kuis menarik yang mengundang gelak tawa.
Pasti penasarankan siapa saja juaranya? Ini dia 5 besar Wibhakta Science Competition 2014! Kepada para pemenang, kami ucapkan selamat!

JUARA I : B. Panji Pradipta – SMP Negeri 5 Yogyakarta
JUARA II : Nadia Wulandari – SMP Negeri 1 Gamping
JUARA III : Annisa Rakhma Sari – SMP Negeri 1 Galur
JUARA IV : Isabella Megananda – SMP Negeri 1 Sedayu
JUARA V : Rahajeng Larasati – SMP Negeri 1 Gamping
JUARA UMUM: SMP Negeri 5 Yogyakarta
Melalui WSC 2014, besar harapan kami, agar peserta menjadi lebih tertarik dan berminat untuk belajar baik SAINS maupun ilmu pengetahuan lainnya untuk menjadikan generasi penerus bangsa sebagai generasi yang unggul dan siap bersaing di era globalisasi.
Semangat scientist!

Leony Inatsan Pertiwi