Antusiasnya Peserta Bimtaq 2013!

Antusiasnya Peserta Bimtaq 2013!

Smaven gak pernah libur. Mungkin itulah ungkapan yang cocok menggambarkan suasana kemarin Kamis (24/1). Saat sekolah lain rehat dari berbagai macam aktivitas, ditengah kesibukan dan kejenuhan tugas sekolah, Rohis Adz-Dzikri menyelenggarakan BIMTAQ (Bina Iman dan Taqwa), acara khusus untuk kelas X yang juga acara pengganti MABIT. Sebelumnya panitia memang sudah menyiapkannya sejak jauh hari. Bahkan, H-1 beberapa panitia memilih menginap di sekolah guna mematangkan persiapan.

Pukul 6.30 sudah nampak lengkap. Kemudian satu-persatu peserta sudah menunggu di bangsal, dan acara dimulai pukul 08.00. Setelah ketua panitia Rizal Ardi R. menyampaikan sambutan singkat perwakilan kepala sekolah Bp. Farida menyampaikan sedikit wejangan, diantaranya pentingnya menjaga keutuhan Islam dan teteap berusaha menjaga kemurnian seorang mukmin yang kaffah.

Acara inti, “BIMTAQ on the way” pun sampailah.masing – masing akhwat dan ikhwan dibagi menjadi 8 kelompok dan ketua regu. Masing – masing regu digiring menuju satu pos ke pos yang lain, total sepuluh pos harus ditempuh. Mulanya subsie games yang dikoordinasi Yekti Nur berinisiatif mengadakan game pengetahuan Al Qur’an agar peserta tidak bosan. Namun karena kurang kejelasan dan komunikasi dengan pembawa acara, dari kurang lebih 20 soal hanya terjawab sepertiganya. Akhirnya pukul 09.45 seluruh peserta meninggalkan komplek SMA N 7. Acara yang semula start pukul 08.30 s/d 10.00 jadi molor sampai  12.30

Usai shalat Dzuhur dan makan siang, acara dilanjutkan kembali. Kali ini Bp. Poerwono membawakan materi Pemaknaan. Beliau ternyata teman kuliah ibu Muslimah, guru kimia SMA N 7. P. Pur menjelaskan suatu tema menarik “Meraih Kebahagiaan dan Sukses Sejati”. Dari temanya P. Pur ingin memotivasi para peserta. Materi menjadi semakin menarik karena disajikan film – film tentang sukses dan kematian. Disitu dijelaskan malam pertama seorang manusia di alam kubur. Amat berbanding terbalik dengan pagi hari manusia itu yang banyak dipenuhi bermacam kesenangan duniawi. P. Pur juga membuktikan adanya aliran sesat di sekitar daerah Jogja, yaitu Semarnisme. Ajaran ini berisi orang – orang yang menyembah sosok Semar. Lebih mencengangkan lagi tampak sosok yang berpakaian seperti muslimah tapi menyembah – nyembah gambar Semar dihadapannya. Ironis!!.

Diakhir kesemapatan, pak Pur sempat memberi 7 prinsip sukses. Diantaranya ; hargai waktu, hayati-hadapi-nikmati masalah, berani hidup bukan berani mati, rubah sudut pandang, tanamkan keyakinan ‘pasti bisa’, dan berkomitrmen berintegrasi, serta jangan pernah putus asa.

Acara mendekati akhir kala azan Ashar berkumandang. Sehabis shalat, reward untuk kelompok yang aktif dan dilanjutkan dengan penutupan. Pak Farida mendapat kehormatan menutup acara dengan didampingi doa oleh pak Ridwan.

Acara pun usai 10 menit sebelum jadwal. Seperti yang dikatakan pak Farida, bukan karena wajib atau suruhan, tapi karena niat dari hati. Itulah yang menjadi motto panitia BIMTAQ tahun ini.

 

Ditulis oleh Ariq Labib