Tulisan ini dimuat tanggal 9 Oktober 2011,

Tahukah kalian, Siapa pelajar Indonesia yang pertama kali masuk ke Harvard dengan mendapatkan beasiswa !.

Untuk pertama kalinya, pelajar asli Indonesia masuk ke Harvard University, Massachussets, Amerika Serikat. Ia juga mendapat beasiswa untuk dapat membiayai kuliahnya di Harvard. Dia adalah Kuriakin Zeng, lahir di Tanjung Pinang, Pulau Bintan. Tanggal 24 Desember 1985 , Lelaki kelahiran 25 tahun lalu ini berasal dari keluarga sederhana, ayahnya merupakan seorang mekanik, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.
Pelajar Singapore Polytechnic (SP) Kuriakin telah mencetak 33 nilai sempurna untuk semua modul (mata pelajaran)-nya, sebuah prestasi yang jarang terjadi pada siswa lainnya sejak sekolah didirikan 56 tahun yang lalu.
Tentu saja tidak mudah bagi orang biasa untuk bisa masuk ke Harvard, dan juga mendapat beasiswa. Namun Kuriakin bukanlah mahasiswa sembarangan. Ia tercatat sebagai mahasiswa pertama di Singapore Polytechnic yang meraih nilai sempurna di 33 mata pelajaran yang diikutinya, diantaranya adalah elektronika, teknik komunikasi dan juga teknik komputer. Atas prestasinya tersebut, ia dianugerahi penghargaan Lee Kuan Yew. Penghargaan tersebut diberikan kepada lulusan terbaik dari Singapore Polytechnic.
Pada saat ia menduduki bangku SMA, prestasinya bisa dibilang biasa” saja. Ia bahkan sempat terpuruk pada saat Ujian Nasional.
Mengenai kegagalannya tersebut, ia sempat berkata:
“Saya adalah kapten tim basket sekolah waktu itu dan sering mengabaikan pelajaran. Saya melihat bagaimana orang tua saya kecewa. Dalam tahun itu juga, ayah saya terluka dalam sebuah kecelakaan di tempat kerjanya dan sampai sekarang saya percaya saya yang menyebabkannya. Dia terganggu karena dia tertekan oleh hasil sekolah saya yang buruk. “Untuk menebus kegagalannya, sekaligus untuk membuat orang tuanya bangga, ia mengikuti ujian persamaan tingkat GCE-O level di Singapura dan mencetak tujuh poin.

Di Polytechnic Singapore, ia berhasil meraih banyak prestasi, antara lain The Institution of Engineers Singapore Prize, Alfred Robert Edis Prize, Shell Merit Award. Selain itu, dia bersama teman-temannya membuat sebuah tim yang terdiri dari robot dengan tinggi 1,3 meter. Tim robot tersebut berhasil meraih juara kedua dalam 2010 RoboCup Soccer Humanoid Adult-Size Category.

Pada tahun 2010, ia diterima di Harvard di jurusan liberal arts and sciences. Ia juga mendapat beasiswa dari Ivy League University. Mengenai keberhasilan yang sudah diraihnya ini, ia berkata:
“Saya senang saya tidak menyerah ketika saya tidak melakukan dengan baik dalam ujian saya sewaktu SMA. Jika saya menyerah, saya tidak akan mampu mengejar mimpi saya sekarang.”

Sumber :
Bimbel Online USM STAN Gratis, http://sulaimantap.wordpress.com/2011/03/16/kuriakin-zeng-mahsiswa-indonesia-yang-berhasil-meraih-beasiswa-di-harvard/
Editor : Fatmawati Mustofa