18 Nov
Dituliskan oleh iwand dalam kategori Berita, Flashback, Hobby, Lain-lain, Pengalamanku
Pada tanggal 31 September hingga 1 November kemarin. PA WHO mengadakan praktek lapangan mengenai pengenalan medan (mountenering) di kawasan pendakian Gunung Merbabu. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa kemandirian dan kerjasama antar sesama anggota WHO serta memberikan pelajaran tentang medan yang terdapat di pegunungan.
Berbagi sedikit pengalaman dalam perjalanan. Berangkat pada sabtu sore 31 september dari SMA7 tercinta dengan menggunakan trans jogja menuju Terminal Jombor. Sesampainya di terminal Jombor masih harus tawar-menawar dengan pemilik mobil carteran, kareana waktu sudah sore dan yang memiliki mobil carter tinggal satu-satunya. Setelah cukup lama bernegosisasi kamipun bisa mendapatkan harga yang cukup pantas. Perjalananpun dilanjutkan dalam perjalanan kami mendapatkan sedikit masalah yaitu bocornya ban belakang mobil, sehingga harus diganti.



Sesampainya di gapura pendakian bertepatan dengan adzan kami menyempatkan diri untuk sholat isya’ dan mempersiapkan untuk perjalanan. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki, dengan membawa beban yang cukup lumayan dan perjalanan yang panjang, kamipun sering minta break untuk beristirahat sejenak.
Sampai di tempat transit (lebih familier bagi pendaki rumahhnya Mbah CIp) pukul 21.15. Ditempat ini kami mengisi energy dengan minuman dan makanan yang sudah disediakan dan tentunya mengistirahatkan mata sejenak.
Perjalanan dilanjutkan pukul 23.00 dengan rute langsung menuju pos2. Disini kekompakan kami diuji karena salah seorang anggota ada yang cedera, sehingga harus banyak break di jalan untuk menunggu dan membantunya.
Sampai di pos2 matahari sudah bersinar dengan terangnya(sekitar jam 6 pagi). Tak tahan dengan udara dingin, kamipun langsung membuat tenda dan memasak makanan.
Merasa tertantang dengan puncak Merbabu, jam 8.00 sebagian dari kamipun melakukan pendakian. Pendakian yang cukup melelahkan karena udara yang menipis dan medan yang kurang bersahabat tak terasa memakan waktu hingga 3 jam, dan kamipun kembali ke pos karena sudah siang.
Sesampainya di pos ternyata teman-teman sudah packing dan siap untuk turun. Jam 12 siang kamipun turun dari pos2 menuju tempanya Mbah Cip untuk transit sejenak. Sampai di tempat Mbah Cip kami beristirahat dan tentunya mengisi perut. Perjalanan ke SMA7 dilanjutkan dengan menaiki mobil carteran. Jam 18.30 menjadi waktu penyambutan kami memasuki gerbang SMA7 tercinta, dan langsung saja berpamitan pulang pada temen-teman karena sudah ingin melepaskan lelah di kasur masing-masing. Cayo PA WHO!!
7 Responses
iwand
November 18th, 2009 at 19:01
1sory ru post…
hehehe
qhee
November 20th, 2009 at 21:14
2okeee…mas iwan menulis di koran seveners
bsog pmr bole-bole lha nampang disini:P
gadis
November 22nd, 2009 at 10:24
3cip!
iwand
November 25th, 2009 at 7:47
4@qiqi
boleh…boleh…
@gadis
thx…
d2n'10
December 2nd, 2009 at 20:00
5Jangan Lupakan Leluhur kalian..
RAZIN > diwalik!!
emuw
December 10th, 2009 at 9:23
6wah nggag ngajak2 nee
sip lah lnjutkan pjuangan WHO yaa
Murid-e Pak Wandi
December 13th, 2009 at 20:19
7Hebat yah sekarang WHO … dulu saya aktif ketika namanya belum itu, bagus… bagus… teruskan berjalannya
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Kategori
Arsip Koran Seveners
Koneksi Lain
Link
Meta
Kalender
Foto dalam Flickr
Recent Entries
Recent Comments
Most Commented
Koran Seveners is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease