29 Oct
Dituliskan oleh Ambar Setyawan dalam kategori Lain-lain, Opini, Pengalamanku, Tahukah Kamu
Ya kalimat itu terlontar ketika kami mengikuti pada akhir lomba Kontes Roket Air 1 yang diselenggarakan oleh Taman Pintar Kota Yogyakarta yang bekerjasama dengan Fakultas Teknik Mesin UGM Yogyakarta di Lapangan Minggiran Yogyakarta pada hari Minggu tanggal 10 Oktober 2009 untuk Tingkat Propinsi ke Nasional. Bagaimana ceritanya…Mari kita simak!
Pada mula kami berdelapan orang yaitu Akhi Gilang, Akhi Fikri, Akhi Abam, Akhi Dani, Akhi Ambar, Akhi Alam, Akhi Hatif dan Akhi Muhsin. Kami mengikuti workshop tutorial roket air di Taman Pintar, Sabtu tanggal 3 Oktober 2009. Semenjak awal kami sudah mempunyai permasalahan yaitu terjadi miss komunikasi ketika workshop kami tidak membawa peralatan roket air yang seharusnya dibawa. Jadinya kami disana hanya menyimak saja tanpa praktek pembuatan roket air. Ya walaupun itu kami tetap bersemangat untuk mengikuti kegiatan tersebut dan tetap mengikuti lomba yang akan datang. Perjuangan kami ternyata masih panjang, selama seminggu kami disibukkan dengan kegiatan Ujian Mid Semeseter Pertama yang diadakan di sekolah. Dan sehabis sekolah kami selalu berkumpul untuk berdikusi roket air. Pada hari kamis kami mencoba untuk mengajukan dana ke sekolah untuk membeli peralatan roket air. Ternyata dari banyangan semula rencana anggaran sungguh berbeda, kami hanya diberi dana Rp 50.000 saja. Ya kami terima saja dengan senang hati dan agak kecewa karena dana tersebut sangat tidak mencukupi untuk mengikuti lomba dengan empat tim.
Permasalahan kami ada di bahan botol pepsi. Menurut regulasi dari panitia harus botol memakai pepsi sehingga sangat menyusahkan kami untuk mencarinya. Kami mencoba mencari di dekat Samsat, Pasar Beringharjo, Pasar Klitihkan. Dan itu semua hasilnya nihil atau barang tidak kami temukan. Akhirnya kami membeli botol pepsi dengan harga mahal di swalayan indomaret. Dan Akhi Dani dengan uangnya juga membelikan botol pepsi. Sehingga kami sudah mempunyai 4 botol. Kami juga meminta botol pepsi kepada teman-teman lewat internet dengan mengirimkan pesan lewat facebook tapi itu nihil juga. Hingga hari jum’at kami baru bisa membuat roket air, ya kami bekerja hingga malam hari tanpa ada yang membimbing kita dari sekolah. Ya itu tak masalah buat kami karena sebagian besar kami anak yang suka berorganisasi jadi tak masalah jika tanpa yang membimbing kami. Hingga hari sabtu kami belum menuai kejelasan untuk mengikuti lomba karena kami hanya bisa membuat 2 roket dari regulasi 6 roket untuk 1 tim. Ya kami mencoba sebentar berdiskusi dengan Pak Irwan Yusuf dan beliau tetap menasihati kami untuk mengikuti lomba tersebut.
Akhirnya kami beranjak untuk presentasi ke Taman Pintar dengan membawa 2 roket dari regulasi 6 untuk satu tim. Ya kami dari empat hanya mendaftar satu tim karena kami hanya ada 2 roket. Kami sempat malu juga ketika membawa roket ke Taman Pintar. Ya bentuk roket kami hanya sederhana dan banyak dilapisi lakban. Sehingga terkesan kami hanya main-main saja tanpa juga memikirkan estetika. Ya semenjak awal tujuan kami mengikuti kegiatan ini hanya untuk mencari ilmu(tholabul ilmi’). Pada lomba kami tujuannya hanya bagaimana roket air bisa terbang dan kami bisa membuat SPJ agar uang kami kembali. Ya kami mengumpulkan dana dari bantingan anggota kami istilahnya urunan berapa-berapa dan dikumpulkan menjadi satu untuk mendanai roket air. Ya ketika lomba di Minggiran kami banyak sekali intrik mulai dari roket yang hanya 2 dengan pasukan orang yang sangat banyak dan kami juga mempunyai suporter dari teman-teman kami yang ikut juga menonton. Sempat kami juga saling ejek-mengejek dengan para panitia karena kami hanya membawa 2 roket. Kami juga paling narsis karena disana kami banyak berfoto baik tim sendiri dan dengan para panitia. Awalnya ketika lomba kami di horizontal mendapatkan nilai 0 karena keluar dan Alhamdulillah ketika Vertikal mendapatkan Zona 2 dan Zona 3. Dari situ kami mendapatkan juara 3 dan yang tak kami duga kami mendapatkan Juara Terbaik Untuk Desain Roket. Kami sungguh tidak menyangka sekali. Pasalnya roket kami bisa dibilang sangat kurang dalam estetika tapi mungkin kami dalam menjelaskan presentasi fungsi komponen roket cukup bagus. Yang kami sangat menyadari dan mendapatkan hikmah dari kegiatan tersebut. Yang pertama dengan ikhtiar dan doa yang sungguh-sungguh, Allah akan menolong kita yang sedang kebingungan dan penuh tanpa harapan dalam bertindak. Terus koreksi saja dan kritikan untuk sekolah agar selalu serius jika ada ajang lomba agar diperhatikan. Ya sebenarnya kami bisa menang mutlak dan bisa membawa piala semua jika kami membuat roket dengan banyak dan baik. Tapi kami bersyukur sekali bisa ikut lomba dan memenangkan juara 3 dan desain terbaik lomba roket air ini. Jazakumullahu khairan katsira.
4 Responses
Imam Syatibi
October 31st, 2009 at 8:44
1“Ternyata dari banyangan semula rencana anggaran sungguh berbeda, kami hanya diberi dana Rp 50.000 saja. Ya kami terima saja dengan senang hati dan agak kecewa karena dana tersebut sangat tidak mencukupi untuk mengikuti lomba dengan empat tim”
iki kii opooo… malah curhat….
aaa
November 3rd, 2009 at 22:26
2kegiatan negatif dilarang ..
tapi kenapa kegiatan positif , sekolah hanya membantu setengah setengah ?
seperti tidak niat ?
baik dari segi dana maupun bimbingan dan dukungan d lapangan ..
masyaallah ..
SALUT BUAT KALIAN !!
Imam Steiyur Hufroni
December 6th, 2009 at 9:46
3Itu bagian dari sejarah hidup
emuw
December 10th, 2009 at 9:29
4@imam syatibi . .. dari dulu komenmu kok nyebai to???
biarin ajja curhat kan ini emang dibuat sebagai ajang siswa untuk mencurahkan apa yang dia rasain…
rese’ banged sii
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Kategori
Arsip Koran Seveners
Koneksi Lain
Link
Meta
Kalender
Foto dalam Flickr
Recent Entries
Recent Comments
Most Commented
Koran Seveners is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease