Setelah berhasil berkompetisi di tingkat Kota dan memperoleh gelar juara 1, Seveners melaju menuju Lomba Sekolah Sehat  tingkat Provinsi. Selasa lalu tanggal 20 Oktober 2009, tim penilai dari Kecamatan serta dari pemerhati kesehatan Kota Yogyakarta hadir untuk menilai kesehatan dan kebersihan SMA N 7 Yogyakarta. Setelah sebelumnya hari Sabtu 17 Oktober 2009 kemarin ditinjau persiapan dan kesiapan SMA N 7 Yogyakarta untuk menghadapi lomba Sekolah Sehat.

foto1 foto2 Copy-of-IMG_4760 fotobawh foto4 foto3

Copy-of-IMG_4835 f0to5 Copy-of-IMG_4910

Acara pembukaan diadakan di Bangsal Wiyata Mandala diawali dengan penampilan tarian tradisional untuk penyambutan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan santap siang bersama. Setelah melaksanakan ibadah dzuhur, proses penilaian dimulai. Area penilaian meliputi UKS, Kantin sekolah, Kamar mandi dan WC, Perpustakaan, Mushola Adz-Dzikri serta Taman dan tempat cuci tangan yang dimana tim penilai masing-masing didampingi oleh satu guru. Selama proses penilaian banyak saran dan kritik yang membangun dari tim penilai. Dan hal itu diperlukan  untuk menimbang kelayakan SMA N 7 Yogyakarta untuk lolos seleksi dan menuju kompetisi selanjutnya ke tingkat Nasional.

Proses penilaian diakhiri dengan evaluasi dari tim panilai oleh Bapak Camat Mantrijeron serta diterima oleh Bapak Kepala Sekolah SMA N 7 Yogyakarta. Namun, di tengah-tengah acara tiba-tiba terjadi insiden di latar bangsal. Yang ternyata adalah demo Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan sekaligus simulasi penyelamatan jiwa dari tim PMR SMA N 7 Yogyakarta. Dan setelah atraksi tersebut acara ditutup dengan doa bersama dan penghormatan  untuk mengantar tim penilai kembali oleh anggota peleton inti Kartika. SMA N 7 Y Yogyakarta telah selesai melewati kompetisi hari itu dan menanti harapan keberhasilan untuk melaju ke tahap selanjutnya. Semangat Seveners!