Seveners masih ingat ? Beberapa bulan lalu di hari-hari terakhir ujian semester II kelas X dikejutkan dengan sebuah pengumuman dari sekolah. Di dalam pengumuman itu disebutkan bahwa siswa kelas X yang akan naik ke kelas XI diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi pertukaran pelajar dengan objek pertukaran kota Batam dan Batanghari. Nah, tahukah Seveners siapa yang beruntung terpilih menjadi wakil dari SMAN 7 Yogyakarta untuk mengemban tugas tersebut? Mari kita lihat siapa mereka.

uciasti

Lucitania Rizky siswa XI IPA 4 (kanan) dan Putri Astiti XI IPS 3 (kiri) SMA N 7 Yogyakarta adalah dua putri Seveners yang berhasil melewati ujian seleksi menjadi siswa pertukaran pelajar ke kota Batam dan Batanghari. Dikatakan oleh kedua siswi tersebut, setelah melewati ujian tertulis dan wawancara terkait kebudayaan dan serba-serbi kota Yogyakarta, maka dari empat kandidat yang mengikuti seleksi dari SMA N 7 Yogyakarta, mereka berdualah yang terpilih untuk berangkat ke dua kota tersebut. Dari keterangan dua putri Seveners , Uchi (sapaan akrab Lucitania) mendapat kesempatan untuk berangkat ke Batam serta bersekolah di SMA N 3 Batam, sedangkan Asti (sapaan akrab Putri Astiti) mendapat kesempatan untuk belajar di SMA N 1 kota Batanghari. Lalu bagaimana perasaan keduanya menjadi siswi terpilih? ” Bangga, bersyukur , senang sekali dengan kesempatan yang diberikan dan nggak nyangka pengalaman yang di dapat lebih dari yang kita bayangkan! ” . Itulah komentar yang dilontarkan kedua siswi murah senyum tersebut , sejak kepulangan mereka di Bandara Adisucipto Yogyakarta 20 Juni 2009 lalu.

Nah,sekarang mari  kita simak perjalanan mereka. Dalam perjalanan tugas kedua siswi tersebut, banyak cerita yang terukir dan pasti menarik untuk Seveners ketahui. Dengan penuh semangat kedua siswi tersebut menceritakan pengalaman seru dan tidak terlupakan yang mereka alami selama berada di kota tetangga. Diceritakan oleh keduanya, bahwa di kedua kota tersebut mereka tinggal di rumah sebuah keluarga, atau yang sering disebut program House Family. Kebahagiaan yang sangat tampak di raut wajah keduanya tinggal dengan orang yang sama sekali belum pernah mereka kenal, bermasyarakat dengan lingkungan yang sama sekali berbeda dengan kota asal dan mempelajari adat budaya daerah lain.

” Aku seneng banget karena dapet kesempatan tinggal dengan kepala suku di Batanghari, dan ngerasain tinggal di rumah panggung. “ papar Asti dengan senyum mengembang. Lalu, bagaimana kualitas pelajar-pelajar di sana? ” Mereka tuh pinter-pinter banget, kalau ada guru tanya semuanya pasti rebutan pengen jawab! ” semangat Uchi memuji pelajar di kota Batam. Tuh Seveners, perlu dicontoh semangatnya. Dan apa saja sebenarnya yang mereka pelajari di sana? Menurut keterangan dari dua putri Seveners tersebut, mereka belajar seperti biasa di kota mereka masing-masing. Mengikuti acara-acara adat di sana dan mempelajari bahasa serta tarian adat daerah studi masing-masing. Kedua siswi tersebut juga diberi kesempatan untuk mengenali daerah-daerah wisata kota Batam dan Batanghari, serta mengenalkan kota Yogyakarta sebagai kota pelajar,budaya dan pariwisata pada umumnya serta  SMA N 7 Yogyakarta khususnya kepada masyarakat dan siswa-siswi kota Batam maupun kota Batanghari. Pengalaman yang menakjubkan ya Seveners ?

Di akhir interview, mereka berdua berpesan kepada Seveners yang lain untuk, ” Jangan malu untuk mencoba , bersosialisasilah dengan sebaik-baiknya dengan siapapun dan di manapun, serta junjung tinggi nama baik kota Yogyakarta untuk membuktikan kemampuan kita sebagai anak Jogja! ” Nah, Seveners. Belajar dari pengalaman duo Seveners tersebut, mari kita  berusaha lebih keras lagi untuk menjaga eksistensi kota kita tercinta, dan buktikan kalau kita anak Jogja yang berkualitas dalam segala bidang. Go Jogja! Go Seveners!