Rohis Adz-Dzikri telah melaksanakan sebuah kegiatan, yaitu Mabit II, yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 April 2009 di kampus SMA N 7 Yogyakarta. Mabit II ini dilaksanakan dengan mengabil tema “Nushlikhu al-Aqidah al-Islamiyyah Qalilan ba’da Qolilin” (Memperbaiki Aqidah Islam Sedikit demi Sedikit).

“Belakangan ini telah terjadi degradasi yang cukup menghawatirkan pada bidang iman dan ketaqwaan, terutama dari pemeluk agama Islam, yaitu adalah masalah keyakinan (aqidah)  yang sedikit demi sedikit telah terjadi degradasi yang cukup nyata yang salah satunya dibuktikan dengan adanya ramalan-ramalan dan praktik perdukunan modern. Berawal dari kegelisahan itu, maka Rohis Adz-Dzikri membuat sebuah kegiatan yaitu Mabit ke-II” papar Muhammad Nurrohman Sidiq, ketua (Ro’is Aam) Rohis Adz-Dzikri. “Mabit II ini diadakan dengan tujuan memantapkan Aqidah sebagai dasar fondasi keyakinan dalam ber-Islam dan akhlaq sebagai cara muslim yang beradab”, tambahnya.

“Acara mabit ini di rancang khusus oleh panitia agar dapat menjalankan fungsi dan tujuan mabit sebagaimana yang telah direncanakan”, tutur Khairunnizar Syah Putera, ketua Mabit II ini. Pada materi pertama, para peserta dibekali tentang pemahaman Aqidah itu sendiri. Lalu pada materi ke dua peserta dijelaskan mengenai makna cinta kepada Rasul. Pada materi ke tiga, para peserta di latih mental-aqidahnya dengan menjelajahi kampus SMA N 7 Yogyakarta yang dalam keadaan gelap gulita berbekalkan lilin, mencari petunjuk-petujuk yang telah disebar di beberapa tempat dan harus memecahkan teka-teki dari petunjuk-petunjuk yang telah mereka dapat. Materi ke empat, peserta dibekali ilmu tentang kristologi yang dibawakan langsung oleh Ust. Cholid ketua Arimatea Jogja (Organisasi yang menangani permasalahan aqidah) . Dan pada materi terakhir, para peserta ditontonkan sebuah film yang berjudul “Doa yang Mengancam” garapan sutradara Hanung Brahmantyo.

Pada sesi terakhir sebelum penutupan, diadakan sebuah acara tambahan yang bertujuan untuk menyampaikan esensi Mabit II ini. Acara ini di moderatori oleh Muhammad Saifullah dengan pengisi Muhammad Nurrohman Sidiq dan Khairunnizar Syah Putera. Semua muatan mabit ke dua ini di paparkan oleh Nurrohman. Dijelaskannya tentang arti dan makna dari seluruh rangkaian acara dari materi pertama hingga materi terakhir. Inti dari apa yang disampaikan Nurrohman adalah arti dan makna mabit kedua ini tak lain adalah untuk memperbaiki aqidah dengan kembali meyakinkan hati terhadap adanya Allah sebagai satu-satunya eksistensi Tuhan semesta alam, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Lalu dilanjutkan dengan evaluasi tentang kesalahan dan koreksi yang dibawakan oleh Nizar. Dipaparkannya tentang kesalahan-kesalahan yang telah dilanggar oleh peserta dan juga koreksi dari kesalahan itu. Lalu yang terakhir Saiful memastkian bahwa para peserta mabit telah memahami apa esensi mabit kedua dengan diadakan sebuah tantingan masal yang disaksikan oleh kakak-kakak panitia bahwa para peserta mabit akan memperbaiki Aqidah mereka masing-masing.

“Dari tantingan masal yang dilakukan pada sesi terakhir tersebut, ada beberapa konsekwensi yang harus dilakukan oleh peserta mabit. Diantaranya adalah tidak mempercayai ramalan-ramalan dalam bentuk apapun dan tidak takut dengan yang namanya hantu, demit, makhluk halus dan sebagainya serta senantiasa memperbaiki akhlaq pribadi mereka sebagai muslim”, papar Nurrohman. Acara mabit ini diakhiri dengan kerja bakti membersihkan ruangan kelas yang digunakan untuk tidur malam, dan dilanjutkan dengan bersalam-salaman antar peserta dan panitia Mabit II.