Agent of change… wow!!!! Gabungan kata yg punya arti besar…buat sapa slogan itu? Buat para pemimpin?atau buat para koruptor?(klo mrk mah agent of change buat negara bangkrut)…hmmm…ternyata buat pemuda…wow!!! we will change the world (kyk lagune Inuyasha aja…“i want to change the world”). Emang bener qta harus CHANGE THE WORLD… lantas gimana caranya?…aduh2…pusing deh….mikir nilai2 pelajaran yg pada ancur aja udah puyeng, apalagi mw jd agent of change…capek deh!!!… nilai ancur??? DL (derita lo) kalee…
Eit jangan dipikir klo jd agent of change itu harus ngalkuin sesuatu yang gedhe…mungkin bawa globe (itukan sedunia, terus qta lempar2in)lho..apa hubunganya???… ya..ga usah jauh2 lah, qta kan pelajar…ya tugasnya cukup belajar…tapi bukan berarti belajar pelajaran sekolah aja…tp juga harus belajar banyak hal…setiap peristiwa yg terjadi qta ambil pelajarannya, nhaa…itu br anak SMART.. 
Bagi kalangan awam, biasanya seorang pelajar diidentikan dengan hal-hal yang berbau E = M X C2 (hayoo…rumusnya sapa???)atau Hukum Perkonomian Antara Fungsi Permintaan dan Penawaran. Seolah-olah di tengah-tengah masyarakat keberadaan pelajar hanya dirasakan sebagai anak-anak sekolahan yang hanya saling berlomba mengejar nilai 10 (ooppsss qta dianggap masih kecil, anak sekolahan yang ingusan…ga lah…). Anehnya, fenomena itu jg muncul pada diri qta sbg pelajar. Gitu ga yg kamu rasain? Tentu saja, suatu hal yang wajar jika nilai 10 jadi rebutan (nilai 10 gitu loh…jd yg terbaik dunk!!). Namun satu hal yang sangat disayangkan bahwa hal tersebut tidak akan terasa wajar jika orientasi seorang pelajar “ masa kini ” hanya berkutat antara belajar dengan cara yang statis (what’s that? Ada ga di rumus fisika?) dan hanya memiliki cita-cita untuk memperoleh nilai 10 tanpa ada keinginan sedikit pun untuk bersosialisasi dan mengejar berbagai informasi terkini. Hal yang sangat ironis jika seorang pelajar benar-benar buta akan informasi terkini, apalagi sesuatu yg lagi HOT2 nya (bukan kasus nya Jupe lho..) saat ini yakni info mengenai “ PEMILU 2009 ” yang saat ini benar-benar mendapat perhatian dan jadi sorotan publik. Apalagi klo di jalan sekarang nemuin partai yg konvoi…Hadu hadu…
PEMILU???? jadi bingung ni PEMILU kali ini, bnyk partailah, belum lagi banyak nama2 caleg yg bermunculan yg qta belum kenal sama sekali…Oleh karena itu, dalam momentum tersebut para pelajar dirasakan sangat perlu untuk berbicara dan menentukan sikap.
ngomong2 pemilu pastilah ada kaitannya dengan politik…politik? hiiiiii….menakutkan, menyebalkan, anti pati deh sama si politik…
Nah, disinilah perlu diletakkan secara dini akan arti penting pendidikan politik bagi pemilih (voter education) pemula yang sebagian masih duduk di bangku sekolah. Di sadari atau tidak hingga detik ini dunia politik masih meletakkan generasi ini sebagai objek sasar saja. Budaya ini bukanlah kebiasaan sikap yang hadir begitu saja. Politik bukan urusan pelajar, begitu kira-kira kebijakan itu bisa terbaca. Tentulah kebijakan ini syarat dengan berbagai alasan yang menguntungkan secara sepihak yakni pemerintah. Barangkali bisa kita raba secara perlahan bahwa kehadiran kebijakan ini tidak lain menginginkan terhapuskannya kekritisan generasi muda terhadap pemerintah. Romansa sejarah waktu itu yang telah memberikan cerita yang mengesankan akan peran pelajar, seperti PII. Kekritisan dan stabilitas negara selalu menjadi rival yang masih menjadi sesuatu sulit didamaikan. Pemuda yang lekat dengan karakter agent of change nampaknya di upayakan sedemikian rupa agar tidak berurusan dengan kehidupan politik. Pelajar ya tugasnya belajar titik!!!! Tidak perlu memperdulikan urusan BBM naik, biaya sekolah naik,maraknya tindak korupsi, dsb. Seabrek kebijakan politis yang tidak populis sekali lagi bukan urusan mereka. Kekritisan yang sebenarnya melibatkan kepekaan sosial pelajar tidak diizinkan sedemikian rupa. Kekritisan yang melibatkan kecerdasan moral pelajar juga dianggap sesuatu yang tidak wajar. Daya kritis itu dipaksakan untuk hilang, yang tetap kritis selalu akan di cap sebagai anak yang bermasalah,berstigma negatif. Bahkan tidak sedikit orang tua yang melarang anaknya untuk terlibat dalam aktivitas politik lantaran hadirnya kesan negatif bahwa politik itu kotor. Di sinilah pendidikan politik dikalangan pelajar belum mendapatkan apresiasi yang cukup serta memadai dari berbagai pihak termasuk para elit partai politik (Raharjo,2009).
. Politik masih dianggap ajang saling sikut untuk saling berebut kekuasaan. “Padahal menurut Islam sendiri politik itu adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai sarana untuk mencapai kemaslahatan umat atau rakyat.
Fenomena-fenomena yang terjadi dalam penyelenggaraan PEMILU 2009 ini menuntut para pelajar untuk mengeluarkan taring keberaniannya dalam mengungkap kebenaran. Mengapa hal tersebut menjadi sebuah tuntutan ? hal yang perlu di ingat adalah PEMILU 2009 ini merupakan sebuah prosesi adu persaingan para elit politik dalam memperebutkan “ kursi panas ” dipemerintahan yang tentu saja mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia secara universal, dan pelajar sebagai generasi tumpuan harapan bangsa tentunya memiliki andil yang sangat signifikan dalam menentukan langkah kedepan bangsa Indonesia (lionfantin, 2004). Nha…wujud andil qta yang bisa dlakukan adalah dg menjadi orang yang menggunakan hak pilih qta (msh inget ga ni di pelajaran kewarganegaraan??) qta kan diajarin ma guru ttg hak memilih dan dipilih, nhaa saatnya qta mengamalkan ilmu qta bg pelajar yg dah punya hak pilih…oopsss… jgn jd orang golput hny krn bingung mw pilih apa & beralasan klo suara qta g berpengaruh/ ga ada manfaatnya, eit…sapa yg bilang gitu? 1 suara qta menentukan masa depan bangsa…kan td dah dijelasin di atas… tau ga lagunya Coklat yang “5 menit berjuta makna”??? 5 menit di TPS buat nentuin jalannya pemerintahan selama 5 tahun,rugi gedhe dunk klo ga pake hak pilihnya… So, don’t miss it for vote at 9 April (sekali lg bg yg dah punya hak pilih)… dengan pake hak pilih qta, berarti qta sudah jalankan karakter qta sebagai agent of change… dari hal kecil qta rubah negara qta!!! :).
9 Responses
Imam Syatibi
April 3rd, 2009 at 8:25
1optimis banget ya anak sma jaman sekarang…
bambang
April 4th, 2009 at 4:40
2wah pemilu sekarang untuk nyontreng butuh waktu 5 menit ya. berati kalo di DPT ada 300 pemilih dan masing-masing pemilih butuh 5 menit berati butuh waktu 1500 menit=25 jam berati tuk pemilu ini harus dilakukan selama 2 hari ya. kok lama banget ya???????????????????
Saiful
April 5th, 2009 at 6:19
3@ bambang
Besok kan kotak suaranya g cuma 1.
.nimph !
April 10th, 2009 at 17:22
4.rebeLinA thUw sAPhA ??
neeyachan
April 12th, 2009 at 15:13
5wakkakakakaka… rasah nyontreng wae..
aku cuman nyontreng judulnya og.. hagz..
ZNK (SEMPAC)
April 24th, 2009 at 20:53
6POJOK KANAN ATAS …..
POJOK KANAN ATAS…..
COBLOS PSK …….
WAKIL RAKYAT…….
Saiful
April 25th, 2009 at 13:32
7@ ZNK (SEMPAC)
Dilarang lampanye!!!
Diena Amalya
May 4th, 2009 at 8:26
8kampanye?
alie_y
May 7th, 2009 at 17:59
9Jngn L’Pa pLih qw yach,,
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Kategori
Arsip Koran Seveners
Koneksi Lain
Link
Meta
Kalender
Foto dalam Flickr
Recent Entries
Recent Comments
Most Commented
Koran Seveners is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease