wah suwda lama skali saia tidak mnulis di Koran 7ers…..
kangend sangad saia
ini . . . saia cumak mau berbagi ajah yac . . .
Nggag tau knapa aku lagi pengen bahas sebuah fenomena yang uwda sering beredar di masyarakat tentang MAHASISWA KEDOKTERAN ato DOKTER . .
sedikit curhat aja yac . . .
belum lama ini aku smsan sama temen SMA aku yang baru sekitar 5 bulan pisah . .
yach…. awalnya cuma sms biasa ajah…. tanya kabar… dan kegiatan masing-masing . . .
sampai pada salah satu sms . . .
dy bilang, “tapi kok kamu sekarang susah banged siy diajak kumpul bareng? sibuk yac? banyak praktikum?ngerjain laporan?apa uwdah nggag mau kumpul ney kalo nggag sama anak kedoketran? sombong dec ah.”
aku sempat syok baca sms dengan bahasa yang santai tapi ngena banged itu . . .
aku bales aja, “kok ngomongnya gitu?aku jelas pengen ikut kumpul tapi mau gmn lagi?kuliah dari senen sampe’ sabtu itu harus dijalani. masa’ iya aku ngorbanin praktikum ato kuliah, keluar duit buad inhal, padahal aku cuma mau maen? namanya aku yang bego. Loh knapa aku harus nggag mau jalan bareng kalian? kalian kan juga temenku. pie ta?”
dari situ aku inget sama salah satu postingan kakak angkatan di UMY (lupa namanya), kalo nggag salah judulnya “knapa anak kedokteran sekarang apatis?”
semuanya pasti tau dong . . .
di masyarakat, dari dulu sampek sekarang DOKTER itu dianggap sebagai profesi yang sangat membanggakan . . . pokoknya “waaaahhh” banged . .
image seorang dokter yang tercipta dimasyarakat pun uwda tergambar kalo’ DOKTER itu PASTI KAYA RAYA . . . minimal ANAK ORANG KAYA . . .
(kalo’ nggag kaya mana mungkin bisa nyekolahin anaknya di FK?)
terus orang yang nggag mampu nggag boleh kuliah di kedokteran gitu?
padahal . . . setelah aku 3 bulan menyandang status sebagai MAHASISWA KEDOKTERAN UMY (yang notabene bayaran SPP-nya mahal??) . . .
semua IMAGE masyarakat itu hanya sedikit yang benar . . . disamping aku juga bukan anak orang kaya . . . tapi tetep bisa masuk FK dan mencoba bertahan disini . . .
it’S mean . . . banyak orang yang nggag tau kayag apa MAHASISWA KEDOKTERAN sesunguhnya . . .
yang katanya culun-culun (justru kayag gmn??? glamour abbiissss)
yang katanya bawa buku kemana-mana (pas ujian ajah)
yang katanya bawaannya tulang (emang kita nyuri dari lab. anatomi???)
sampek yang katanya pada pake’ kacamata semua (uwdah ada soft lens)
namun kmaren baru aja . . .
aku terlibat obrolan sama salah satu temenku, anak FK juga . . .
kita lagi ngomongin tentang acara tahun baruan
dy cerita kalo’ dy ma temen-temennya mau keliling jogja naek mobil . . .
nah salah satu temennya (yang juga ikut keliling ntu) bilang ma temenku, “apa aku nggag usah jadi ikut aja ya? habisnya kayagnya malah buang-buang duit sih. taon baru ini, dirumah jugag bisa.”
tau nggag kayag apa reaksi temenku????
dy bilang “Baru kali ini aku liad anak FK perhitungan banget sama duit.”
aku cuma bisa bengong ngliatin dy . . .
kok bisa dy ngomong gitu????
terus aku bilang sama temenku itu “emang kalo jadi anak FK harus royal ya?nggag boleh gitu kalo’ kita harus perhitungan sama duit?”
temenku bilang “iya dong . . .” (nada bicaranya sambil bercanda siy)
aku bales untuk menutup pembicaraan “berarti boleh dong kita nggag perlu keluar duit untuk sesuatu yang nggag penting? yang nggag ada hubungannya sama belajar di FK?”
temenku cuma senyum aja……
sampe’ rumah aku jadi kepikiran sama obrolan dan sms temenku itu . . .
sebenernya apa sih yang bener-bener dibanggakan dari status DOKTER atau MAHASISWA KEDOKTERAN?????
aku jadi bingung . . .
tadinya aku uwda nyaman banget sama temen-temen baru aku . . .(temen sejawat aku ini)
tapi gara-gara obrolan kmaren . . .aku jadi goyah . . .
padahal aku masih inget banget waktu MATAF, bu Ekorini bilang kalo kita jadi dokter itu harus diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah . . . harus ikhlas
pernah juga pas aku sakit, dateng ke dokter, dokter itu sempat tanya-tanya cita-cita aku, jawab aja DOKTER ANAK . . . terus dokter aku itu bilang, “kalo’ jadi dokter itu jangan karena tergiur penghasilannya ya…. yang penting ilmu dna pengabdiannya.” aku cuma bisa senyum-senyum aja (dalem hati, dokter aku OK banged ney!!!)
sampe’ aku nulis posting ini . . .
aku hanya bisa berfikir satu hal bahwa modal utama jadi dokter atau minimal sekarang, menyandang status sebagai MAHASISWA KEDOKTERAN adalah harus punya pendirian kuat, idealisme, kemauan untuk tetep jadi diri sendiri yang apa adanya, dan keikhlasan untuk mengabdi sama Allah.
itu pemikiran aku loc . . .
temen-temen gimana???
syapa tau bisa sharing . . .
dan aku juga bisa melepas kebingunganku . . .
he9
(“,)
(JUST READ AND ENJOY IT)
17 Responses
0274 loverS
December 31st, 2008 at 13:23
1buad anak2 seveners trutama yang uwda klas XII
jangan takud masuk kedokteran
jangan terus nganggep smua2 mahal ato gmn . . .
nyatanya aku tetep baek2 sajja
padahal aku bukan anak borjuis
uke . . . .
anak SMA 7 jarang ciy yang mau masuk KU UMY
jadi aku dsini ksepian . . .
ayyoooo
bsok taun depan yac
maksudnya angk. 2009
aku mau liad anak2 SMA 7 bertebaran di UMY yak
trutama FK-nya
nemenin aku….
he9
Imam Syatibi
January 2nd, 2009 at 9:59
2pertama… postingan ini mau pamer status kemahasiswaan penulis sebagai mahasiswa FK, dengan ditandai adanya status penulis sebagai subjek dalam postingan..
kedua… secara ekonomi, yang namanya jadi dokter, modal awalnya banyak, dan bukan hal mustahil pay of returnnya juga kudu musti banyak dengan memasang tarif tinggi pada setiap jam praktek ( semoga penulis nanti punya jam praktek)
ketiga… prestis memang ada dalam setiap profesi, makanya penulis kudu pinter menempatkan diri pada saat bergaul dengan calon-calon dokter dan nanti dikemudian hari
keempat… kalo memang orang yang lahir terlanjur kaya seperti teman-teman penulis, juga saya pribadi yang sama dengan status ekonomi keluarga teman-teman penulis, mengapa tidak untuk royal? toh itu adalah hak orang kaya :p
kelima… semoga comment saya nggak dihapus :p
Hamid
January 3rd, 2009 at 14:07
3sama sama lebay baik yang nulis maupun komentatornya. termasuk saya… :mrgreen:
Imam Syatibi
January 3rd, 2009 at 16:29
4walah mas hamit,,, :p
muh budi r widodo
January 6th, 2009 at 22:29
5saya gak terlalu ngerti nih jalan ceritanya…
panjang dan mbulet soalnya…
yang jelas 1. sombong itu gak baik, sombong itu bukan karena berpakaian bagus, atau memamkai barang yang mahal, atau apalah tapi sombong itu orang yang menolak kebenaran, dan suka meremehkan orang lain..itu namanya baru sombong.
2.terus menurut saya semua profesi memiliki plus minus meski dokter atau apa.., saya juga pingin punya istri nanti seorang dokter,…he2..,tapi setahu saya dokter memang di masyarakat itu dianggap wah gtu..
3.klo masalaah mahasiswa kedokteran memang kebanykan somse2 gtu..he2.., klo menurut saya mahasiswa teknik jauhhhhh lebih oke dan kereeeenn….
Hamid
January 12th, 2009 at 15:08
6kalo saya, lebih seneng mahasiswi ekonomi atawa hukum :mrgreen:
joss!
luciustori
January 13th, 2009 at 19:01
7hehehe…wah kok kayaknya seru ini..
Setuju dengan prestisisme dalam profesi. Tidak perlu pandangan masyarakat yang “wah” ataupun pendapat sekitar tinggal bagaimana kita bisa mengangkat profesi kita menjadi “wah” di mata masyarakat luas.
Dengan profesi yang saya miliki, saya merasa puas. Pandangan “wah” masyarakat umum adalah “bonus” bagi saya, yang penting saya fun & enjoy, klien pun puas..
Andai benar-benar ditelusur, saya yakin tempat kuliah saya adalah yang termurah dari sekian banyak perguruan tinggi yang menelorkan orang-orang hebat. Namun juga tidak bisa dipungkiri lulusan kampus saya juga tidak kalah wah…
Tambahan sedikit buat penulis…
Sharing anda bisa diterima, tapi sepertinya tulisan anda “tidak pas” dituliskan di Koran Seveners karena disini adalah tempat untuk siswa SMA N 7 Yogyakarta untuk menulis dalam bahasa jurnalistik yang ringan…
mohon dipahami… thanks…
Imam Syatibi
January 14th, 2009 at 11:26
8@ luciustori
saya yakin sodara penulis ingin menyampaikan sebuah pesan moral yang sangat bermanfaat bagi kita semua dan bagi peserta didik yang ada di sma 7 secara khusus. akan tetapi meski dengan materi yang menarik dan berbobot, jika disampaikan dengan kalimat yang subjektif dan berat sebelah, akan disalahartikan pembaca dan akan menimbulkan opini-opini miring yang bahkan akan memengaruhi citra penulis itu sendiri…
buat penulis… semangat terus nulis… :p
emuw
January 17th, 2009 at 11:23
9wah knapa siy ini komen pedes2 smua
uwda gitu kayagnya kok sentimen banged gitu
nggag bisa ngebaca n nglihat dari sis pandang yang lain
uwda kliatan dong dari judulnya orang saya “CUMAK MAU BERBAGI”
nggag boleh????
katanya wlopun uwda alumni boleh tetep nulis???
wah mutug jugag sya……
syapa yang mau sombong????
wah uwdah dec mutung banged sya…..
buad mas admin
mohon dihapus ajja postingan dan komen2nya
bikin sakid ati………….
Imam Syatibi
January 18th, 2009 at 14:52
10oh… nooo… penulise gag fair…. katanya mau berbagi…. namanya berbagi ya musti mau denger or baca komentar orang dong…. kalo gak mau denger ora baca komentar orang, simpen aja masalahmu sendiri…
f i e_
January 24th, 2009 at 13:37
11hwalah… sudahlah..
masing” diri qta t punya jalan sendiri”…
terserah lah kata orang ky gmana,, toh mereka belum tentu bisa ngejalani apa yg qt jalani sekarang..
jadi kesimpulannya,,bersyukurlah dengan apa yg qt miliki..
yg penting qt punya ilmu bisa bermanfaat bwt orang lain..
inget, NO APATIS
jangan tidak peduli…!
Akhirnya Komentar Saya Dihapus… « warung imam syatibi
January 26th, 2009 at 11:31
12[...] Komentar Saya Dihapus… Membaca koran seveners, pada postingan yang meurut saya paling rame dan paling banyak tanggapannya, saya sempat menulis komentar dan sepertinya pada saat itu komentarnya otomatis approved. Akan [...]
Hamid
January 29th, 2009 at 21:29
13jadi mbegini. seperti yang sudah saya bilang sebelume, sama-sama lebay, baik yang menulis maupun yang komentar (dalam hal ini, saya dan Mas Imam, bukan yang lain)
penulis saya bilang lebay, karena it’s a journalism blog. use more “civilized” writing style please…
Mas Imam juga lebay pedasnya dalam mengkritik, disini meskipun namanya koran, yang bisa berarti media umum, tapi kita disini belajar bersama. sebagai yang termasuk dituakan, use common sense dong. think before type. bagaimana cobak kalo situ sebagai penulis, dikritik sebegitu pedesnya. bagaimana kalo saya jadi dia.
saya juga lebay, ngritik gak jelas gini… howalah!
nova
February 6th, 2009 at 21:30
14dek..perjalananmu masih panjang
pesenku jangan pernah lupain teman2mu dulu
karena kita g pernah tau kapan kita butuh mereka..
ya aq pernah ngerasain juga diperbudak praktikum..
tapi ga da salahnya kita nyempetin waktu wat kumpul ma temen2
walaupun itu cuma 1 tahun sekali..
ayanK
February 19th, 2009 at 11:38
15hohohohohoho
chimotzz
June 3rd, 2009 at 15:31
16wee e e e.. angkatan brp km? sejawat ni,
tapi ane si.,, biasa2 aja tuh.. ngapain jg diambil pusing pikiran orang zzzzzzz… mbok luwehh
ccha
July 2nd, 2009 at 13:51
17seru nih…
tapi syudahlah….
buat penulis,,banyak2 bersyukur ajah,,coz dah bisa di kuliahin di FK UMy ma ayah bunda….
gag banyak yang seberuntung dirimu..
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Kategori
Arsip Koran Seveners
Koneksi Lain
Link
Meta
Kalender
Foto dalam Flickr
Recent Entries
Recent Comments
Most Commented
Koran Seveners is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease