Dalam rangka mendukung mendukung suksessnya pelaksanaan Pemilu 2009, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi DIY telah menyelenggarakan “Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Umum 2009 Bagi Pemilih Pemula” pada hari Sabtu 13 Desember 2008 di Hotel Inna Garuda. Dua perwakilan dari SMA N 7 Yogyakarta telah di kirimkan untuk mengikuti acara tersebut.Acara dimulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Saat kedua utusan tersebut masuk ke halaman Hotel Inna Garuda, mereka sempat menyempatkan diri untuk berputar-putar di halaman parkir yang luasnya berkali-kali lebih besar dari parkiran yang ada di SMA N 7. Mereka berputar-putar dalam rangka mencari tempat parkir serta mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas yang ada di area parkir Hotel Inna Garuda.

Setelah menemukan tempat parkir yang layak untuk sepeda motor, mereka berdua langsung saja menempatkan tunggangannya itu. Sebelum sampai ke tempatnya, tiba-tiba terdengar suara sempritan dari seseorang berseragam. Ternyata mereka harus melakukan registrasi atas penempatan kendaraan mereka (membayar_red).

Lalu mereka langsung menuju ke ruang Sambisari seperti yang tertera pada undangan. Meraka mematuhi aturan penggunaan pejalan kaki dengan berjalan ke tempat pejalan kaki yang dipisahkan oleh pembatas khusus. Meski sempet kebablasan lewat di tempat jalannya mobil, tapi mereka menyempatkan kembali menuju jalan yang benar, yaitu jalan pejalan kaki.

Setelah berhasil membobol halaman depan, akhirnya mereka berdua berhasil masuk ke lobi hotel. Sempet di tanya mau pilih ruang apa? Sudirman Suite, Eksecutive Suite, Junior Suite, Duluxe Suite atau Superior? Mereka justru balik bertanya menanyakan tempat ruang Sambisari. Lalu recepsionis hotel memberitahukan arah dan letak ruang itu. Diberitahukan kepada mereka berdua bahwa ruang Sambisari berada di lantai 2. Dengan MaxSpeed, mereka langsung menuju ke arah yang diberitahukan oleh recepsionist tadi. Sesampainya di depan ruang Sambisari, merek langsung di suruh turun karna ruangannya bukan disitu, dan sudah di ganti. Untung belum masuk :p

Setelah menyadari bahwa ruanganya ganti, mereka langsung terjun dari lantai 2 menggunakan lift. Pinginnya ngga’ langsung terjun ke bawah, ingin terbang dulu beberapa lantai baru turun. Namun berhubung waktu yang mengejar di belakang mereka.

Sesampainya di ruang yang sesungguhnya, mereka sempat kecewa. Karena tidak ada hidangan makan siang. Ya sudahlah, mereka pasrah. Namun si Pembicara merasa iba karena melihat muk-muka melas kelaparan para peserta. Akhirnya cemilan datang dengan berbaris rapi satu pelton menggunakan seragam Inna Garuda (Hehehe). Singkat cerita……

……lalu selesai acara, mereka berdua ditodong makan siang meski hari sudah sore. Ya sudah lah, langsung dibungkus dan dibawa pulang.

Sebelum mereka pulang, mereka melihat sesosok sedang sibuk dengan laptopnya. Salah satu dari mereka berinisiatif untuk mencicipi hotspot yang ada di hotel berbintang lima ini. Meski koneksi internetnya seperlima lebih lemot dari yang ada di bangsal Wiyata Mandala, mereka tetap bisa menikmati rasanya hotspotan di kawasan bisnis di hotel berbintang 5.

Karna bingung mau ngapain, akhirnya kedua pelaku melakukan tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit (disensor_red). Dan akhirnya lahirlah sesosok tulisan yang salah satu bagian dari tulisan itu adalah yang sedang kamu baca ini :p.

Tidak cukup sampai di situ, ada beberapa misi yang belum terlaksana. Antara lain:

  1. Terbang dan terjun menggunakan lift berkali-kali,
  2. Pura-pura jadi tamu hotel,
  3. Nyicipi hidangan ala hotel berbintang 5,
  4. Nyamar jadi direktur hotel,
  5. Membobol scurity kamar lalu tidur di dalam kamar hotel,
  6. Renang di air mancur depan hotel,
  7. Pura-pura mau ke bandara tapi nyasar ke rumah (dianterin pulang_red)

Apakah semua rencananya itu terlaksana, wallahua’lam…