14 Jul
Dituliskan oleh Muhammad Saifullah dalam kategori Agenda, Berita, Seputar SMAN 7
Untuk mendapat predikat sebagai Sekolah Kategori Mandiri (SKM), suatu sekolah harus menerapkan sistem SKS (Sistem Kredit Semester), moving class, dan mengajar dengan cara team teaching. Seperti halnya SMA N 7 Yogyakarta sebagai rintisan menuju Kategori Mandiri, maka SMA N 7 Yogyakarta juga harus menerapkan sistem SKS (Sistem Kredit Semester), moving class, dan mengajar dengan cara team teaching. Saat ini SMA N 7 Yogyakarta sudah menerapkan moving class Untuk team teaching baru beberapa guru di beberapa pelajaran yang menggunakan cara ini. Namun untuk SKS, hingga saat ini SMA N 7 belum menerapkannya.
Menurut rencana sebelumnya, sistem SKS akan dimulai pada tahun ajaran 2008/2009. Namun SMA N 7 Yogyakarta lagi-lagi menunda akan dimulainya SKS. Yang semula akan dimulai pada tahun ajaran 2008/2009 ditunda hingga tahun ajaran 2009/2010. Mengapa?
Saat ini, lagi-lagi SMA N 7 Yogyakarta menunda akan dimulainya sistem SKS. SMA N 7 Yogyakarta menunda sistem SKS karna Direktorat yang hingga saat ini belum memberikan panduan SKS sebagai acuan. Dan juga SKS itu biasanya di terapkan pada perguruan-perguruan tinggi. Jika SKS diterapkan di SMA, berarti ini adalah suatu kal yang luar biasa. Selain itu, SMA N 7 sedang mencari terobosan terbaik begaimana SKS itu di terapkan di SMA. Karna tidak biasa jika SKS itu di terapkan di SMA.
Ada banyak acuan-acuan dan petunjuk SKS untuk SMA dari SMA-SMA yang sudah lama menerapkannya. Tapi SMA N 7 tidak bisa begitu saja mengadopsi acuan-acuan dan petunjuk SKS tersebut untuk dilaksanakan. Tapi juga SMA N 7 Yoyakarta harus menyesuaikan dengan kondisi lokal. Sebenarnya hingga saat ini SMA N 7 Yogyakarta sudah menata acuan-acuan dan petunjuk SKS. Namun acuan-acuan dan petunjuk SKS itu baru sekedar draft yang akan selalu disempurnakan.
SMA N 7 Yogyakarta menerapkan moving class saja belum sempurna. Tidak hanya murid yang moving, tapi juga gurunya juga ikut moving. Itu dikarnakan jumlah ruangan di SMA N 7 tidak sebanyak dengan jumlah guru yang ada. Jadi satu kelas untuk mata pelajaran tertentu harus bergantian oleh guru mata pelajaran sejenis.
Jadi SMA N 7 Yogyakarta lebih baik semua program-program yang berjalan belum sempurna di sempurnakan terlebuh dahulu. Sehingga PR-PR dan tugas-tugas SMA N 7 Yogyakarta tidak menumpuk banyak dan dapat dilaksanakan dengan mudah, ringan dan secara kontinue. Itu akan lebih baik dari pada SMA N 7 muluk-muluk menerapkan banyak program tetapi program-program itu tidak berjalan dengan baik.
One Response
Imron, S.Pd
July 27th, 2008 at 21:12
1Memang kita semua bingung, penerapan SKS. Kami di SMA Negeri 1 Lasem, berencana memakai SKS tahun 2008/2009. Tapi, karena direktorat belum menyelesaikan panduannya, kami terpaksa membuat sistem kolaborasi paket dengan sistem SKS, khusus untuk 1 kelas Mandiri. Kalo ada yang tahu, penerpan SKS di SMA, mohon untuk bisa membantu
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply