Beladiri yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Dan kemarin Minggu tanggal 13 April 2008 bertempat di UKM UGM diadakan acara Sirkuit Judo dari Sleman. Bantul dan Jogja sendiri. Ternyata tidak hanya Sirkuit Judo, tetapi diadakan juga latihan bersama mempelajari teknik-teknik baru. Dari 40 teknik yang telah ada, di tambah 27 teknik dalam acara tersebut. Mungkin sebagian masyarakat menganggap Judo adalah beladiri yang kasar, namun tidak untuk anak-anak Bantul, banyak anak-anak SD ikut dalam acara ini. Apabila ditanya alasan mereka mengikuti beladiri Judo adalah agar tidak digannggu oleh teman-temannya. Memang anak-anak……hehe!!
Menurut Ketua Pemprop Harian Judo Bapak Dr. Ing. Ir. Pradipto, tujuan terselenggaranya acara ini adalah selain latihan bersama juga mengumpulkan potensi para pejudo pelajar di Jogjakarta. Dan beliau juga memaparkan bahwa acara ini akan diadakan secara rutin karena persiapan untuk Popda pelajar tingkat daerah pada tanggal 18 Mei mendatang. Target yang ingin dicapai dalam acara ini juga peningkatan prestasi dan keanggotaan pejudo di tingkat pelajar. Di Jogja sendiri ternyata pelajar yang tergabung dalam klub Judo tidaklah banyak seperti cabang olahraga lainnya. Karena itu pihak TNH tengah mempublikasikan tentang olahraga beladiri ini di SD, SMP dan SMA. Dan denger-denger katanya Judo merupakan cabang olahraga beladiri yang wajib di Tingkat Nasional lho!!!! Hemm…..

Dalam acara tersebut tidak hanya Pak Pradipto yang memegang sabuk hitam Dan 2, tetapi ada juga Bapak Iswanda selaku Kabid Binpres PJSI pusat yang notabene mantan atlet Judo yang memegang sabuk hitam Dan 6. Huh,,,,,udah bapak-bapak tapi tetep kueren yaw!!! Beliaulah yang memberi teknik-teknik baru tersebut. Katanya teknik warisan nenek moyang. Hehe…..
Pengelompokan didalam cabang beladiri ini hanya bergantung dari usia, berat badan dan jenis. Untuk usia, Judo mengelompokkan menjadi 3 katagori. Yaitu, usia antara kurang dari 12 tahun, 12-15 tahun, dan yang terakhir 15-18. Untuk jenis, dalam Judo hanya ditentukan berdasrkan Pria dan wanita. Untuk penilaian sendiri juga terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu apabila teknik dan lawan sanggup terlempar jatuh dengan sempurna, maka akan mendapat nilai 10 ( Ippon). Bila teknik masuk dan lawan terlempar dan jatuh dengan idak sempurna, maka nilainya 7 ( Waza ari). Kemudian teknik masuk tetapi tidak sempurna maka nilainya 5 (Yuko). Ada juga apabila teknik masuk namun tidak sempuna an lawan juga jatuh dengan tidak sempurna maka nilainya 3 ( Koka ). Masih ada Hantei yang mendapat nilai 1 dan Loss yang tidk nilai sama sekali alias 0.
Dan pemenang pada acara pada siang itu adalah sebagai berikut. Untuk Putra usia kurang dari 13 tahun ada Lintang Kusuma dari Bantul dan Fian dari Sleman. Putri kurang dari 13 tahun ada Riza Luluh Kusumawati, Dwi Wijayanti, dan Oktavia F. yang semuanya dari Bantul. Putra 13-16 ada Yoga Prasetya dari Sleman, Erlangga R. dari Bantul, Johan dari Sleman dan Ari Wibowo dari Bantul. Untuk putri usia 13-16 tahun ada Vanitiara dari Bantul, Adinar F. dari Bantul, Wigatining yang juga dari BAntul dan Laurezi dari Sleman. Putri usia 16-19 ada Renny Yuanda dari Bantul dan Enggar dari Sleman. dan yang terakhir Putra 16-19 tahun ada R. Adimas dari Kota, R. Pintoko dari kota dan Ade Setiawan dari Bantul. Noh, di liat baik-baik tuh!!! Capa tau aja, ada sanak saudara yang namanya tercantum diatas. Kayak pencarian anak ilang aja……hehe…(^_^)….
Untuk kesimpulan dari pemenang-pemenang tadi, juara umumnya yang pertama adalah Bantul, yang kedua Sleman, dan yang ketiga adalah Kota. Huuuuuu…….kok kita kalah ya????!!!!!….. Tapi tenang, masih ada pertandingan yang laen… Makanya untuk yang berminat mengikuti beladiri ini bisa langsung datang di TNH alias deket kantor pos besar. Tepatnya selatannya Bank BNI ‘46. Daftar yach!!!!
One Response
ronald
October 17th, 2008 at 21:45
1bagaiman cara mencari videonya teknik judo
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply