Musik

Netral 9th

Cover Album NetralTERNYATA perjalanan waktu, kedewasaan usia dan kematangan bermusik, bisa membuat warna musik berrubah. Meski karakter dasar yang dipantek tetap kelihatan jelas. Ini terasa sekali ketika NETRAL, band yang sempat disebut-sebut mengusung rock-alternative merilis album bertajuk “9th”. Yup, inilah album ke-9 dalam rentang waktu 15 tahun perjalan karir bermusik mereka di Indonesia.

Band yang berawak Coki [gitar], Eno [drum] dan Bagus [bas/vokal] ini benar-benar “ngadem” di album barunya ini. Ngadem disini dalam arti, mereka punya karakter yang lebih matang, lirik yang sophisticated [meski menohok] dan tempo lagu yang lebih ambience. NETRAL bukan lagi band yang sekedar berteriak lantang, tapi sudah menjadi “orangtua” bijak, meski dengan cara yang tetap kencang.
Mendengar single pertamanya ‘Pertempuran Hati’ kita bisa merasakan tekanan yang lebih lembut dibanding album-album sebelumnya. Tidak ada distorsi ritem gitar yang royal atau gebukan drum yang “kalap” lagi. Suara Bagus juga temponya turun. Single ini sebenarnya ‘kurang nendang’ tapi cukup sederhana untuk cepat dihapal.

Masuk ke track ‘Serigala’ yang sempat masuk ke kompilasi salah satu majalah yang –konon– kondang. Menurut penulis, lagu ini menjadi ‘alter ego’ dari NETRAL [atau Bagus?]. Liriknya “menusuk” dan tanpa tedeng aling-aling. Perhatikan baik-baik liriknya: “Bara rindu unjuk gigi, Pembunuhan harga diri, Api cinta menusukmu, Kamu cuma nama, kami punya nyali. Ada yang tertohok?

NETRAL juga menjelajah ke area synthezer dan elektronik drum. Terdengar seperti loop-loop panjang, lagu ‘Cinta Gila’ dan ‘Unlimited’ terdengar seperti rock ala Bloc Party. Apakah ini bagian dari trik untuk menelusup pasar yang lebih muda? Ada keanggunan suara Saras Dewi di lagu ‘Cinta Gila’ yang membawa suasana pada harmoni segar.

Masih kangen dengan sound kasar dan raungan gahar NETRAL? Mungkin tidak sedashyat dulu, tapi kamu bisa temukan itu track berjudul ‘Plan C’. Liriknya masih kasar dan garang. Tapi memang, kita tidak menemukan sound gitar Coki yang meraung-raung, atau bass Bagus yang tidak meletup-letup. Track ini sekedar menjadi jembatan kasar dan dunia feminim NETRAL.

Tak bisa dipungkiri, roh NETRAL memang ada pada Bagus. Vokalis berkepala plontos ini memberi pengaruh kuat pada dinamika album NETRAL. Kalau di album rilisan Juli 2007 ini terdengar adem dan medium, bisa jadi karena Bagus dapat “hadiah” anak pertamanya. Soal sound dan kualitas musikal, meski temponya turun, NETRAL masih beruntung bisa mempertahankan itu. Album ini anggap saja NETRAL sedang ‘tepekur’ dan ‘kontemplasi’ memikirkan karirnya yang sudah 15 tahun. Konsisten, tapi tak mencengangkan. (tembang.com)

2 Comments

  1. dear seveners, ada yg tau kabar gitaris pertama Netral – Ritchie Dayandani alias Miten? Ke mana dia ya. Anyway, gitaris yg sekarang juga ok kok..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
error: Jangan yaa brotherkuu :)