Sebagai sekolah rintisan menuju Kategori Mandiri (SKM), SMA N 7 Yogyakarta mulai terapkan sistem moving class. Apa itu SKM? Bagaimanakah sistem moving class itu? Mengapa harus menggunakan sistem moving class? Apa manfaat moving class bagi guru dan murid?

Apa itu sistem moving class?
Sistem moving class adalah salah satu sistem pembelajaran yang dimana setiap guru mata pelajaran sudah siap mengajar di ruang kelas yang telah ditentukan sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Sehingga saat pergantian pelajaran, bukannya guru yang datang ke kelas siswa, namun siswa datang ke kelas guru.

Dalam sistem moving class ini, siswa dan guru harus bisa memanage waktu sebaik mungkin. Karna dimungkinkan waktu belajar mengajar akan terpotong karana berbagai hal. Misalnya untuk pelajaran sebelumnya molor waktunya, jalan atau pindah ruangan dari satu ruangan ke ruangan lainnya, mempersiapkan pelajaran, dll.

Satu jam pelajaran di SMA N 7 adalah 45 menit. 45 menit itu bisa jadi akan banyak berkurang karna berbagai hal yang telah disebutkan di atas. Pertama, dikurangi pelajaran sebelumnya ngaret + 5-10 menit. Sisa waktu pelajarannya tinggal 40-35 menit. Kedua, dikurangi waktu yang di butuhkan siswa untuk berpindah ruangan kelas, + 5-10 menit. Kini sisanya jadi 30-25 menit. Dikurangi lagi waktunya oleh guru untuk mempersiapkan pelajaran, mengondisikan suasana, bercerita, dan untuk berdoa, membutuhkan waktu + 5-15 menit. Pada akhirnya, waktu efektif 1 jam pelajaran tinggal 25-15 menit. Bayangkan, 1 jam pelajaran hanya 15 menit. Semoga saja itu tidak terjadi.

Dalam sistem moving class ini, seorang siswa dituntut untuk kreatif dalam belajar. Guru sudah tidak saatnya lagi ngopyak-ngopyak siswa untuk belajar. Namun siswa harus belajar dengan kesadaran diri. Sehingga siswa mampu menguasai konsep dengan sepenuhnya. Jadi, bukanya guru yang butuh murid, namun murid yang butuh guru.

Mengapa harus menggunakan sistem moving class?
Sekolah kita, SMA N 7 Yogyakarta, dalam rangka mensikapi UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dan dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan maka profil Sekolah Kategori Mandiri. Jadi sekolah kita sekarang ini adalah sekolah rintisan menuju Kategori Mandiri (SKM).

Berbagai upaya telah dilakukan oleh sekolah untuk melangkah menuju SKM. Syarat menjadi Sekolah Kategori Mandiri adalah sistem Satuan Kredit Semester (SKS) dan Moving Class. Moving class adalah langkah awal SMA 7 menuju SKM. Moving class yang dimulai Februari 2008 ini masih bersifat percobaan. Karna moving class yang sebenarnya akan dimulai pada tahun ajaran 2008-2009.

Apa itu SKS?
SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester. Sistem SKS ini biasanya diterapkan di perguruan-perguruan tinggi atau di universitas. Pada sistem pembelajaran ini, bisa jadi siswa yang pandai dan rajin lulus/tamat SMA kurang dari 3 tahun. Dan sebaliknya, bagi siswa yang malas, bisa jadi lulus/tamat SMA lebih dari 3 tahun.

Di SMA N 7 Yogyakarta, sistem pembelajaran SKS ini akan mulai di terapkan pada tahun ajaran 2008-2009 kelas X (angkatan 2010-2011). Jadi, untuk angkatan 2009-2010 ke atas, masih menggunakan kurikulum KTSP seperti sedia kala.

Masalah yang Akan Dihadapi di SMA 7 saat moving class

  1. Kondisi kelas Belum Ditata Sempurna.
  2. Sekolah kita ini masih jauh dari sempurna. Dalam moving class, seharusnya ruangan kelas lengkapi dengan berbagai sarana-prasarana belajar sesuai mata pelajaran terkait. Dan ruangan kelas, di desain dan di tata sesuai kebutuhan belajar. Sehingga murid bisa belajar dengan nyaman dan didukung dengan alat-alat yang dibutuhkan. Contohnya pada kelas Geografi dilengkapi dengan berbagai buku sumber, peta, globe, dll. Begitu juga dengan pelajaran-pelajaran lainnya.

  3. Sarana Belum Lengkap
  4. Beberapa sarana yang dibutuhkan dalam moving class, belum tersedia. Salah satunya almari/rak tas. Karna sekolah kita berusaha seadanya dulu, sambil jalan nanti kita akan dibenahi kekurangan-kekurangannya.

  5. Sifat Malas
  6. Bagi siswa yang hobi mbolos, moving class bisa menjadi sasaran empuk. Karna peluang untuk kabur dan melarikan diri sangatlah besar. Ini semua tergantung dari diri kita masing-masing. Kalau kita mbolos/kabur dari pelajaran, nanti yang rugi juga kita sendiri.

  7. Dan masih banyak lagi.

Apa kata mereka yang sudah pernah merasakan moving class?

Komentar-komentar ini diambil dari Yahoo! Answers dengan pertanyaan “Moving Class, menyenangkan atau tidak?” Inilah jawaban mereka:

  1. “Waktu Daffy duduk di bangku SMP dulu sistem pengajaran di sekolah Daffy pake moving class asyik khan, tiap kelas jadi laboratorium pada mata pelajaran masing-masing. Jadi misalnya kelas matematika, semuanya yang berhubungan dengan Matematika ada di dinding kelas atau di lemari kelas matematika
    kelas geografi, sama juga semua yg berhubungan dg geografi pasti ada di dinding atau lemari geo. Mungkin g enaknya pindah pindah melulu, belom lagi kalo di kelas kita ada yang bandel, yang harusnya langsung pindah ke kelas berikutnya malah pindah ke kantin, wah satu kelas dihukum, terutama ketua kelas.” Oleh daffy.
  2. “Cukup bagus, karena kita bisa konsentrasi… Kendalanya adalah:
    1. Kita hanya bisa menguasai sedikit mata pelajaran
    2. Cepat bosan karena pelajarannya hanya itu melulu.”
    3. Oleh Dani S.

  3. “Ribet ah.” Oleh hellogood bye is a kiddo.
  4. “Lumayan……….asik ko.” Oleh romy.
  5. “Klo mnurut q seeiihh, Gak enak bangeettzz Sualnyee, dlu qu pernah ngalamin tuh yang namanya moving class taapii, pas masih TK,, Jadiiee yaa apa BoLeH BWT orang pereturannya sudahh begitcyyuu!!!!!.” Oleh Baby S.
  6. “Moving Class, asyik bagi yang cepat bosan, paling tidak untuk ganti suasana penerapan masih dominan untuk TK dan SD. Tapi sebetulnya tidak hanya berpindah tempat tujuannya, dan mata pelajarannya pun tertentu yang butuh suasana pendukung dan fasilitas lain. Maka kelas bisa berbentuk melingkar, duduk di atas karpet atau kelas yang sama tapi meja dan kursi di set perkelompok dan guru berada disekitar kelas tidak di depan. Jadi murid dan guru bisa lebih dua arah hubungannya, murid dapat berdiskusi dengan leluasa bersama guru dan teman. Sehingga tidak lagi guru hanya berdiri di depan kelas dan murid memandang ke satu arah saja (depan) dan belajar jadi lebih menyenangkan.” Oleh tye.
  7. “Enak kok kan skrg ak msh skla,,, n d skla sistemnya moving class,,, lain bs cuci mata blum msk klas lagi,,, olahraga,,,, kan jalan kesani-sini n naik turun tangga hehehehe.” Oleh Jane.
  8. “dulu pernah waktu sma..smea ding.sama kan??? spt layaknya ada hitam dan putih , kebaikan dan kejahatan, atas dan bawah , kaya dan miskin. ya so pasti system nyang atu ini ada plus minusnya. Ga enaknya..capek.naik turun tangga..finally,ga konsen belajar. Manfaatnya, kita jd dispiln dan bertanggung jawab.krn bukan guru yg butuh kita.melainkan sebaliknya.kita yg hrs muter nyari beliau ada dikelas mana.dan ga ada lg tu murid yg molor2.maen2 kesana kemari.kecuali emang buandel ding!” Oleh aprhee.
  9. “asik banget, tempat duduk bisa pindah2. ga diatur2 gara2 sering bikin ribut. kalo ada ktinggalan buku atau apa gitu, bisa pinjem dolo sama temen kls sblh wktu ada pergantian kelas. n jdi ga bosen deh, pemandangan dlm kelas berubah terus. enak bngt. tapi yg ga asik kalo ada ulangan, ngerjainnya jadi buru2! takut keburu diusir kelas lain yg mau nempatin tu kls…” Oleh Sadako-i….

Nah, sekarang bagaimana komentar anda?