Pada era informasi dan komunikasi saat ini, kendala lokasi dan komunikasi tidak bisa lagi dijadikan alasan/kendala untuk tidak segera bangkit mempercepat pencapaian pendidikan yang bermutu. Teknologi informasi telah menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak dalam bentuk komputer yang dapat membantu guru menyiapkan dan menyajikan pembelajaran lebih tepat, cepat, dan menyenangkan. Teknologi komunikasi telah menyediakan sarana bagi sekolah di seluruh Indonesia untuk saling berbagi dan berkomunikasi satu dengan lainnya secara cepat melalui fasilitas internet. Pemanfaatan teknologi tersebut di sekolah perlu dipercepat, didorong, difasilitasi dan diperluas hingga menjangkau seluruh sekolah dipelosok tanah air.

Guna memfasilitasi kondisi tersebut, Dit. Pembinaan SMA telah menetapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai ikon peningkatan mutu pendidikan di SMA. Sejak tahun 2003, Dit. Pembinaan SMA telah merintis pengembangan TIK di sejumlah sekolah melalui program bantuan pengembangan perangkat komputer, lomba bahan ajar berbasis TIK, peningkatan kemampuan guru dalam pengembangan bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK, dan supervisi serta IHT pengembangan TIK di sekolah.

Berdasarkan pengamatan lapangan, laporan sekolah dan hasil supervisi pengembangan TIK tahun 2006 di sejumlah sekolah yang mengikuti program pengembangan TIK di atas, diperoleh gambaran umum bahwa kemauan dan kemampuan guru SMA untuk memanfaatkan TIK sangat tinggi. Salah satu indikatornya adalah sekolah secara mandiri terus memperluas jumlah dan meningkatkan kemampuan guru dibidang TIK, menambah fasilitas, mengembangkan bahan ajar berbasis TIK, dan membangun situs (website sekolah). Selain itu dari pelaksanaan program pengembangan bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK bagi guru mata pelajaran yang telah dilaksanakan sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2007, telah dihasilkan sejumlah bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK yang mengacu pada SK/KD kurikulum yang sedang berlaku, baik Kurikulum 2004 (Th. 2005 dan 2006) maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)(Th. 2007).

Mempertimbangkan potensi dan kemauan sekolah, dan semangat para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMA melalui wahana TIK, maka salah satu program Dit. Pembinaan SMA pada tahun 2007 adalah melakukan pengembangan Pusat Sumber Belajar (PSB)/Learning Resource Center (LRC) secara nasional, antara lain melalui pembelajaran berbasis web (Web Based Learning/WBL). Mengingat program pengembangan PSB sangat strategis sebagai salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA di masa depan maka perlu dilakukan pemantauan kesiapan sekolah dalam melaksanakan program Pengembangan Pusat Sumber Belajar baik dalam hal SDM, sarana dan prasarana serta manajemen sekolah melalui supervisi.

Dengan kerja keras yang dilakukan civitas akademika SMA Negeri 7 Yogyakarta baik unsur siswa, karyawan, guru dan para pejabat sekolah yang dirintis sejak menjadi minipiloting Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) tahun 2003 Seveners memposisikan dirinya diantara sekolah yang ada di Indonesia dalam konteks TIKnya pada level Mapan dan sekarang telah menjadi rintisan sekolah Kategori Mandiri (SKM). Adapun urutan hasil seleksi SMA Calon Rintisan PS/LRC sebagai berikut:

REKAPITULASI HASIL SELEKSI
SMA CALON RINTISAN PSB/LRC

Tabel1

Info lebih lengkap bisa didapatkan di : http://www.bandono.web.id