<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Meniti Karir dengan Kecerdasan Bodily-Kinesthetic</title>
	<atom:link href="http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 01:10:58 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Mhaz</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-1525</link>
		<dc:creator>Mhaz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 06:51:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-1525</guid>
		<description>Semu Pedagang bisa kaya kao emang ulet dan punya niat , ya bereslah gak pelu pake teori segala. di zaman ini yang penting keinginan dan kemauan aja. gak usah pake teori-teori. kebanyakan teori kali</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semu Pedagang bisa kaya kao emang ulet dan punya niat , ya bereslah gak pelu pake teori segala. di zaman ini yang penting keinginan dan kemauan aja. gak usah pake teori-teori. kebanyakan teori kali</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lcc-ptc</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-928</link>
		<dc:creator>lcc-ptc</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 04:08:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-928</guid>
		<description>Kumpulkan Kapas

Dikisahkan, ada seorang pedagang yang kaya raya dan berpengaruh di kalangan masyarakat. Kegiatannya berdagang mengharuskan dia sering keluar kota. Suatu saat, karena pergaulan yang salah, dia mulai berjudi dan bertaruh.

Mula-mula kecil-kecilan, tetapi karena tidak dapat menahan nafsu untuk menang dan mengembalikan kekalahannya, si pedagang semakin gelap mata, dan akhirnya uang hasil jerih payahnya selama ini banyak terkuras di meja judi. Istri dan anak-anaknya terlantar dan mereka jatuh miskin.

Orang luar tidak ada yang tahu tentang kebiasaannya berjudi, maka untuk menutupi hal tersebut, dia mulai menyebar fitnah, bahwa kebangkrutannya karena orang kepercayaan, sahabatnya, mengkhianati dia dan menggelapkan banyak uangnya. Kabar itu semakin hari semakin menyebar, sehingga sahabat yang setia itu, jatuh sakit. Mereka sekeluarga sangat menderita, disorot dengan pandangan curiga oleh masyarakat di sekitarnya dan dikucilkan dari pergaulan.

Si pedagang tidak pernah mengira, dampak perbuatannya demikian buruk. Dia bergegas datang menengok sekaligus memohon maaf kepada si sahabat â€œSobat, aku mengaku salah! Tidak seharusnya aku menimpakan perbuatan burukku dengan menyebar fitnah kepadamu. Sungguh, aku menyesal dan minta maaf. Apakah ada yang bisa aku kerjakan untuk menebus kesalahan yang telah kuperbuat?â€

Dengan kondisi yang semakin lemah, si sahabat berkata, â€œAda dua permintaanku. Pertama, tolong ambillah bantal dan bawalah ke atap rumah. Sesampainya di sana, ambillah kapas dari dalam bantal dan sebarkan keluar sedikit demi sedikit.â€

Walaupun tidak mengerti apa arti permintaan yang aneh itu, demi menebus dosa, segera dilaksanakan permintaan tersebut. Setelah kapas habis disebar, dia kembali menemui laki-laki yang sekarat itu.

â€œPermintaanmu telah aku lakukan, apa permintaanmu yang kedua?â€

â€œSekarang, kumpulkan kapas-kapas yang telah kau sebarkan tadi,â€ kata si sahabat dengan suara yang semakin lemah.

Si pedagang terdiam sejenak dan menjawab dengan sedih, â€œMaaf sobat, aku tidak sanggup mengabulkan permintaanmu ini. Kapas-kapas telah menyebar ke mana-mana, tidak mungkin bisa dikumpulkan lagi.â€

â€œBegitu juga dengan berita bohong yang telah kau sebarkan, berita itu takkan berakhir hanya dengan permintaan maaf dan penyesalanmu saja,â€ kata si sakit.

â€œAku tahu. Engkau sungguh sahabat sejatiku. Walaupun aku telah berbuat salah yang begitu besar tetapi engkau tetap mau memberi pelajaran yang sangat berharga bagi diriku. Aku bersumpah, akan berusaha semampuku untuk memperbaiki kerusakan yang telah kuperbuat, sekali lagi maafkan aku dan terima kasih sobat.â€ Dengan suara terbata-bata dan berlinang air mata, dipeluklah sahabatnya.

Netter yang luar biasa.â€¦
Seperti kata pepatah mengatakan, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kebohongan tidak berakhir dengan penyesalan dan permintaan maaf. Seringkali sulit bagi kita untuk menerima kesalahan yang telah kita perbuat. Bila mungkin, orang lainlah yang menanggung akibat kesalahan kita.

Kalau memang itu yang akan terjadi, lalu untuk apa melakukan fitnah yang hanya membuat orang lain menderita. Tentuâ€¦ jauh lebih nikmat bisa melakukan sesuatu yang membuat orang lain berbahagia.

www.lcc-ptc.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kumpulkan Kapas</p>
<p>Dikisahkan, ada seorang pedagang yang kaya raya dan berpengaruh di kalangan masyarakat. Kegiatannya berdagang mengharuskan dia sering keluar kota. Suatu saat, karena pergaulan yang salah, dia mulai berjudi dan bertaruh.</p>
<p>Mula-mula kecil-kecilan, tetapi karena tidak dapat menahan nafsu untuk menang dan mengembalikan kekalahannya, si pedagang semakin gelap mata, dan akhirnya uang hasil jerih payahnya selama ini banyak terkuras di meja judi. Istri dan anak-anaknya terlantar dan mereka jatuh miskin.</p>
<p>Orang luar tidak ada yang tahu tentang kebiasaannya berjudi, maka untuk menutupi hal tersebut, dia mulai menyebar fitnah, bahwa kebangkrutannya karena orang kepercayaan, sahabatnya, mengkhianati dia dan menggelapkan banyak uangnya. Kabar itu semakin hari semakin menyebar, sehingga sahabat yang setia itu, jatuh sakit. Mereka sekeluarga sangat menderita, disorot dengan pandangan curiga oleh masyarakat di sekitarnya dan dikucilkan dari pergaulan.</p>
<p>Si pedagang tidak pernah mengira, dampak perbuatannya demikian buruk. Dia bergegas datang menengok sekaligus memohon maaf kepada si sahabat â€œSobat, aku mengaku salah! Tidak seharusnya aku menimpakan perbuatan burukku dengan menyebar fitnah kepadamu. Sungguh, aku menyesal dan minta maaf. Apakah ada yang bisa aku kerjakan untuk menebus kesalahan yang telah kuperbuat?â€</p>
<p>Dengan kondisi yang semakin lemah, si sahabat berkata, â€œAda dua permintaanku. Pertama, tolong ambillah bantal dan bawalah ke atap rumah. Sesampainya di sana, ambillah kapas dari dalam bantal dan sebarkan keluar sedikit demi sedikit.â€</p>
<p>Walaupun tidak mengerti apa arti permintaan yang aneh itu, demi menebus dosa, segera dilaksanakan permintaan tersebut. Setelah kapas habis disebar, dia kembali menemui laki-laki yang sekarat itu.</p>
<p>â€œPermintaanmu telah aku lakukan, apa permintaanmu yang kedua?â€</p>
<p>â€œSekarang, kumpulkan kapas-kapas yang telah kau sebarkan tadi,â€ kata si sahabat dengan suara yang semakin lemah.</p>
<p>Si pedagang terdiam sejenak dan menjawab dengan sedih, â€œMaaf sobat, aku tidak sanggup mengabulkan permintaanmu ini. Kapas-kapas telah menyebar ke mana-mana, tidak mungkin bisa dikumpulkan lagi.â€</p>
<p>â€œBegitu juga dengan berita bohong yang telah kau sebarkan, berita itu takkan berakhir hanya dengan permintaan maaf dan penyesalanmu saja,â€ kata si sakit.</p>
<p>â€œAku tahu. Engkau sungguh sahabat sejatiku. Walaupun aku telah berbuat salah yang begitu besar tetapi engkau tetap mau memberi pelajaran yang sangat berharga bagi diriku. Aku bersumpah, akan berusaha semampuku untuk memperbaiki kerusakan yang telah kuperbuat, sekali lagi maafkan aku dan terima kasih sobat.â€ Dengan suara terbata-bata dan berlinang air mata, dipeluklah sahabatnya.</p>
<p>Netter yang luar biasa.â€¦<br />
Seperti kata pepatah mengatakan, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kebohongan tidak berakhir dengan penyesalan dan permintaan maaf. Seringkali sulit bagi kita untuk menerima kesalahan yang telah kita perbuat. Bila mungkin, orang lainlah yang menanggung akibat kesalahan kita.</p>
<p>Kalau memang itu yang akan terjadi, lalu untuk apa melakukan fitnah yang hanya membuat orang lain menderita. Tentuâ€¦ jauh lebih nikmat bisa melakukan sesuatu yang membuat orang lain berbahagia.</p>
<p><a href="http://www.lcc-ptc.com" rel="nofollow">http://www.lcc-ptc.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: manon</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-820</link>
		<dc:creator>manon</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 03:09:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-820</guid>
		<description>wuih...

pak Band ca&#039;em kayax bang Tora
 
ca&#039;em bapak malah...

xixixixixi... :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wuih&#8230;</p>
<p>pak Band ca&#8217;em kayax bang Tora</p>
<p>ca&#8217;em bapak malah&#8230;</p>
<p>xixixixixi&#8230; :P</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-760</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 07:05:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-760</guid>
		<description>Pak Ban, Bu Baniyah,Bu Sum n Rianti kok g diajak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Ban, Bu Baniyah,Bu Sum n Rianti kok g diajak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DanIel</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-756</link>
		<dc:creator>DanIel</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 01:46:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-756</guid>
		<description>Wuih,,,gaYAnya pak Ban keren!!!! tUa boleh....tapi yang penting semangat MuDA.... miss U smuven ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wuih,,,gaYAnya pak Ban keren!!!! tUa boleh&#8230;.tapi yang penting semangat MuDA&#8230;. miss U smuven ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budhe</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-734</link>
		<dc:creator>budhe</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 04:52:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-734</guid>
		<description>Pak Ban, kapan tuanya? pokoke kudu gaul habis, tinggal nambah tato...sip!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Ban, kapan tuanya? pokoke kudu gaul habis, tinggal nambah tato&#8230;sip!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: neeyauchiha</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-633</link>
		<dc:creator>neeyauchiha</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Oct 2007 00:52:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-633</guid>
		<description>wahhhh... tampak cool...!!!!
tora kalah cool sm pak bandono....

kyakyakya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wahhhh&#8230; tampak cool&#8230;!!!!<br />
tora kalah cool sm pak bandono&#8230;.</p>
<p>kyakyakya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wiear</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-629</link>
		<dc:creator>wiear</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 15:03:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-629</guid>
		<description>pak band ternyata narciszt............
ampun dech pak.................
tapi mirip qo&#039; pak....
kalo kumisnya pak band dicukur abis...
hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak band ternyata narciszt&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
ampun dech pak&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
tapi mirip qo&#8217; pak&#8230;.<br />
kalo kumisnya pak band dicukur abis&#8230;<br />
hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sijeruk</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-627</link>
		<dc:creator>sijeruk</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 11:43:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-627</guid>
		<description>pak ban dadi bintang tamu ektrapagansa... wah wah wahhhh.... tak rekam nggo TIVO :o</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak ban dadi bintang tamu ektrapagansa&#8230; wah wah wahhhh&#8230;. tak rekam nggo TIVO :o</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tukang PHP</title>
		<link>http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/comment-page-1/#comment-621</link>
		<dc:creator>Tukang PHP</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2007 12:53:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://koran.seveners.com/2007/09/19/meniti-karir-dengan-kecerdasan-bodily-kinesthetic/#comment-621</guid>
		<description>Pak Band sesuk arep dadi bintang tamu extravagansa ;))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Band sesuk arep dadi bintang tamu extravagansa ;))</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

