“Diminta siswa yang memakai seragam biru putih untuk bergeser ke selatan menyatu dengan barisan SMP”. Demikian perintah sang pembawa acara sebelum upacara bendera dalam rangka HUT RI ke 62 di lapangan Minggiran dimulai.
Perintah ini langsung dilaksanakan oleh komandan peleton (TNI) yang meminta barisan ’seragam baru SMA’ (baca: biru putih). Kontan saja siswa protes yang didukung oleh beberapa guru untuk bertahan. Sang gurupun memberi penjelasan cukup lama kepada sang komandan peleton, bahwa mereka bukan siswa SMP.
Para pembaca kiranya dapat merasakan bagaimana perasaan siswa kelas X yang dicap sebagai siswa SMP itu. Wajarlah kalau mereka sakit hati dan protes. Dengan kejadian di atas ternyata tidak semua lapisan masyarakat mengerti keadaan yang ada sekarang ini. Kalau seperti ini siapa yang seharusnya merasa bersalah? Jelas siswa dan orang tua tidak, lantas sekolah atau Pemerintah Kota Yogyakarta atau siapa?
Bagi kita yang sudah terlanjur biarlah berlalu, kita benahi masa depan generasi mendatang dengan sungguh-sungguh. Karena di tangan merekalah nantinya negara dan bangsa ini dikendalikan. Mereka adalah aset bangsa yang tidak dapat dijadikan kelinci percobaan. Sebagai orang tua tentu sadar bahwa anak adalah investasi yang tiada ternilai. Demi kemajuan dan kepandaian anak pasti sekuat tenaga diupayakan.
Kepada semua pihak kiranya memberikan masukkan kepada pemerintah secara kaffah (menyeluruh) tidak hanya sekedar mengkritik tetapi juga berikan solusinya. Pandanglah setiap permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat secara konverhensif, tidak sepenggal-sepenggal.
Anak sering bertanya ’Kapan rapatnya Pak?â€.
Rupanya meraka tidak nyaman lagi memakai seragam biru putih.
“Selamat Bermusyawarah Demi Generasi Masa Depan”
5 Responses
sevelovers
August 31st, 2007 at 12:57
1KApAN jADi Sma BeNEraN????
emmuw(pemerhati skul tercintahhh)
September 2nd, 2007 at 13:13
2wah,,, mak jleb banged kata2na si komandan itu yac????
aku baru tau kalo ada kjadian kayag gitu pas upacara 17an…. momen yang harusnya bikin bahagia smua orang,,,, haduhhh…..
emang si,,,niat dari “nggag mungud beaya” itu baeg,,,,
tapi ke depannya ternyata nggag bisa sjalan dengan yang diharepin gini yac???
jadi nggag sragam,,, nggag ada kebersamaannya….
yac muga2 ajah sgera ada pnanganan yang lebih bijak yac,,,
coz slama iniy yang paling ditunggu2 anak klas X emang “sragam baru” agar identitas sebagai anag SMA bisa sepenuhnya disandang,,, (sabar yac dek,,,kan kmaren ortu kalian uwda pada rapat)… oK????
bakuljangan
September 4th, 2007 at 8:23
3mmm…. kok nggak nyambung antara seragam dengan investasinya, ya? dalam tulisan ini ada dua pokok permasalahan. seragam dan pendidikan adalah investasi. mohon lebih mendetil…
ticko
September 19th, 2007 at 13:13
4saya juga kasihan sama anak - anak kelas X sekarang,,,
mereka pernah bilang kepada saya bahwa mereka sebenernya malu masih memakai seragam SMP,,,
seharusnya keadaan seperti ini harus cepat dituntaskan…
ya saya berdoa saja semoga cepat mengunakan seragam SMA…
rofii
September 19th, 2007 at 22:11
5mmmhh….kasian banget ya mereka itu….
yang sekolah itu seragamnya ato pikiran (otak)nya??
sembilan tahun dijejalin hal-hal yang penting dalam dunia pendidikan, bahkan (maaf) kayaknya guru-guru pun masih meributkan seragam…
emang kalo ada murid yg cerdas tp ga bisa/ga punya seragam gimana???
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Kategori
Arsip
Koneksi Lain
Link
Meta
Kalender
Foto dalam Flickr
Recent Entries
Recent Comments
Most Commented
Koran Seveners is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease