Para Alumni Berfoto di depan Angka 7 RaksasaPada hari Sabtu, 07 Juli 2007 diadakan reuni angkatan 2000 yang mengambil tema “Nglumpuke Balung Pisah” yang dalam artian bebasnya adalah “Mengumpulkan Tulang Yang Tercecer”. Acara ini dimeriahkan oleh orkes “Keroncong Gayeng”. Dipilihnya tanggal 7 Juli 2007 dikarenakan deret angka 7 yang menurut mereka cukup mempunyai makna penting (mengingat mereka juga lulusan dari SMA N 7 Yogyakarta).

Menurut Meridian Timur (2000/IPA2) “Ide acara ini muncul pada saat wisuda angkatan 2000 berlangsung”, “Selain adanya iringan musik keroncong, dihadirkan pula 2 gerobak angkringan, 1 gerobak mie jawa dan 1 gerobak tela goreng bumbu”, tambah Lintang Karmayoga (2000/IPS1).

Tidak hanya angkatan 2000 saja yang diundang, namun angkatan 2007 yang baru lulus pun mereka undang untuk memeriahkan acara reuni tersebut. “Kami terkendala dengan media komunikasi, sehingga kami kesulitan untuk menyampaikan kabar baik ini kepada angkatan-angkatan yang lain”, ujar Deni Kurniawan (2000/IPS1).

Acara yang sebenarnya telah mendapatkan kesempatan waktu untuk persiapan yang cukup lama ini, ternyata masih dirasa kurang. Hal ini dibuktikan dari 240 Alumni angkatan 2000 yang diundang, hanya hadir sekitar 70 orang saja.

Namun tidak mengurangi keakraban serta rasa kangen terhadap teman-teman alumni lainnya, acara ini tetap dipandang sebagai kesuksesan tersendiri dalam rangka menunjukkan keberadaan keluarga besar SMA N 7 Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan adanya “tele-conference” dengan salah satu alumni SMA N 7 Yogyakarta yang saat ini sedang berada di wilayah timur Indonesia.

Sthanu Kumarawarman (2000/IPA2) menyampaikan bahwa “Terlepas dari kendala komunikasi, pendanaan dan publikasi yang kurang. Acara yang bertujuan mengingatkan kembali tentang Yogya dan SMA N 7 ini tetap bisa menjalin kerukunan dan keakraban kembali para alumni yang selama ini tersebar di berbagai daerah baik didalam kota Yogyakarta maupun di kota-kota lain”.

Hadir pula pada perhelatan tersebut, Ibu Widya Astuti, Ibu Tatik, Bpk. Bakri yang menyempatkan diri untuk hadir dan berbagi kenangan dengan para alumni. Support penuh pun juga diberikan oleh Bpk. Bandono, yang telah menjadi fasilitator dari hajatan reuni ini.

Para Alumni Berjalan-jalan Mengelilingi Kompleks Gedung SMA N 7Tidak hanya berkumpul dan ber”kangen-kangenan” saja, para alumni pun berjalan-jalan mengelilingi kompleks gedung SMA N 7 yang sudah banyak berubah, hal ini membuat mereka sangat kagum dan takjub melihat perubahan dan perkembangan SMA N 7 saat sekarang.

Ketika diinterview oleh Koran Seveners, baik Meridian, Lintang, Sthanu dan Deni sepakat bahwa reuni kali ini memang beda. Hal ini terbukti dengan konsep sederhana namun tetap bisa meningkatkan keakraban diantara para alumni. Selain itu mereka pun berkeinginan untuk bisa kembali sebuah reuni dengan skala yang lebih besar, tentunya dengan bantuan dari berbagai pihak. Nah bagaimana dengan alumni-alumni yang lain ?