Kalau kita nonton televisi, nonton film, atau membaca surat kabar dan majalah, banyak sekali iklan untuk menurunkan berat badan. Banyak yang ikut-ikutan. Tapi perlu enggak sih kita berdiet? Kita bisa melihat bahwa pembicaraan seputar diet ini ada di mana-mana. Ada diet tinggi protein, diet rendah lemak, diet sayur-sayuran, diet tidak makan nasi, dan masih banyak lagi, yang kadang-kadang bikin kita bertanya-tanya sendiri: mana sih diet yang cocok untuk remaja seperti kita? Bahkan, banyak di antara kita yang sampai merasa tertekan karena berusaha keras menurunkan berat badan dengan mencoba bermacam-macam diet. Alih-alih berat badan turun, eh malah banyak yang masuk rumah sakit dan harus dirawat karena salah diet.

Alasan orang melakukan diet bermacam-macam. Sebagian dari kita berdiet karena terlalu gemuk sehingga harus lebih memperhatikan pola makan dan porsi olahraga agar tubuh lebih fit dan sehat. Sementara itu, sebagian yang lain merasa lebih baik dan kelihatan lebih menarik kalau berat badan mereka berkurang beberapa kilo. Ada pula yang berdiet karena merasa harus menjaga penampilan agar langsing seperti model.

Seperti kita ketahui, para model dan artis semuanya memang berbadan langsing cenderung kurus, dan mode pakaian masa kini sebagian besar diperagakan oleh para model yang sangat kurus. Pakaian yang sedang menjadi mode pun seakan-akan baru tampak bagus kalau dikenakan oleh orang yang kurus. Hal ini yang membuat kita tergiur untuk berpenampilan seperti mereka. Padahal sesungguhnya, gaya superkurus para model ini tidak realistis bagi sebagian besar remaja kayak kita, khususnya para cewek.

Pada usia remaja, perubahan bentuk tubuh pada cewek (seperti pertumbuhan pinggul dan payudara) merupakan hal yang alami, walaupun membuat kita tidak lagi berpenampilan seperti para model di televisi yang bertubuh rata seperti papan. Melakukan diet ketat untuk membentuk tubuh kita seperti mereka, bisa jadi malah akan membahayakan diri kita. Salah-salah, kita malah jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit!

Melakukan diet berarti membatasi dengan cermat konsumsi kalori atau jenis makanan tertentu. Selama dilakukan secara proporsional dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan tubuh kita, diet bisa membuat berat badan kita berkurang dan tubuh tetap sehat. Akan tetapi, bila dilakukan secara sembarangan bisa berakibat fatal, terutama bagi kita yang sedang dalam masa pertumbuhan karena kekurangan nutrisi dalam jenis dan jumlah yang tepat dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Diet macam apa sih yang berbahaya bagi remaja? Pertama, diet yang menganjurkan kita mengonsumsi jauh lebih sedikit kalori dari yang kita butuhkan setiap hari. Rata-rata cowok berusia 11-14 tahun memerlukan 2500 kalori per hari dan meningkat menjadi 2800 kalori pada usia 15-18 tahun. Adapun untuk cewek usia 11-18 tahun memerlukan 2200 kalori per hari. Makin aktif, kita akan membutuhkan makin banyak kalori.

Kedua, diet yang tidak memperbolehkan kita mengonsumsi lemak sama sekali. Tubuh kita juga tetap membutuhkan lemak. Diet rendah lemak jauh lebih baik daripada diet tanpa lemak sama sekali.

Ketiga, diet yang membatasi kita untuk mengonsumsi satu kelompok makanan tertentu saja. Diet yang menganjurkan kita untuk tidak makan karbohidrat (nasi, mi, roti atau pasta) sama sekali dan hanya mengonsumsi buah dan sayur saja juga tidak sehat karena kebutuhan kita akan vitamin dan mineral tidak akan tercukupi hanya dengan makan buah dan sayur saja.

Makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur dalam porsi yang wajar akan membantu kita menurunkan berat badan dan tetap tumbuh secara normal. Bagi kebanyakan remaja, lebih banyak aktivitas akan membantu kita menurunkan berat badan tanpa harus mengubah pola makan. Tapi kalau kita benar-benar merasa terlalu gemuk dan ingin berdiet untuk menguruskan badan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu. Kalau menurut mereka kita memang perlu menurunkan berat, mereka akan dapat membantu kita untuk mencapai berat badan yang sehat dengan cara yang tepat.

Untuk membantu kita, berikut ini ada beberapa tips untuk menjaga berat sekaligus kebugaran badan:

  • Berolahraga dengan teratur. Selain untuk menjaga berat badan, olahraga juga baik untuk pertumbuhan tulang yang kuat.
  • Minum susu. Susu tidak membuat kita lebih gemuk. Segelas susu rendah lemak hanya mengandung 80 kalori dan sekaligus mengandung protein dan kalsium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang pada masa remaja kita (bandingkan dengan 120 kalori dari softdrink, hanya berisi gula, tanpa kalsium dan protein).
  • Makan makanan yang bervariasi, termasuk banyak sayur dan buah. Hal ini penting agar kebutuhan tubuh kita akan berbagai nutrisi terpenuhi.
  • Minum banyak air putih, sedikitnya 8 gelas sehari dan kurangi minum yang manis-manis seperti sirup, teh botol, dan soda/softdrink.
  • Makan daging yang rendah lemak dan tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulitnya, ikan,serta kacang-kacangan.
  • Makanlah makanan yang mengandung zat besi, serat, dan vitamin B.
  • Sempatkan sarapan. Penelitian menunjukkan bahwa makan pagi dapat membuat kita belajar lebih baik di sekolah dan makan lebih sedikit sepanjang hari. Sebaliknya, tidak sarapan justru dapat menaikkan berat badan karena tubuh menurunkan metabolismenya untuk menyimpan tenaga.
  • Jangan menggunakan obat-obatan untuk berdiet kecuali kalau kita memang dalam pengawasan dokter.
  • Cewek kehilangan banyak zat besi selama masa menstruasi. Oleh karena itu, pada masa haid ini kita harus lebih cermat dalam mengatur kandungan nutrisi yang kita konsumsi.
  • Cowok tidak perlu berdiet tinggi protein (seperti mengonsumsi 20 telur ayam per hari) untuk membentuk otot. Dengan menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, kita sudah mendapatkan protein yang kita butuhkan untuk tubuh kita. Kelebihan protein tidak lagi disimpan sebagai protein di masa mendatang, melainkan sebagai lemak.

Kesimpulannya, diet itu boleh-boleh saja dilakukan oleh remaja, selama untuk alasan yang sehat dan dilakukan secara sehat dan aman, yaitu dengan cara menjaga pola makan yang sehat dan seimbang. Kita perlu diet kalau pola makan kita ternyata berlebihan, yang justru membahayakan kesehatan. Dalam beberapa hal, diet tidak hanya membuat kita kelihatan lebih baik, tapi juga membuat kita merasa lebih baik.

Namun, yang paling penting bagi kita adalah memperlakukan tubuh kita dengan adil. Jangan sampai kita membenci tubuh kita sendiri hanya karena kelebihan berat beberapa kilogram. Dengan menerima tubuh kita dan membuat pilihan-pilihan yang sehat, kita akan bisa mempertahankan berat badan dalam batas yang wajar dan tetap menikmati hidup. Selain itu, daripada hanya terpaku pada bentuk tubuh saja, lebih baik kita pusatkan perhatian kita pada mengejar kualitas intelektual dan kepribadian kita. Walaupun televisi dan majalah penuh dengan mereka yang kurus dan seolah-olah mode baju hanya diciptakan untuk mereka yang kurus, tenang aja, kita enggak perlu merasa minder. Kalau cuma urusan pakaian, kita bisa kreatif bikin model yang paling pas buat kita. Ingat, cantik atau ganteng itu datangnya dari dalam diri kita. Kalau kita merasa bahagia dengan diri kita sendiri, apalagi kita pinter, baik hati, pandai bergaul, dan berkepribadian kuat, dengan sendirinya kita akan tampil menarik. Oke! Untuk menikmati hidup tidak harus berbadan kurus, berambut lurus, dan berkulit putih.