Malam jumat lalu, tanggal 11 Mei 2007 jam 20.00, di gedung Sociatet Taman Budaya Yogyakarta diadakan ketoprak keliling. Acaranya lumayan menarik, karena banyak banged yang nonton, aku juga ketemu ama anak SMAVEN yang kesana. Ketoprak keliling ini diselenggarakan oleh NICCO (Nippon International Cooperation for Community Development) dan Japan Platform serta dibantu oleh pihak-pihak lain yang gak bias disebutin.
Ketoprak keliling ini bertemakan “LINDHUâ€, kenapa mengambil tema ini???? Cozzzzzz, usai tanggap darurat NICCO dan Japan Platform mengadakan program psiko-sosial untuk anak-anak sambil menyelesaikan pembangunan SD Sukorame. Akhir Desember 2006 timbul gagasan melakukan “trauma healing†sekaligus pemberdayaan potensi kesenian di wilayah kecamatan Dlingo. Untuk itu NICCO dan JPF meminta seniman Bondan Nusantara bekerjasama dalam program “Drama Tour†(pentas ketoprak keliling) yang melibatkan warga masyarakat dari berbagai profesi setelah sebelumnya memberi fasilitas pada masing-masing kelurahan untuk menggelar pentas ketoprak disela latihan ketoprak gabungan lakon LINDHU yang dipentaskan di berbagai wilayah bantul dan Yogyakarta. Dan selama ini sudah pentas di Bambanglipuro, Mangunan, Dlingo, swanden, dan yang terakhir di TBY.
Gini Lho Sinopsisnya, beberapa sumber menyebutkan, gempa pernah terjadi ketika Sunan Amangkurat naik tahta sehingga keraton mengalami rusak parah. Ratusan rumah porak poranda sehingga kehidupan sedang sulit akibat kekalahan Sultan Agung ketika menyerang Batavia. Sedangkan sunan harus memindahkan keraton dari Kerta ke Peret serta membangun bendungan di Desa Sengarayasa. Melihat kehendak itu Ratu Wadan dan pangeran pekik menasehatkan Sunan untuk mengurungkan niatnya mengingat rakyat menderita akibat paceklik. Namun nasehat itu justru membuat sunan marah terlebih lagi saat Pangeran pekik dan ratu Wadan mengambil Hoyi, calon selir Sunan, untuk dijadikan istri Putera Mahkota Mataram.
Ceritanya gak garing-garing amat coz disela ama lelucon2 yang emang lucu. Selain buat hiburan, lumayanlah dapet ilmu sejarah, he2x namanya juga anak IS. Di koran juga dituliskan NICCO akan menjadikan program pertunjukkan ketoprak keliling ini sebagai proyek percontohan untuk misi kemanusiaan. Bahkan akan diterapkan di negara lain yang mengalami bencana.
4 Responses
Meenan
May 20th, 2007 at 18:37
1Ayo, kapan2 GPBTne diganti kethoprakan atau ndangdutan ae!!!!
Melestarikan budaya gitu!!!
mumuw
May 21st, 2007 at 14:51
2oalah saia stuju banget itu
pasti asyik bin seeeerrrrruuuuu
Ilham
May 29th, 2007 at 9:42
3aku juga seneng ketoprakan jeeee yooo kru koran bikin ketoprakan lakone ande2 lumuten mesti gayenngg..
reza
December 5th, 2007 at 22:21
4Hidup budaya indonesia!! Aku yo wong jogja iki. Dadi yo seneng2 ae karo ketoprak.. Hahahah..
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Kategori
Arsip
Koneksi Lain
Link
Meta
Kalender
Foto dalam Flickr
Recent Entries
Recent Comments
Most Commented
Koran Seveners is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease