FlashbackLain-lainOpiniSeputar SMAN 7

Sedikit kisah demi ‘kemajuan’ dan ‘harapan’

Jalan jalan sore menikmati hangat siratan cahaya matahari, mmm…, nikmatnya! Guguran daun di pinggiran jalan mengingatkan akan hati yang mulai terkikis oleh arus peradaban, sungguh menyakitkan. Jalan ini terasa sangat indah dibawah siraman air keran. Tersadar akan tempatku berdiri sekarang, tapi sebelum tiba di sini, terlintas di mata sebuah tulisan yang tak asing lagi, MRC!

Ya, Midnight Rebel Crew dan langsung terlintas di pikiranku “kesalahan…”. Berdiri di depan tempat menimba dan menempa ilmu ini membuatku tak tahan, “masuk ah…” Lewat jalan bagian barat gedung induk aku terus melaju lurus tanpa ada perasaan apapun. Tiba-tiba mata dan hatiku terkait di tempat itu, kubuka ruangan itu, lambang OSIS tertampang gagah, tapi kenapa yang terlintas di pikiranku hanyalah sebuah kekecewaan dan penyesalan.

Bukan tentang OSISnya tapi, huh… Bukan hanya aku yang merasa. Ya, semua merasa. Yang terasa sekarang hanya penyesalan dan penyesalan, gimana nggak menyesal, karakter-karekter dari kelas X yang diharapkan akan muncul malah tidak terbentuk sama sekali, kalaupun ada, masih bisa dihitung dengan jari!

Tapi itu sebenarnya bukan masalah utama yang akan kita bicarakan. Kita bicarakan itu nanti saja! Sekarang permasalahannya adalah bagaimana para “penggede”nya OSIS, ROHIS, Brata, PK yang notabene adalah organisasi organisasi terbesar di SMA Negeri 7 Yogyakarta kita tercinta ini akan meregenerasi untuk generasi setelah mereka. Apakah mereka harus “waton” menunjuk orang untuk meneruskan, ya kalau memang benar, tapi kalau malah nggak karuan???

Mmm… setelah melakukan berbagai macam penelitian, percobaan, riset yang dilakukan oleh para professor-profesor ilmu alam dan sosial (hanya hiperbola), akhirnya mereka menemukan titik terang. Menurut mereka ini adalah sebuah produk gagal GTB “gempa”. GTB (Gladi Taruna Bhakti) yang seharusnya menjadi ajang pembentukan karakter, penguatan mental, pengenalan diri, serta kecintaan atas almameter malah dibuat menjadi ajang “dolanan” untuk kelas X. Sungguh suatu penyesalan yang sullit di obati. Tapi kita tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi untuk kedua kalinya. Kita tidak akan terlena dengan kenyataan yang terjadi. GTB kali ini adalah GTB yang akan mencetak Seveners tangguh. Bukan ajangnya senior untuk membalas dendam atau ajang pembodohan.

Untuk itulah mulai terbentuk sebuah panitia yang akan “menempa” newbie-nya seveners besok. Panitia GTB harus kompak dan diharapkan dapat menyatukan semua seveners, dan bukan panitia yang terpecah belah. Panitia GTB pokoknya harus kompak, tidak boleh ada perpecahan. Kita akan perbaiki GTB yang pernah ada dengan yang lebih berkualitas. Setuju…!!

Selamat buat yang terpilih menjadi panitia GTB besok, semoga kalian bisa bekerja sama dengan baik. Amin. Oh iya, ada pertanyaan dari seseorang, “mengapa sih harus ada GTB segala…????” Jawabannya “coz we love our school and almamater” simple kan!

Akhirnya aku tutup kembali ruangan itu dengan harapan semoga perjuangan kita tak akan pernah pudar dan semoga tak akan pernah ada penyesalan yang kedua kalinya, Amin.

24 Comments

  1. Sebaiknya jangan menyalahkan siapapun, karena sebenarnya memang jalan inilah yang harus dilalui oleh organisasi terbesar kita. Tak ada yang salah. Lebih baik ambil saja nilai positifnya (kalau memang ada). Siapa tahu dengan melalui jalan ini, nantinya akan ada “gebrakan baru” yang bersifat membangun almamater kita. Yah, walaupun gebrakan itu tidak muncul pada saat ini…. Tapi semoga saja memang bisa lebih baik lagi untuk tahun-tahun selanjutnya.
    Satu lagi, keberhasilan benar-benar dapat dirasakan jika pernah ada kegagalan di dalamnya. Jadi jangan pernah sesali kegagalan yang pernah terjadi, karena kegagalan seharusnya mampu memotivasi untuk mencapai keberhasilan.

  2. nggak ada yang pantas untuk dipersalahkan, semua orang punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. tinggal bagaimana kita menyikapinya ajah,.,,,, ya tho ya?????

    kesalahan bukan untuk diingat tapi untuk dimaafkan dan dijadikan pelajaran agar langkah yang kita ambil semakin baik,,,, amin…

  3. emank sih nggak ada yang harus dipersalahkan, tapi paling tidak kita semua harus sadar bahwa kemajuan sekolah kita tercinta merupakan tanggung jawab bagi kita semua gitu

  4. emang nasi telah menjadi bubur….
    tapi jangan disesali karena dengan bubur itu kita masih bisa membuat sesuatu yang lebih bermanfaat…
    for example:
    ditambah dengan daging ayam, kedelai goreng, kuah ayam dan jadilah BUBUR AYAM….mmm enak

    ohhh aku punya ide bagus, kalo gitu OSIS buat usaha baru aja, buat warung “bubur ayam”, gimana kerenz kan…

  5. ASSALAMU’ALAIKUM…

    halo rebelina aku lebelorenz kita teman dekat kan…, emang panitia GTBnya dah kebentuk po?
    medeni mesti wonge galak – galak…hiiii gerrrr
    SUKSES SELALU…OKE

    WASSALAMU’ALAIKUM…

  6. kembalilah pada diri kalian masing2…
    maka dari itu bentuklah panitia yang kompak dan jangan cuma nampang diri doank…..tyuz siapkan panitia dan segala sesuatu dengan matang….
    pokoknya chayo z dech bwt kalian yang jadi panitia…..
    bentuk generasi penerus seveners dengan sebaik-baiknya…..

  7. Maafkan aku, aku bukannya bermaksud menyalahkan banyak pihak!!! Aku hanya meminta supaya kesalahan ini tidak terulang ditahun mendatang!!!

    JAdi, kita sebagai kakak kelas harus mengayomi, bukan malah menghancurkan mereka, sama seperti yang kakak kelas kita lakukan pada kita!!!

    Cheers!!!

  8. HM… sebagai alumni…. speechless lah… yang penting tidak menyalahkan, atau menyalahkan yang menyalahkan, pokoke jangan pernah ngejudge orang deh, yang objektip ajah belon tentu pantezzz… apalagi subjektif.

    mending dirembug bareng, bagaimana caranya memperbaiki itu semua…

  9. dari salim a.fillah untuk rebelina, kamu salah klo kamu nyalahin panitia, panitia tidak seratus persen melakukan hal yang sebodoh itu, kami terpaksa melakukannya mungkin klo kami bisa, mampu, dan dapat ijin dari skul pasti tak akan terbentuk adik kelas yang kakak kelas bilang “njengkelke”. Tapi makasih yaa atas kritikannya untuk ke depan kami tak akan mengulanginya lagi.

  10. kayaknya kebanykan comments banyak yang nyalahin panitia GTB tapi gmn anak kelas X sendiri !? ak mo tanya nih kenapa GTB kemaren pk embel2 “gempa”,gimana kalo tahun besok jadi ?GTB “tsunami” ato GTB “banjir” kan lebih kerenz ! oh ya btw MRC udah jadi GBS ato Gerakan Bakti Soksial

  11. aku ingin begini….
    aku ingin begitu
    ingin ini
    ingin itu
    BANYAK SEKALI
    jangan egois
    realistis ajah……..
    panitia
    atau peserta juga manusia
    yabf punya keterbatasan……..

  12. orang bilang belajar dari pengalaman adalah hal yang lebih baik
    Majulah-majulah………
    putra-putri SMA 7
    Jayalah-jayalah……….
    Widya bakti taruna sejati
    jadi bagaimana sikap kita terhadap orang lain
    begitulah sikap orang lain kepada kita

  13. halah aku barusan denger kabar ney kalo banyak yang cari tau tentang rebelina ya???? hyoooo tebak2 berhadiah……..
    yang tau tak kedipin wiz… he9…………
    nggak usah pada curiga…….
    ayoo cari tau he99999

  14. HA…HA…
    AKU DATANG UNTUK MENJADI PEMBERONTAK DI SEVENERS….
    PEMBERONTAK UNTUK PERUBAHAN….
    PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK TENTUNYA….

    HE…HE…
    JADI INGAT….WAQSPADALAH….WASPADALAH

  15. baggguuussssss aku dukung 100%
    tapi ati2 ya reb, coz banyak yang nyariin kamu niy bahaya…..
    take care of ur self

  16. iya neh… salah siapa Rebelina maen api…
    nggak ada asap kalo ngga ada api…
    yo wis, sembunyi aja terus… besok aja ngakunya, ato malah ngga usah ngaku sekalian!!!!
    Buat wenan, makanya keep update koran seveners!!!!

  17. bener tuh kata _roel tapigimana lagi ya….. emang dari sononya sulit untuk ngerubahnya. bisanya kalo ada apapa ma mereka trus mereka sadar…trus berubah. tapi nggak semudah itu deh kayaknya. lebih baik kita makan bubur ayam buatan mazzkerzz

  18. wah..telat neh…

    sebenarnya g perlu menyalahkan diri sendiri/juga orang lain. kita semua pernah ngalamin GTB (yang ikut 😉 dan harus bisa merangkum semuanya “Buat apa seh GTB?” ingat 5W 1H. Saya yakin tidak 100% GTB gagal, paling tidak nilai kekeluargaan bisa tercipta, namun yang jadi salah kaprah adalah kekeluargaan yang (-) yang lebih berkembang.

    Menurut saya, mulailah untuk berkorban kepentingan pribadi, lihat dimana kita tinggal (hidup). Saat rumah kita bagus, kita pasti akan bangga. Begitu pula sebaliknya, saat rumah kita hancur, mengakuinyapun kita tidak mau.

    berjuanglah untuk sebuah perubahan yang (+).
    jangan sampai kalah dengan alumni2 yang masih mau mendedikasikan diri untuk memperkenalkan SMA 7 Yogyakarta sampai tingkat Nasional bahkan Internasional.

    BRAVO…!!

  19. eh yang dicari bukan cuma rebelina aja loh…. geez juga banyak yang nyari? gimana geez? apakah sudah ketahuan kalau itu ‘kau’?

  20. iya tuh… si geez punya banyak nama samaran…
    aku tau lho siapa dia….
    dia itu khan temenku…
    nama aslinya adalah….

    males ah, ntar ndak dimarahin…

  21. buat adek2q yang mo pada “lengser”
    jangan lupa untuk memilih “kandidat2” yang terbaik
    ayo buat iklan sebanyak2nya biar adek2nya pada tertarik
    apalagi untuk PKnya..
    aq yakin kalian pasti bisa untuk memajukan PK
    adek2nya diajak ngapain kek
    biar bisa menjadi generasi penerusnya PK
    PK bisa menjadi suatu organisasi yang bagus, yang solid
    asal semua PH dan anggota bisa saling mengayomi, saling ngerti
    thats it…
    ntar kalo ada yang perlu ditanyain ke alumni, tanya aja
    gak usah malu…
    sebuah pembelajaran itu butuh bertanya..
    ok?
    SEMANGAT YA…!!!

  22. eh up date GTB 2008 dumps…..

    katanya ada “virus” yang menjangkiti panitia ya???

    hayo… sapa yang brani posting bt yang satu ini???????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
error: Jangan yaa brotherkuu :)