Tulisan ini bukan milik saya, melainkan sebuah curahan hati seorang siswa, dan dipublikasikan sekedar untuk saling berbagi kepada teman yang lain, bagaimana kita menyikapi suatu permasalahan yang kita hadapi.
———————————————————————————–
Aku menyelami hari ini dengan kelabu. Komitmen yang telah kubangun, apakah harus kuakhiri? Aku tidak kuat lagi.
Pertama kali aku bertemu dengannya, enam tahun lalu. Saat itu kami hanya bertukar sapa tanpa pernah saling akrab. Kami cuma say-hello dan tersenyum. Lagi pula saat itu aku masih kecil. Dan dua tahun kemudian kami harus berpisah, meneruskan kehidupan kami masing-masing.
Aku tak tahu, setelah berpisah dengannya aku merasa ada sesuatu yang hilang dari diriku. Aku tak tahu apa itu. Mungkin aku telah merasa bersalah karena tidak sengaja melukai hatinya. Tapi aku tak bisa minta maaf.
Hidupku kujalani dengan hampa. “Hampa” seperti lagu yang dinyanyikan oleh Ari Lasso. Tiga tahun pertama tanpa dirinya, aku lalui dengan baik. Aku bisa lebih konsentrasi ke sekolahku dan beralih memikirkan prestasi dan masa depanku. Tapi keseriusanku harus dibayar dengan kegagalan. Nilai ujian akhirku jeblok. Kerena saat itu kondisi fisikku sedang lemah-lemahnya sehingga aku tidak bisa maksimal dalam mengerjakan soal ujian. Akibatnya peringkatku jauh tertinggal di bawah teman-temanku yang dulunya tidak terlalu pintar. Selain itu, aku harus puas meneruskan sekolah di sekolah yang dulunya tidak pernah kuimpikan.
Karena kecewa dengan kegagalanku, di sekolah yang baru ini aku ogah-ogahan dalam urusan belajar. Aku lebih suka mengikuti kegiatan lain di luar pelajaran pokok dan ikut dalam berbagai keanggotaan keorganisasian di sekolah.
Mungkin inilah yang kemudian membawaku dan menjadikanku menyukai seorang teman yang tergabung dalam satu organisasi denganku. Tapi sayangnya orang itu lebih menyukai teman dekatku. Aku kecewa berat. Hal itulah yang membuatku berkomitmen untuk tidak akan pernah lagi bersungguh-sungguh dalam menyukai seseorang, apalagi sampai berpacaran!!
Sampai dalam suatu acara tahunan di luar sekolah, aku kembali bertemu dengan temanku semasa kecil, yang di awal cerita aku sebutkan. Awalnya aku tidak berharap banyak, karena ternyata ia sudah agak melupakanku, lagi pula kita juga tidak satu sekolah. Jadi buat apa aku dekat dengannya??
Tapi ternyata aku salah. Tanpa kuduga, dia sering menghubungiku lewat SMS. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku benar-benar merasa bahagia. Aku mulai menjadi teman dekatnya dan menjadi teman curhatnya, sekedar mendengarkan keluh kesah dan kebahagiaannya.
Dia semakin sering meng-SMSku, bahkan setiap hari! Sering, dia mengajakku keluar untuk jalan bareng, namun aku selalu menolaknya. Sekali lagi, aku masih punya komitmen yang tak bisa dilanggar!!!
Cerita hidupnya yang seru, menegangkan dan berbeda semakin membuat kekagumanku padanya bertambah, dan rasa sayangku ke dia makin menjadi.
Dan suatu hari, di hari ulang tahunnya aku ingin memberikan sesuatu untuknya. Aku memaksanya untuk bertemu denganku. Aku tahu, aku egois. Aku sering menolaknya untuk ketemuan, tapi aku malah memaksanya untuk bertemu denganku. Saat itu aku berpikir, mungkin sekaranglah kesempatanku yang terakhir. Mungkin aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi…
Ternyata firasatku benar. Sejak saat itu, dia tidak pernah menghubungiku lagi dan aku tak pernah bertemu dengannya lagi. Kabarnya, dia sudah bahagia bersama orang lain.
Dua bulan berlalu, namun aku tak bisa munafik. Aku masih mengharapkannya. Mungkin keegoisankulah yang membuatnya pergi. Mungkin ketidakpastiankulah yang menjadikan dia benar-benar ingin melupakanku.
Sampai sekarang, aku masih menunggunya, walaupun itu melelahkan. Walaupun itu menyakitkan bagiku. Aku tetap akan menunggunya, sampai aku tak kuat lagi… Entah sampai kapan aku akan menunggunya….
12 Responses
mumuw
March 27th, 2007 at 9:58
1buat yang punya crita diatas,,,,,,
just wanna say,,,, kalo yang ngalamin crita kayak gitu nggak cuma kamu…. aku juga pernah ngalamin kayak gitu,,,,
bedanya sekarang aku sadar kalo aku harus bener2 berjuang untuk nemuin kebahagiaan sejatiku. blom tentu dengan berkorban dan menunggu adalah kebahagiaan kita yang sebenernya.
aku saranin coba baca novel ” A PERFECT LOVE” disitu kamu bakal dikasih tau gimana caranya memeperlakukan orang yang kita sayang dan gimana caranya kita menemukan kebahagiaan kita……
tapi kalo kamu mau nuggu ya terserah seccc,,,, itu juga suatu perbuatan yang sangat mulia tapi jangan sampai kamu lupa bahwa kamu punya masa depan yang harus kamu kejar…..
buat dia tau kalo kamu sayang sama dia,,,,,, just bilang aja “aku sayang kamu” tanpa harus meminta dia menjadi pacar ,,,,,inget just bilang,,,,,, ok????
roel
March 27th, 2007 at 10:08
2yup!emma bener….
eh em sekalian aku juga mau pinjem tuh novel abiz siti ya… tengkyu….
mumuw
March 27th, 2007 at 10:26
3sorry nambah lagi,,,,,buat tukang ngadminnya,,,, enak banget seh jadi tempat curhat?????
skali2 boleh lah saia curhat pada anda……..
bilang ma orang iniy ya,,,,, jangan pernah lealah untuk mencintai,,,, just berbagi,,,,
rezza
March 27th, 2007 at 23:29
4Yupz bener kata mumuy (sapa ya nih???), menurutku melihat kebahagian orang yang qt sayangi adalah salah satu cara mencintai dan menyayangi orang lain.
n’ buat yang punya crita, aq yakin, next time u bakalan ktemu yang lebih baik. Yang penting mah, kamu teh harus buka hati (pintu hati yang tlah kaututup…..bolehkah kubuka..?, ntar pasti ada yang kan bilang seperti itu padamu)……..Good Luck
neza
March 28th, 2007 at 14:39
5deAr fRiend…
buaT yG cuRhaT…pesEn gW
“lifE muSt gO oN” n “eveRytHiNG iS gonNa bE okAy”…tErseRAh buAt kM yG mo nungGu dY pA gaK yG kM tW kLo “mEnuNgGu teRnYatA mEnyaKitkaN”…n gak sElamanyA…”mEnGaLah buKan b’aRti kaLaH”…n “jGn sampE oRg yG kM sYang gaK tW klO kM syaNg mA dY” jG “kEbaHagiAan gaK akN dtG klO kM gaK bRusaHa nGedapEtiNnya”…
KEEP FIGHT okey….
*KotZ*
March 30th, 2007 at 13:15
6cinta gak selamanya harus memiliki..
sijeruk
March 31st, 2007 at 11:16
7kalo itu maaahhhh… saya juga tujuh tahun baru dimaapin!
Tukang ngadmin
April 21st, 2007 at 0:14
8Wah, berbagai komentar muncul…
Tapi daku belum dikontak nih ama yang curhat, ya mungkin belum aja, ntar juga mesti kontak lagi kepadaku, :)
Triminan
May 17th, 2007 at 12:47
9Kadang, cinta itu memang nggak seindah yang kita bayangkan… kita terlalu mengimpikan hal yang terlalu jauh, padahal banyak orang di sekeliling kita sangat peduli kepada kita… Jadi cobalah sayang apa yang kita punya!!!!!!!!!!!!!!!
tukang cetak
May 18th, 2007 at 10:03
10walah..daripada meratapi putus cinta dan menunggu sesuatu yang tidak pasti, mending waktu yang ada buat cari duit dan lanjutin karir ke depan… cinta hanyalah bumbu kehidupan. pada saatnya nanti akan ada pasangan hidup buat kita..
banyak duit banyak yang dateng kok! tp hati-hati duit terkuras… wahhaha… semangat!
Eh admin…sing crita siswa / alumni?
Tukang ngadmin
May 18th, 2007 at 11:27
11Tukang Cetak, di atas kan juga udah tertulis, curahan hati seorang siswa. Jadi ya mestinya masih siswa to ya. Namun sampai sekarang aku juga belum dikonfirmasi lagi oleh dirinya. Ya, tidak menjadi masalah, pastinya dirinya sudah memiliki solusi terbaik..
mumuw
May 18th, 2007 at 14:35
12cinta ya????? kata seorang teman deketku,,,,, CINTA DERITANYA TIADA AKHIR?????? apa bener???? aku juga nggak tau
yang jelas waktu aku tau aku bisa jatuh cinta ma orang laen aku tau bahwa emang itu kodrat manusia,,,,, berbagi,,,,,,
dari cinta rasa simpati muncul,,,,, keinginan untuk bersama juga ada,,,,,dengan cinta kamu juga bakal tau gimana rasanya sakit hati,,,, cemburu,,,, cemas,,,,, takut kehilangan…. dan yang paling gedhe adalah PERJUANGAN……….
cinta diberi oleh Sang Maha Cinta
tapi,,,,,
sudahkah kita Mencintai-Nya????
coz stau saya…..
hanya cinta kepadaNya yang tak pernah ada patah hatinya,,,,,,,, tapi abadi…… dan suci………
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Kategori
Arsip Koran Seveners
Koneksi Lain
Link
Meta
Kalender
Foto dalam Flickr
Recent Entries
Recent Comments
Most Commented
Koran Seveners is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease