Setiap pagi ketika kita datang ke sekolah, terutama untuk seveners yang menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah pasti kenal dengan bapak yang satu ini. Kita biasa memanggilnya dengan sapaan “Pak Satpam”, tetapi tentunya beliau punya nama yaitu Pak Agus Wardiyono.

Beliau berperawakan kurus kecil tapi jangan salah, kecil-kecil begini beliau ini adalah orang yang sangat kuat. Bagaimana tidak, beliau yang mengatur kendaraan siswa yang jumlahnya bisa mencapai ratusan tiap paginya. Tidak pandang panas maupun hujan, beliau tetap setia menjalankan tugasnya sebagai… satpam(?)

Kalimat saya merupakan pertanyaan untuk seluruh warga SMA N 7 yang membaca artikel ini. Betapa tidak, tugas yang ditanggung beliau sangat berat mulai dari mengatur kendaraan siswa, menyapu halaman sekolah, menjaga lingkungan sekolah, dan lain sebagainya. Berapa puluh tahun sudah beliau lewati bersama SMA N 7 kita tercinta sejak tahun 1995. Tapi apakah kita pernah sedetik saja memperhatikan atau menyapa beliau? Ya setidaknya kita tersenyum padanya? Padahal sehari saja tanpa beliau, kendaraan-kendaraan kita bisa berjubel tidak karuan di parkiran. Apakah hanya karena beliau ini adalah seorang “satpam” lalu kita memandang beliau sebelah mata? Pikiran yang sangat picik jika kita berpikiran seperti itu. Bayangkan saja jika beliau tidak ada, kita datang ke sekolah tapi sampai di sekolah motor kita tidak bisa masuk ke parkiran karena sesak dan berjubelnya motor di depan pintu masuk. Apakah itu yang kita mau? Tentu tidak. Dan ketika kita akan keluar dari parkiran, tapi kita kesulitan mengeluarkan motor pasti pak satpam selalu siap membantu kita. Apakah sangat sulit bagi kita mengatakan “terima kasih” padanya? Padahal apa yang sudah kita terima darinya sangat banyak dan mungkin tidak cukup kita balas dengan mengucapkan ribuan kata terimakasih padanya.

Pak Agus - Satpam