Kisah perjalanan ini mungkin sudah berlalu lama, tapi tidak apalah untuk diceritakan sekarang, karena ini merupakan pengalaman tersendiri yang setidaknya bisa kami ceritakan kepada semuanya, dan beginilah kisahnya…
Tanggal 28 Desember lalu WHO dan teman-teman pecinta alam lain mengadakan pendakian ke Gunung Semeru, dalam rangka merayakan Natal, Idul Adha, dan Tahun Baru. Banyak pemandangan dan tempat yang bagus untuk diceritakan, dan sayang untuk dilewatkan. Di bus, perjalanan menuju Tumpang (Malang) dapat kita lihat Candi Perambanan, Pemandangan kota waktu malam dilihat dari Batu Malang, terus ada yang bikin penasaran “Ular Raksasa Kembar Tiga” itu plakat yang banyak ditemukan di pinggir jalan di Batu Malang. Itu cuma sebagian kecil yang ada dari seluruh perjalanan kami.
Berawal dari Perjalanan dari Tumpang (Malang) menuju Resort Ranupani dengan Jeep yang begitu mengasyikan. Kami melewati perkampungan penduduk yang banyak ditananmi buah Apel, rasanya pengen deh turun sebentar untuk sekedar mencicipi segarnya Apel Malang. Dan enggak kalah menarik lagi ketika jajaran Gunung Bromo yang menampakkan kesuburannya, dan membuat kami berkata “Bromo, kapan-kapan kita datang”, sekarang ya… Semeru I’m coming. Tapi diperlengkap lagi dengan jurang-jurang yang curam, yang buat hati kami dag dig dug duer… Sesampainya di Resort Ranupani kami disambut oleh Danau Ranupani yang Indah banget, ngeliat air jadi inget kalo kami enggak bakalan mandi berhari-hari ni.
Perjalanan yang sebenarnya kini sudah dimulai, kami sudah nggendong tas masing-masing, dan menapakkan kaki di jalan yang menanjak menuju Danau Ranukumbolo. Diawal perjalanan tidak ada pemandangan yang begitu indah, Cuma terlihat banyak pohon berguguran dan enggak sedikit juga yang menghalangi jalan. Karena musim hujan juga, jadi jalan jadi becek, tapi syukurlah selama perjalanan siang itu enggak hujan. Sering terdengar nyanyian burung-burung yang merdu membuat perjalanan makin semangat. Dari jarak yang enggak begitu jauh sudah terlihat begitu indahnya Danau Ranukumbolo yang sudah dinanti. Menelusuri Danau begitu menyejukkan, hingga membuat kami terlupa akan kelelahan yang ada. Malam itu (29 Desember 2006) kami nginep disana.
Pagi menjelang, matahari mulai menyapa, hari makin siang, kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Arcapada. Perjalanan pertama yang begitu berat, kami dihadapkan oleh tanjakan yang begitu terjal, dan tanjakan itu dinamakan “TANJAKAN CINTA”. Konon katanya Tanjakan ini memiliki cerita tersendiri, barang siapa yang dapat melewati tanjakan tersebut tanpa berhenti, maka orang yang kita cintai dapat kita miliki. Nah kami berlomba-lomba untuk dapat melakukan ritual tersebut. Tapi… itulah yang dinamakan mitos, tiada hasil. Perjalanan kali ini lebih menyenangkan, terlihat banyak pemandangan yang menakjubkan. Setelah tanjakan cinta kami lalui dengan semangat, terlihat padang rumput yang luas banget, itulah yang dinamakan Oro-Oro Ombo, wah kami jadi pengen berguling-guling disana, he he he.. Ada sedikit bagian dari Oro-Oro Ombo yang banjir. Setelah melewati Oro-Oro Ombo, kami melewati hutan yang banyak terlihat pohon-pohon yang terbakar, malah ada yang masih hangat-hangat kuku. Hutan gosong lewat, hamparan tanah luas menyambut. Dan ada sungai yang sudah tidak aktif lagi dan diberi nama Kali Mati. Kami mencoba menelusuri Kali Mati tersebut dan mencoba mencari sumber mata air. Dan terdengar gemercik air yang alirannya tidak begitu deras. Setelah mempersiapkan air dari Kali Mati untuk persediaan di Arcapada, kami kembali melanjutkan perjalanan. Jalan yang kami lewati lumayan menanjak dan banyak hamparan pasir yang mudah lengser. Akhirnya kami sampai juga di Arcapada, dan kami mendirikan tenda dalam keadaan hujan. Karena malam itu malam takbir, maka kami melaksanakan takbir di tenda, di sela-sela takbir sebagian dari kami ada yang mendengar tangisan seorang wanita, namun tangisan tersebut hanya berlangsung sebentar. Ternyata bukan dari tenda kami saja, itu juga terdengar oleh cewek-cewek di tenda lain. Mitosnya cewek yang menangis itu adalah seorang pendaki yang meninggal disana.
Rencana jam 3 pagi kami mau berangkat menuju Mahameru, akan tetapi alhasil jam 6 pagi kami baru berangkat. Tapi sayang perjalanan terakhir yang sudah kami nantikan terkikis oleh besarnya hujan badai yang menerpa kami. Tak apalah, setidaknya kami sudah berusaha menggapai puncak tertinggi Pulau Jawa. Cuaca mulai bersahabat, namun tak mungkin jika kami harus melanjutkan perjalanan yang tertunda, karena jika sudah pukul 09.00 letupan yang keluar setiap 10 menit sekali mulai merambat ke jalur pendakian. Maka sangat berbahaya kalo kami nekat jalan terus pantang mundur.
Akhirnya perjalanan dialihkan menuju kembali ke Ranukumbolo. Walau begitu putus asa, kami harus tetap pulang dan mengumpulkan harapan yang telah hilang untuk kembali menaklukan Mahameru. Di Kali Mati kami sempat berhenti sejenak berteduh dari hujan badai yang tak kunjung reda. Tapi walau badai menghadang kami akan tetap melanjutkan perjalanan (badai pasti berlalu). Sesampainya di Ranukumbolo kami istirahat sampai malam menjelang, karena hujan tak kunjung reda, jadi udara pun terlampau dingin sekali. Pret.. Pret2.. Pret3.. bunyi trompet dan sorak bergembira dari para pecinta alam mulai terdengar. Kami bangun, walau hanya sekedar pindah posisi tidur yang gak PW sampe masak-masak hidangan yang lumayan special (example: nasi goreng special) dan itu semua cuma untuk memperingati Tahun Baru, Happy New Year!!!!
Keesokan harinya kami berkemas untuk segera kembali menuju Resort Ranupani, badai kembali datang. Di perjalanan banyak sekali pohon yang tumbang menghalangi jalan. Sampai ditengah-tengah perjalanan terjadi longsor, perjalanan pun semakin sulit. Karena cuaca yang tak bersahabat dan sesuatu halangan yang tidak bisa diceritakan maka keterlambatan pulang pun tak terhindari lagi. Maka sampai disinilah perjalanan WHO di Semeru, tapi itu semua tak menyurutkan niat kami untuk menaklukan Semeru, Mahameru selalu kita rindu.
2 Responses
stiffler
June 3rd, 2007 at 1:26
1keren yah.. cerita pengalamanmu, taun baru di puncak mahameru… cewk seimut kmu bsa nyampe sana… gilee
gw pngen ksana nih, bole minta fto2nya dunk!!
kirim ke emailqu yooo..
erwincakep_08@yahoo.co.id
chie ully
March 6th, 2008 at 9:05
2that’s good journey!
saya jd mo nanjak lagi,,,,,,,
tetap semangat yoW!
psti laiN x biSa mPe punCaknya……………..
go peCinTa aLam Go!!!!!!!!!!
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Kategori
Arsip
Koneksi Lain
Link
Meta
Kalender
Foto dalam Flickr