The Fly kini hadir dengan album kelimanya yang siap rilis akhir Februari 2007. Album ini mengangkat lagu-lagu baru dengan balutan yang lebih ngerock, meminimalisir sampling, dan diperkuat dengan hadirnya seorang vokalis yang mempunyai karakter vokal rock yang unik yang telah teruji dihadapan jutaan pencinta musik di Indonesia. Wajar saja bila band yang pernah sukses dengan single Pelangi semu, Air mata suci (1997) Terbang, Dan semua.., Bidadariku (2000), Palsu, Berlalu, Biru (2002), Tetap disini, Bila dan Damailah (2004) menjanjikan warna yang segar untuk didengar di album kelimanya kelak.

“Tidak dapat diingkari image The Fly yang sudah punya empat album melekat erat dengan vokalis yang lama. Karena itu kami ingin ‘lahir kembali’ dengan adanya vokalis yang baru ini,” tandas Kin.

Lagu-lagu baru The Fly kali ini lebih up-beat dan semakin mantap di jalur modern rock yang sudah menjadi identitas The Fly sejak dulu. Di album ini The Fly tak melulu mengandalkan bunyi sampling atau synthesizer, bahkan efek-efek vokal dan distorsi untuk album ini diminimalkan demi mencapai sound yang lebih jelas. The Fly ingin mengekspos kemampuan masing-masing individu. Mereka kini kembali dengan konsep yang lebih nge-band, image yang lebih cerah dan tentunya lirik lagu yang jauh dari kesan puitis. “Kami ingin membuat lirik yang lebih nyantai dan memakai bahasa sehari-hari,” tutur Kin.

Ladies and Gentlemen…please welcome….

Adalah Gian, nama yang disebut-sebut mengisi posisi vokal pada The Fly. Vokalnya sudah akrab menyapa telinga penggemar musik Tanah Air. Dia tak lain adalah Firman ‘Idol’ Siagian, 3 besar seleksi Indonesian Idol 2. Gian adalah nama kecil cowok kelahiran Balige 3 November 1978 ini. Sejak di Idol, Gian sudah menunjukkan ciri khasnya dan tampil berbeda dibandingkan dengan kontestan yang lain. Warna suaranya kental dengan rock & blues dan lebih terasa American style-nya. Ternyata, keberhasilan Gian di Idol diperhatikan oleh personil The Fly lainnya. Atas saran seorang teman, Gian dicalonkan menjadi salah satu kandidat vokalis The Fly. Walaupun warna musik The Fly lebih ke arah European style, hal ini tidaklah menjadi kendala. Malah para personil The Fly merasa bahwa jika dua jenis warna musik yang bertolak belakang ini disatukan dalam sebuah project band, bisa menghasilkan suatu warna yang unik dan fresh. The Fly akhirnya meminta Gian untuk menyanyikan lagu-lagu The Fly. Ada beberapa tahap yang harus dijalani Gian. Membawa lagu yang sudah dipelajari, membawa materi lagu The Fly yang dipelajari langsung saat audisi, nge-jam session, kemudian interview ringan. Hasilnya, The Fly merasa menemukan vokalis yang selama ini dicari. Gian sendiri mengaku bangga bisa bergabung dengan band yang sudah punya 4 album ini. “Kebetulan aku punya obsesi ngeband dengan gitaris yang bisa nyanyi sekaligus menjadi backing vocal. Nah itu cuma ada di The Fly” ucap Gian. Dan singkat kata, Gian terpilih menjadi vokalis The Fly.
Ketika Cinta Buta Menjadi inspirasi…..

The Fly merilis album terbarunya ini dengan formasi Kin Aulia (guitar,vox,synth) Levi (bass) Adith (Keyboard) dan Gian (Vocal) serta mempercayakan Rico sebagai additional drum. Soal musik, Kin menjelaskan lumayan banyak yang berubah. Malah Kin menjamin musik rock The Fly di album ini terasa lebih kental, lebih banyak sound gitar distorsi. Sejauh ini, The Fly memposisikan musiknya untuk anak muda khususnya remaja. Dalam proses pembuatannya, The Fly mengandalkan seluruh kemampuannya untuk dicurahkan pada tiap aransemen dan penciptaan lagu yang hampir keseluruhan diciptakan oleh Kin. Untuk proses mixing The Fly melibatkan Deva dan Indra Q untuk mastering agar lagu-lagu di album ini menjadi terdengar lebih rock secara keseluruhan.

If Loving You Is Wrong, I Don’t Want To Be Right (Jika mencintaimu salah, Aku tidak mau menjadi benar) adalah judul yang panjang untuk sebuah judul album. Namun, judul ini menjadi ‘penyimpul’ dari semua lagu yang terkandung dalam album ini. Karena hampir semuanya memilih benang merah yang sama, yaitu bertema cinta buta dan cerita satir.
“Kadang orang kalau sudah cinta buta, segala yang salah pasti dianggap benar padahal orang itu sendiri tahu kalau itu salah,” papar Kin. Tema inilah yang sebagian besar mewarnai seluruh materi album terbaru. Album ini terbagi menjadi dua, masing-masing lima lagu. Sisi pertama dinamakan Right, berisikan lagu Racun Hidupku, Mencintaimu (Keangkuhanku), Saat Bersamamu, Untukmu dan Disudut Dunia. Sedangkan sisi kedua diberi nama Wrong yang berisikan lagu-lagu seperti Mr. Nice Guy, Bukan Untukmu, Karma, Sepi dan DisisiNya (lagu terakhir ini adalah lagu memorial The Fly untuk alm. Sukma Ayu, dimana Nova Soraya ikut mengisi vokal di part intro dan ending).

Sebagai pembuka adalah Racun Hidupku, dimana nuansa rock yang ngebeat sangat kental dalam lagu ini. Ditambah lagi vokal Gian yang sangat berkarakter memberi warna baru bagi musik The Fly. Pada bagian intro, Adith bermain banyak sound synth disini. Lalu sebagai single unggulan hadirlah lagu Mencintaimu (Keangkuhanku), sebuah lagu bernuansa pop rock yang memiliki lirik yang cukup mengena untuk mereka yang sedang dimabuk cinta namun menolak untuk dibilang sedang jatuh cinta. Bangkitkan semangatmu lewat lagu Mr Nice Guy yang menghentak dan rock abis! Dibalut dengan sound-sound electronica, lagu ini siap menghantar Anda berheadbanging & dancing secara bersamaan. Di tengah lagu, Kin memperlihatkan kemampuan bersolo gitarnya. Sebelumnya lagu ini diberi judul No More Mr Nice Guy. Namun karena dirasa terlalu panjang akhirnya diganti menjadi Mr Nice Guy saja. Untuk lagu ballad Kin menciptakan lagu Untukmu, lagu yang sangat dalam arti liriknya dimana dikemas dengan balutan musik yang sangat rapi, great music great lyric. Ingin yang bernuansa pop rock? dengarkan saja Bukan Untukmu. Irama lagu ini sangat pas untuk membuat Anda lebih bersemangat. Mungkin lagu ini bisa menjadi cara menolak yang halus untuk orang yang mengejar-ngejar dan mengharapkan cinta Anda. Seperti yang ditorehkan dalam lirik lagu Karma “Begitulah cinta buta // buta memilih dan merasa // begitu cepat kau terbuang // tersisih karma-karma yang dendam kepadamu”

Sedang tergila-gila atau dibutakan oleh cinta? Album ini sangat mengena untuk anda.

Sumber : Sony BMG Entertainment Indonesia