Dingin…sunyi…
Angin seolah membisikkan sebuah jawaban
atas renungan dalam dekapan

Kepala terdongak ke atas
hanya sebuah akal, yang teracuni pikiran bodoh
Namun saat menunduk,
hanya sebuah hati busuk yang tak tentu arah

Lama bayangan itu menari dalam angan
Tapi hanya sebentar ia tersenyum,
dan memperlihatkan keindahan sayapnya

Alam kembali sunyi…
di situlah ada sebuah pilihan
yang harus diambil
sebuah pilihan yang menyakitkan
Karena hanya satu…
satu pilihan yang tak boleh terganti!

Saat embun pagi datang
Sebuah jawaban t’lah hadir untuk renungan semalam
Sebuah pilihan untuk kebahagiaan…