Dingin…sunyi…
Angin seolah membisikkan sebuah jawaban
atas renungan dalam dekapan
Kepala terdongak ke atas
hanya sebuah akal, yang teracuni pikiran bodoh
Namun saat menunduk,
hanya sebuah hati busuk yang tak tentu arah
Lama bayangan itu menari dalam angan
Tapi hanya sebentar ia tersenyum,
dan memperlihatkan keindahan sayapnya
Alam kembali sunyi…
di situlah ada sebuah pilihan
yang harus diambil
sebuah pilihan yang menyakitkan
Karena hanya satu…
satu pilihan yang tak boleh terganti!
Saat embun pagi datang
Sebuah jawaban t’lah hadir untuk renungan semalam
Sebuah pilihan untuk kebahagiaan…
—
5 Responses
mumuw
January 26th, 2007 at 14:13
1maruuuuulllll,,,my bezt pren,,,,,, u go girl….
**KOtz**
February 4th, 2007 at 9:18
2hiduppppppppppppp…..hiduuppp…..
marullll puitis sekaliii…….
my ODD prenn…wakakakakak..
angktn 07
May 16th, 2008 at 12:37
3ceile…dek…puitis men…
iseng2 buka situs sma, eh nemu nih puisi..
walopun uwdh lama c…tp gpp dweh…
smangat penerus sma7…bikin sma 7 lebih jaya…
kutiitipkan SMA 7 kepada kalian semua!!!
buatlah para alumni bangga…
GANBATTE!!!
bakulsempak
June 4th, 2008 at 13:09
4aku juga punya :D
tuju aja disini
gw bgt gt lho!
July 12th, 2008 at 13:52
5aduh!puisix bgs bgt mpe pangling gw!gmn c cr buat yg begituan?
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Kategori
Arsip
Koneksi Lain
Link
Meta
Kalender
Foto dalam Flickr
Recent Entries
Recent Comments
Most Commented
Koran Seveners is proudly powered by WordPress - BloggingPro theme by: Design Disease