Kartini, Berani Menginspirasi

Hari jumat 21 April 2017 Pengurus OSIS Wibhakta menyelenggarakan event berupa rangkaian lomba untuk memperingati lahirnya tokoh emansipasi wanita dari jepara yaitu Raden Ajeng Kartini. Pada tahun ini panitia penyelenggara mengusung tema “Kartini Berani Menginspirasi”. Melalui tema ini panitia berharap bahwa wanita di Indonesia pada umumnya, serta SMAN 7 khususnya dapat mewarisi sifat-sifat inspiratif R.A Kartini seperti nasionalis, berbudaya, berpemikiran luas, kritis serta menentang segala macam bentuk ketidak adilan. Meskipun event ini di dedikasikan kepada kaum hawa, namun lomba-lomba di dalamnya juga terbuka bagi kaum adam karena tujuan lain dari event ini adalah untuk mempopulerkan kembali budaya jawa dan menanamkan ke dalam benak seluruh warga SMAN 7 yogyakarta betapa penting dan perlunya melestarikan budaya jawa melaluli lomba-lomba yang dikemas secara menarik. Lomba-lomba tersebut diantaranya dimas-diajeng, lomba memasak makananan tradisional, flashmob traditional mix, dan Desain Batik.

Rangkaian acara pada hari Kartini ini berjalan sangat meriah dengan di iringi antusias seluruh siswa SMAN 7 YK. Meskipun pagi harinya hujan mengguyur SMAN 7 YK hingga pukul 8 dan membuat apel pagi tidak jadi diadakan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat panitia serta seluruh siswa SMAN 7 YK untuk memeriahkan peringatan hari kartini. Pukul 8 lebih 15 menit secara serentak diadakan beberapa lomba yaitu dimas-diajeng bertempat di ruang pertemuan atas, flashmob di bangsal wiyata mandala, lomba memasak di pelatarang depan bangsal Wiyata Mandala, dan desain batik di ruang kelas X IIS 2. Ke empat lomba tersebut di adakan secara serentak. Mereka yang tidak mengikuti lomba antusias dengan perlombaan yang ada, bahkan banyak yang berpindah-pindah tempat demi untuk menonton semua perlombaan yang berjalan dengan meriah. Pukul 10.30 keempat lomba selesai secara serentak. Setelah ke empat lomba tersebut selesai, maka tibalah di sesi yang di tunggu—unggu, yaitu final dimas diajeng.

Final dimas-diajeng menyisakan 3 pasang terbaik, yang nanti mereka akan menyampaikan visi-misi dan bakat mereka di depan seluruh warga smaven. Bak pasar, bangsal wiyata mandala menjadi hiruk pikuk, mereka tak sabar untuk melihat siapakah yang nanti akan menjadi dimas-diajeng  sekolah mereka. Begitu MC masuk suasana menjadi hening dan dibacakanlah nama ketiga pasang tersebut. Tepuk tangan sontak memenuhi bangsa wiyata mandala begitu ketiga pasang kandidat memasuki panggung utama. Ketiga kandidat tersebut terlihat meyakinkan dengan visi-misi mereka masing-masing. Hingga tibalah yang ditunggu-tunggu yaitu unjuk bakat. Dimas yang menjadi penampil pertama menunjukan kebolehannya bermain musik, disusul dengan penampil kedua berupa puisi, dan yang menjadi pusat perhatian adalah penampil terakhir dengan bakatnya skiping dengan pakaian adat jawa. Berbeda dengan calon dimas,para calon diajeng memilih menunjukan bakat yang sama yaitu bermain musik. Ketiga kandidat tersebut secara kompak menyanyikan lagu sayang yang di populerkan NDX aka. Final ini berjalan sangat sengit dan meriah dengan gelak tawa serta sorak sorai penonton yang menjadi pemanis acara. Final ini juga menjadi penutup acara pada kegiatan peringatan hari Kartini tahun ini.

( Jadid Purwaka A. )

LBB MERAH PUTIH XIX PPI KOTA YOOGYAKARTA

Pada hari Minggu tanggal 6 November 2016, SMA Negeri 7 Yogyakarta mengikuti salah satu perlomba yang diadakan oleh PPI Kota Yogyakarta yaitu LBB Merah Putih XIX. Lomba tersebut dilaksanakan di Balai Kota Yogyakarta.

LBB Merah Putih XIX merupakan LBB yang bisa dibilang perlombaan bergengsi dan yang pasti di LBB ini terdapat persaingan yang ketat untuk memperebutkan kejuaraan. Maka dari itu, sebelum mengikuti perlombaan ini, Pelti Kartika telah melakukan latihan yang rutin guna untuk mempersiapkan LBB Merah Putih XIX. Hari demi hari dilalui bersama oleh Pelti Kartika untuk mencapai keinginan mereka, membanggakan nama SMA Negeri 7 Yogyakarta. Seperti lagu yang biasa mereka nyanyikan “Maju pantang mundur itulah semboyan.”

SMA N 7 Yogyakarta mengirimkan perwakilan 6 pleton dalam LBB Merah Putih XIX yaitu 3 pleton putra dan 3 pleton putri. Di hari Minggu yang cerah, Pelti Kartika dengan semangat sang juara berangkat menuju Balai Kota Yogyakarta untuk mengikuti LBB Merah Putih XIX. Seperti sebuah tradisi, sebelum 6 pleton tersebut memasuki Daerah Persiapan, mereka melakukan doa bersama, saling berpegangan tangan, saling berangkulan agar diberi kelancara dan diberikan yang terbaik dalam perlombaan ini. Pos demi pos mereka lalui, panas teriknya matahari pun tak menjadi halangan bagi mereka untuk menggapai impiannya. Akhirnya perlombaan selesai. Hanya tinggal berserah diri kepada-Nya, apapun hasilnya itu pasti yang terbaik.

Dan akhirnya saat-saat yang ditunggu pun datang. Pengumuman kejuaran LBB Merah Putih XIX. Pengumuman diadakan kurang lebih pada pukul 19.00 dan bertempat di Lapangan Balai Kota Yogyakarta. Saat itu situasi sangat menegangkan, seluruh peserta saling berangkulan dengan sekolah masing-masong, berharap akan mendapatkan yang terbaik. Pertama pengumuman yang disebutkan adalah kejuaran Pleton SMP Putri kemudian Pleton SMP Putra dan selanjutnya adalah Pleton SMA Putri dan yang terakhir adalah Pleton SMA Putra.

Asal sekolah dan jumlah nilai pemenang mulai disebutkan. Asal sekolah yang namanya disebutkan menjadi juara langsung bersorak gembira dan memanjatkan Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun sayang sekali, diantara nama-nama asal sekolah yang disebutkan tadi, SMA N 7 Yogyakarta tidak disebutkan sebagai pemenang. Mungkin memang ini adalah ganjaran yang diberikan atas jerih payah selama ini dan apapun hasil yang diraih oleh Pelti Kartika adalah hasil yang terbaik. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah, malahan menjadi ajang evaluasi Pelti Kartika untuk kedepannya.

Tetap semangat dan maju pantang mundur Pelti KARTIKA!

 

PERSEMBAHAN KAKAK KELAS 017

YOGYAKARTA – Pada bulan April yang lalu (03/04/2017) SMAVEN 018 dan 019 mengadakan suatu acara spesial dikhususkan untuk kakak kelas tercinta 019 karena akan melaksanakan ujian nasional. Kami mengadakan acara ini dalam rangka untuk menyemangati dan mendoakan kakak kelas agar sukses saat menghadapi ujian dan sukses di masa depan kelak. Kami mengambil hari Senin karena berpapasan dengan apel pagi.
Kami 018 dan 019 membentuk panitia kecil dan sepakat untuk berkerja sama dengan pihak sekolah bahwa ketika apel pagi sudah selesai,jalannya acara akan diambil alih oleh panitia. Apel pagi dimulai pada jam 07.00-07.30 , dan ketika selesai,MC apel pagi diambil alih oleh MC panitia yang akan melaksanakan acara persembahan kakak kelas. Acara persembahan kakak kelas dimulai dengan sambutan Ketua OSIS 2016/2017 dilanjutkan dengan sambutan Ketua OSIS 2015/2016,Ketua MPK 2015/2016,dan perwakilan angkatan 017. Setelah sambutan,acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua ROHIS 2015/2016.
Setelah pembacaan doa, seluruh siswa siswi sma negeri 7 yogyakarta menyanyikan mars sma negeri 7 yogyakarta dengan hikmat dan penuh semangat. Setelah menyanyikan mars yang penuh dengan semangat seluruh siswa siswi kelas XII diinterupsikan untuk menghadap bangsal dimana didalam bangsa, panitia telah menyiapkan tumpeng yang akan dipotong oleh bapak kepala sekolah sma negeri 7 yogyakarta dan disuapkan ke Ketua OSIS 2015/2016 . Pemotongan tumpeng pun selesai lalu MC menginterupsikan para siswa siswi kelas XII untuk menghadaap seperti semula dan mereka dikejutkan dengan turunnya banner yang bertuliskan “semangat dan sukses WIBHAKTA #33” yang diiringi lagu yang diciptakan oleh siswa SMAVEN 018 dan 019.
Siswa siswi kelas XII pun terkejut dan banyak yang terharu akan hal ini. Mereka menyambut turunnya banner ini dengan tepuk tangan dan sorak gembira. Karna mereka tidak mengira adik adik kelas nya dapat memberikan persembahan yang sungguh indah dan meriahnya. Setelah diturunkannya banner siswa siswi kelas XII di interupsikan mengisi kertas harapan yang akan di lekatkan di pohon harapan SMAVEN #33 yang mana mereka menuliskan harapan-harapan cerah kedepan mereka untuk di letakkan dipohon tersebut. Setelah itu seluruh siswa kelas X dan XI dipersilahkan kembali kekelas masing masing dan siswa kelas XII dipersilahkan untuk berfoto didepan banner yang diturunkan tadi. Acara pun berakhir dengan sukses dan meninggalkan bekas di hati siswa siswi kelas XII yang terkesan akan acara tersebut.

( P.Evan Prakasa & M.Mahatma Kawakibi )

EVENT PERDANA WIBHAKTA SPORT COMPETITION

wisco, tunggal, putraSMAN 7 YOGYAKARTA – Waktu demi waktu beralu,malam demi malam silih berganti. Telah berjalan masa bhakti osis selama 4 bulan dan inilah waktu kami menunjukkan bahwa osis 2016/2017 merupakan REVOLUSIONER. Ya benar sekali,kami membuktikan janji kami dengan menyelenggarakan event perdana olahraga di SMAN 7 Yogyakarta. Kenapa kami memilih kompetisi olahraga? Teman teman tahulah,di SMAN 7 Yogyakarta sudah memiliki proker eksternal masing masing setiap subsie,namun bagi subsie 7 hanya memiliki event internal seperti class meeting dan ekstrakulikuler,lalu kapan kami mau berkembang?

Lalu kenapa kami memilih untuk tahun pertama ini dengan lomba bulu tangkis? Mari kita sejenak tilik ke belakang. Bumi pertiwi yang sangat kita cintai ini atau biasa dipanggil dengan nama Bangsa Indonesia meruakan sebuah Negri yang amat luas dan dihuni lebih dari 249,9 juta(2013) jiwa. Dengan jumlah SDM sebanyak itu Bangsa Indonesia masih jarang mendapatkan kemenangan dalam bidang olahraga di kancah dunia. Namun tidak dalam bidang bulu tangkis teman teman,apakah teman teman melupakan tokoh Lim Swie King yang mempelopori jumping smash di dunia? Tjun Tjun dan Johan Wahyudi yang menjuarai bulu tangkis tingkat 1 DUNIA ganda putra pada tahun 1977? Apakah teman teman lupa di tahun 1980 Indonesia menjuarai 3 kelas sekaligus dalam satu tahun tingkat DUNIA? Rudy hartono yang menjuarai tunggal putra,Verawaty Wiharo yang menjuarai tunggal putri,Ade Chandra dan Christian Hadinata yang menjuara ganda putra,apakah teman teman lupa? Dan dilanjuti tahun 1983 Indonesia membawa pulang 1 medali emas,pada tahun 1993 Indonesia membawa 3 medali emas ,dan sampai saat ini(2017) yang kemarin pasangan Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan membawa pulang medali emas kelas ganda putra.

Alasan inilah mengapa kami memilih bulu tangkis sebagai olahraga pertama yang dilombakan. Sudah jelas karena kami ingin menjaring calon calon singa Indonesia ,karena kami ingin Indonesia terus harum namaya di kancah dunia,dan karena kami tahu calon calon singa Indonesia saat ini kehabisan mangsa karena tidak ada suatu kegiatan sebagai wadah mengasah kemampuan mereka. Inilh latar belakang singkat kami tentang WISCO (Wibhakta Sport Competition).

Langkah pertama yang kami ambil yaitu dengan berkerja sama dengan lembaga bulu tangkis terbesar di Indoneisa yaitu PBSI. Sekian waktu telah berjalan dan akhirnya WISCO diadakkan pada tanggal 19-21 Maret 2017 di GOR Segoro Amarto. Target kami yaitu pelajar tingakt SMP se-Daerah Istmewa Yogyakarta. Dimulai di hari pertama pada jam 09.00-17.00,hari kedua dimulai pada jam 13.00-18.00,dan hari terakhir pada pukul 13.00-19.00.

Hari pertama dimulai dengan upacara pembukaan dimana peserta berkumpul di tengah lapangan agar memudahkan peserta untuk mengikuti rangkaian upacara pembukaan. Setelah disahkan oleh bapak Drs. Budi Basuki M.A selaku kepala sekolah SMAN 7 Yogyakarta,bapak Drs. Sutrisno selaku perwakilan PBSI Yogyakarta,dan Aldi Dwi Febriyanto selaku Ketua panitia WISCO dengan memukul kok secara bersamaan,acara dilanjutkan dengan saling salaman antar peserta. Waktu yang ditunggu telah tiba,pengumuman dari PBSI mengenai bagan pertandingan pun diluncurkan,bisa terlihat wajah peserta yang sebagian menjadi gugup dan sebagian menjadi gembira karena mungkin mengetahui porsi kemampuan yang dilawan. Dimulailah pertandingan hari pertama pada pukul 10.30 ,pada pertadingan WISCO ini kami menggunakan 3 line lapangan. Pertandingan telah usai,tetap semangat bagi yang belum menang dan tetap jaga sprotifitas bagi yang lanjut.

Hari kedua pun dimulai dan rangkaian acara pada hari ini tidak terlalu berbeda dari kemarin,hanya saja yang terpampang berbeda adalah wajah adik adik. Ada yang gembira,ada yang berwajah serius ,ada yang sudah berwajah lelah ,namun ketika adik adik memperhatikan piala yang berjajar di gedung bagian kanan langsung membuat wajah adik adik berubah menjadi penuh ambisius demi meraih kemenangan dengan tidak melupakan sportifitas.

Akhirnya tiba hari terakhir dimana pertandingan final digelar,Gor Segoro Amarto dipadati oleh orang orang karena siapa sih yang tidak ingin melihat calon calon singa Indonesia ini bertanding. Dimulai dengan babak semi final lalu setelah usai penampilan dari CSS#5 pun ditunjukkan untuk mengubah suasana supaya adik adik tidak gerogi dan menghibur penonton supaya lebih meriah. Pertandingan final dimulai dan tidak ada wajah seorangpun yang mau untuk mengalihkan pandangannya dari pertandingan tersebut karena sangat sengit untuk disaksikan secara langsung. Lantunan “EA” pun terdengar dari sudut penonton untuk mendukung timnya. Setelah beberapa jam berlangung,selesailah pertandingan final WISCO dengan urutan juara sebagai berikut :

Tunggal Putra :

  1. Robbin Bihaqqi (SMP Pembangunan Semin GK)
  2. Mareno Fairus Salsabil (SMP Muh.10 Jogja)
  3. Jibran Tauf Filah (SMP 2 Kasihan)
  4. Alvianto Nugroho (SMPN 13 Jogja)

Tunggal Putri :

  1. Shafa Aura Rahmani (SMP Institut Indonesia)
  2. Hikmah Mirza Putri (SMPN 13 Jogja)
  3. Hernadita Dewi Amalia (SMPN 13 Jogja)
  4. Skaha Rheina (SMP Muh.1 Godean)

Ganda Putra :

  1. Hasnan Alimni + M.Robbin Bihaqqi (SMP Pembangunan Semin GK)
  2. Alvianto Nugroho + Fatih Zaini M (SMPN 13 Jogja)
  3. Ivandeer Daffa F + Muhammad Rafi Zafran (SMPN 15 Jogja)
  4. Rangga Rizki W + Warden Effendi ( SMP Muh.7 Jogja)

Ganda Putri :

  1. Hernadita Dewi A. + Hiknah Mirza Putri (SMPN 13 Jogja)
  2. Renata Anastasya E N + Shafa Aura R. (SMP Institut Indonesia)
  3. Cesiria Mauretha Azzahra + Rayneva Alfian S. (Mts Mu’allimaat)
  4. Laurensia Reva + Theodora Juanita (SMP Pangudi Luhur)

Karena respon yang positif dari masyarakat dan sekolah yang mendukung event WISCO ini,dan juga kerja keras teman teman panitia yang rela manghabiskan waktunya yang belum tahu apakah event ini akan berjalan lancar atau tidak,yang selalu mengedepankan niat dan semangat untuk bekerja hingga letih,atas ridha Allah SWT alhamdulillah event ini bisa SUKSES. Inilah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa kami sebagai OSIS 2016/2017 bisa menjadi REVOLUSIONER agar SMAN 7 Yogyakarta lebih baik lagi.

Harapan kami untuk kedepannya semoga WISCO bisa lebih berkembang,tidak hanya kompetisi bulu tangkis,namun wisco bisa menjadi wadah bagi olahraga lainnya supaya Indonesia bisa melangkah lebih jauh lagi di kancah dunia, dan kami percaya generasi selanjutnya SMAN 7 Yogyakarta pasti bisa menyelenggarakan yang lebih meriah lagi.

SALAM OLAHRAGA!

( M. Mahatma Kawakibi )

Puisi Brata Contest

TOPI UNGU

Seperti Minggu pagi biasanya

Ku rapikan kamar tidurku

Tak terduga, serpihan masa kecil

Jatuh membuka pikiran

Topi ungu peberian paman

Duabelas tahun yang lalu

Kini, kau penuh usang juga debu

Kau topi,

Kuperkenalkan pada sabahatku waktu itu

Namanya Beti, boneka beruang coklat muda

Sejak dulu kami sudah bersama

Banyak kisah antara kita berdua

Sering, Beti memperkenalkankupada temannya

Aku rela menjadi koki untuknya

Kita suka pergi bersama, naik kursi kerja ayah

Tak lupa sepatu tinggi ibu

Belum lagi tas ransel milik kakak

Tak ku sangka, kau topi dapat memikat hati ini

Merampas bahagiaku dengannya Baca selanjutnya »

CIS (Camping Ilmiah Seveners) 2015, Istimewa!!

 IMG_0008

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tepat tanggal 16 Desember 2015 kemarin Seveners telah menyelesaikan salah satu agenda penting yang rutin diadakan tiap tahun. Agenda tersebut adalah CIS atau Camping Ilmiah Seveners. CIS adalah kegiatan berkemah Seveners yang dibarengi dengan penelitian ilmiah di Bumi Perkemahan sebagai tugas bagi Seveners kelas X. Kegiatan ini berlangsung mulai dari Senin 14 Desember-Rabu 16 Desember 2015 di Bumi Perkemahan Sinolewah, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. CIS tahun ini diikuti sebanyak 253 siswa kelas X sebagai peserta dan 75 siswa kelas XI sebagai panitia.

Dalam persiapan dan pelaksanaannya, CIS menjadi kegiatan yang sangat menyibukan serta menguras tenaga baik bagi peserta maupun panitia yang terlibat. Mulai dari persiapan CIS, peserta diwajibkan menyiapkan sebuah pementasan drama dengan judul yang berbeda serta lomba senam bagi tiap kelas, lalu peserta masih dibagi lagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota 8-9 orang untuk menjadi kelompok karya ilmiah. Persiapan belum selesai disana, pada H-2 yaitu Sabtu 12 Desember 2015 peserta sudah mulai mengumpulkan barang-barang kelompok seperti tenda, alat masak, dan sebagainya. Baca selanjutnya »

Mesti Digugu lan Ditiru

Apakah pembaca mengenali istilah “Mesti Digugu lan Ditiru”? Bagi pembaca yang tinggal di Jawa, khususnya Jawa Tengah atau Daerah Istimewa Yogyakarta, tentunya istilah tersebut cukup dikenal di masyarakat. Ya, “mesti digugu lan ditiru” merupakan tembung pepindhan dari “Guru” (mesti diguGU lan ditiRU). Kalau membahas mengenai profesi ini, tentu akan terbayang di pikiran pembaca tentang sosok yang telah mengajar kita saat masih usia sekolah.
Dari tembung pepindhan di atas, sudah jelas bukan makna dari seorang guru? Memberikan pelajaran dan pemahaman agar murid – muridnya dapat menjadi cerdas dan terdidik. Dengan pendidikan itulah murid diharapkan dapat meneladani sikap seorang guru dan akhirnya murid itu dapat diteladani di lingkungan masyarakat kapanpun dan di manapun. Setiap tanggal 25 November diperingati sebuah hari yang didedikasikan kepada guru. Tentu kita semua mengenalinya dengan “Hari Guru Nasional”. Baca selanjutnya »

Suara Kepercayaanmu

IMG_9672 IMG_9402

Pada bulan Agustus lalu telah diadakan seleksi MPK (Majelis Perwakilan Kelas) dan telah dilantik pada 7 September 2015. Pada periode masa bhakti 2015-2016 ini ketua MPK dipercayakan kepada Mbak Afifah Lulu R.R. dari kelas XI IPA 4. For Your Information aja nih, Mbak Lulu (panggilan akrab kami) berasal dari daerah Prambanan Perjuangan menempuh jauhnya Prambanan-SMAN 7 Yogyakarta Ia lewati dengan penuh semangat untuk belajar dan berorganisasi, merupakan salah satu profil siswa yang perlu diteladani semangatnya.

Setelah pengurus MPK ini dilantik, mereka langsung mendapat tugas untuk menyeleksi calon-calon pengurus OSIS. Seleksi wawancara dilaksanakan pada tanggal 3, 4, 8, 10 September dan pada tanggal 11 September 2015 diadakan orasi dari calon-calon pengurus harian OSIS. Esoknya, 12 September 2015 diadakan pemilihan untuk pengurus harian tersebut di Bangsal Wiyata Mandala. Sistem pemiihan disini mirip dengan pemilu, namun bedanya, karena sekolah kami berbasis IT maka pemilihan secara langsung menggunakan sistem komputer yang sudah di program sehingga hasil makin cepat dan akurat. Tak lepas pula dari bantuan Bapak Budi Luhur, guru TIK  dan Bapak Ibu guru serta karyawan di SMA N 7 Yogyakarta.

Tepat pada tanggal 15 September 2015, diumumkan pengurus OSIS WIBHAKTA 2015-2016 yang  akan dilantik InsyaAllah pada 21 September 2015. Ketua Umum OSIS WIBHKATA 2015-2016 dipercayakan kepada Mas Aditya Wiliamshah Pahlevi dari XI IPA 5. For Your Information juga, sebelumnya Mas Levi (panggilan akrab kami) saat kelas X  juga menjadi anggota MPK. Untuk Anggota OSIS sendiri berjumlah 45 orang yang dibagi beberapa subsie. Pengurus MPK dan OSIS ini adalah orang-orang yang mendapat kepercayaan dari teman-teman dan InsyaAllah sanggup melaksanakan amanah sampai akhir periode nanti. Ya, mari kita do’akan dan bantu program kerja mereka agar SMA N 7 Yogyakarta bisa lebih bersinar di mata masyarakat,  Aamiin. Bagi teman-teman yang belum terpilih, jangan berkecil hati, masih banyak organsasi yang bisa diikuti (Rohis, Rokrat, Rokris, Club Jepang dan Club English Club Olahraga dan masih banyak lainnya) tetap semangat dan jangan berputus asa.

Salam Satu Cinta

 

(Annisa Widiana)

Kembalikan Senyum Agit ke Sekolah

83875 83878 83872

Seorang siswa SMA N 7 Yogyakarta, Muhammad Agit Tenda Harfian mengabsenkan diri dari bangku sekolah sejak Januari 2015, ketika awal semester empat dimulai. Ketidak hadirannya bukan tanpa sebab, namun karena kanker tulang yang dideritanya.

Bermula saat bangun tidur, Agit merasakan nyeri luar biasa di lututnya. Sang ibupun segera membawa Agit pergi ke klinik terdekat. Namun karena rasa sakit yang tak kunjung reda, ia memeriksakan diri ke RS Wirosaban Yogyakarta dan dirontgen. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Agit mengidap tumor di lutut kanan. Dikarena di Jogja tidak terdapat rumah sakit spesial tulang, Agit dirujuk ke RS Ortopedi Soeharso, Solo. Ia menjalani kemoterapi selama enam bulan, sepuluh hari tiap bulannya untuk selanjutnya menjalani operasi ganti tulang. Proses penyembuhan tersebut mengharuskan Agit beserta orang tua pulang pergi Jogja-Solo.

Puncaknya adalah Jumat(11/6) saat berita akan dioperasinya Agit dengan biaya sekitar 250jt mulai tersebar di kalangan alumni SMP N 10 Yogyakarta dan siswa-siswi SMA Negeri 7 Yogyakarta.   Melihat dari kondisi keluarga serta banyaknya nominal, tentu 250jt bukan biaya yang sedikit.

Ide-ide untuk meringankan biaya operasi Agit mulai bermunculan di kalangan siswa. Berawal dari kedatangan seorang siswa bernama Amos dari SMK SMTI ke SMA N 7 Yogyakarta yang mempelopori Aksi Turun ke jalan, dalam hitungan menit berita tentang Agit dan aksi tersebut tersebar luas melalui broadcast media sosial.

Tidak disangka, respon positif muncul dari banyak pihak. Hari Senin(22/6), berpusat di SMAN 7 Yogyakarta, Pelajar SMA se-Jogja berpartisipasi hebat dalam acara penggalangan dana di jalan-jalan utama Kota Jogja. Tidak berhenti disitu, bantuan untuk Agit terus mengalir via rekening, donasi tunai di SMA N 7 Yogyakarta, serta donasi dari SMA-SMA Negeri di Jogja melalui Forum OSIS Jogja.

Penggalangan dana terus berlangsung berkat doa, partisipasi, dan bantuan dari segala pihak, akhirnya terkumpul donasi untuk Agit sebesar 150jt sampai Sabtu(27/6) dan otomatis hari ini merupakan batas akhir penggalangan dana, dana yang terkumpul akan disumbangkan sepenuhnya untuk biaya saat dan setelah operasi di RS Soeharso, Solo. Penyerahan donasi secara simbolis akan dilakukan pada hari Minggu(28/6) pukul 10.00 oleh keluarga SMAN 7 Yogyakarta, keluarga alumni SMP N 10 Yogyakarta serta perwakilan donatur kepada keluarga Agit.

Terimakasih kami ucapkan untuk

Donatur yang telah ikhlas menyumbangkan rejekinya demi kesembuhan Agit….

Pelajar SMA/SMK/MA/se-derajat se-DIY, siswa maupun civitas SMA N 7 Yogyakarta, Bapak Ibu guru SMA N 7 Yogyakarta, Forum Osis Jogja, Pelajar Jogja Peduli, berbagai lapisan masyarakat Yogyakarta, serta segenap pihak yang telah membantu proses penyembuhan Agit.

Ditulis oleh : Erliza Cikal Arthalina dan Leony Inatsan Pertiwi

5069550694

Satu tahun ajaran sudah usai. Kini kita telah menapaki tahun ajaran yang lain. Di setiap tahun ajaran baru, tentunya seluruh sekolah dalam berbagai jenjang pendidikan mengadakan penerimaan siswa baru, tidak terkecuali almamater kita SMA Negeri 7 Yogyakarta. Mulai hari Rabu, 1 Juli 2015 di SMA N 7 Yogyakarta diadakan kegiatan Verifikasi Penerimaan Peserta Didik Baru. Kegiatan verifikasi ini berlangsung selama tiga hari yaitu pada tanggal 1-3 Juli 2015.

Di hari kedua verifikasi PPDB, Kamis 2 Juli 2015 terlihat cukup ramai dibanding hari pertama verifikasi. “PPDB hari ini ramai, tidak seperti hari pertama.” tutur Mbak Merry, salah satu PPL yang turut membantu pelaksanaan verifikasi PPDB. “Mbak bagi info kalau banyak yang mencantumkan SMA N 7 Yogyakarta sebagai pihihan pertama.” tambahnya.

Meskipun tenggang waktu verifikasi PPDB masih satu hari lagi, antusias peserta yang mendaftar dapat terbilang tinggi. Seperti halnya salah seorang peserta yang bernama Niken. Ia mengatakan jika dirinya berharap bisa diterima di SMA Negeri 7 Yogyakarta. “Saya berharap bisa masuk SMA 7, alasannya selain memperhitungkan nilai juga karena jaraknya yang lumayan dekat dari rumah saya.”, paparnya ketika kami wawancarai di pelataran Bangsal Wiyata Mandala. Namun diantara peserta yang antusias, tampak pula wajah-wajah ragu, seperti yang terlintas pada wajah salah satu peserta bernama Atina. “Saya masih ragu kalau mau masukin berkas hari ini, Kak. Selain itu saya juga masih bingung dengan sistem  pendaftaran online. Sepertinya besok saja saya masukin berkasnya.” tutur Atina malu-malu.

Ditulis oleh : Nastiti Rahayu dan Riadhina Sofwan Aji

« Previous Entries  Next Page »

Arsip Koran Seveners

Kalender

November 2017
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Foto dalam Flickr