SMA 7 eksis? Mungkin iya, ketika akan mengerjakan tugas dan iseng-iseng membuka salahsatu forum inet (internet_Red), saya menemukan SMA 7 disalahsatu thread di forum terbesar di Indonesia yang membernya nyaris mencapai 2 juta orang. Thread ini dibuat tanggal 1 Agustus 2010. Disitu terdapat foto awan berbentuk lafadz Allah SWT. Bangunan yang ada pada bagian bawah foto adalah kamar mandi Musholla Adz-Dzikri. Berikut screenshotnya:

Untuk melihat lebih jelas klik fotonya. Siapapun nama sebenarnya pembuat thread ini, kamu ikut mempublikan SMA 7!

Hari selasa, 17 Agustus 2010 SMA 7 menyelenggarakan upacara dalm rangka memperingati ulang tahun Republik Indonesia yang ke-65. SMA 7 mengadakan upacara ‘sendiri’ karena dari Kecamatan Mantrijeron tidak menyelenggarakan upacara. Petugas pada upacara yang sakral ini adalah Tonti Kartika.

Pada amanatnya, Pak Parjo memberi pesan kepada seveners tentang pentingnya kita meneladani dan mengaplikasikan semangat perjuangan  untuk  memajukan bangsa. Upacara yang dimulai pada pukul 07.30 ini berjalan sangat khidmat, terlebih ketika peserta bersama-sama menyanyikan lagu nasional. Akhir kata, MERDEKA!!

Pertukaran Pelajar Di SMA N 7 Yogyakarta

Seveners, tahu kan kalau di sekolah kita tercinta ini ada tiga siswi cantik dari Bangka Belitung, tepatnya Pangkal Pinang. Mereka ini bukan siswi pindahan, melainkan siswi pertukaran pelajar yang ditempatkan di SMA 7 Yogyakarta. Mereka itu adalah Yessi Oktaviawati Putri (SMA N 2 Pangkal Pinang) yang ditempatkan di kelas XI IS 2, Putri Syakilah Bainul Syufa (SMA Tunas Harapan Bangsa) ditempatkan di kelas XI IA 2, dan Nia Nopeliza (SMA N 4 Pangkal Pinang) ditempatkan di kelas XI IA 4. Selama di Yogyakarta, mereka bertiga homestay di kediaman salah satu guru SMA 7, yakni guru Kimia kita, Ibu Muslimah.
Selama sepuluh hari di Yogya, mereka telah mengunjungi beberapa obyek wista andalan kota Yogya. Seperti Candi Borobudur, Pantai Parangtritis, Kraton Yogyakarta, dan Taman Pintar. Ketika salah satu dari mereka (Yessi), saya tanya mengenai kesan pertama dari SMA 7, ia mengatakan bahwa sekolahnya bagus, rapi, besar, bersih (iya dong, sekolah sehat gitu.! ?), dan menarik.
Lalu bagaimana perbedaan kedisiplinan antara sekolah kita dengan sekolahnya?. “Kalau di sekolah saya sangat disiplin. Misalnya baju sama sekali tidak boleh keluar, selama satu minggu harus memakai sepatu hitam kecuali hari Jumat, dan potongan rambut siswa putra harus 1-2-1. Tapi di sisi lain, siswa di sini tahu waktu. Maksudnya, kalau sudah bel langsung masuk kelas,” tutur gadis kelahiran Pangkal Pinang, 1 Oktober 1993 itu. Ia menambahkan bahwa disekolahnya diajarkan bahasa asing juga, bukan bahasa Jerman melainkan bahasa Mandarin.
Setelah kembali ke Pangkal Pinang nanti, kira-kira apa ya yang bakal membuatnya kangen dengan kota Yogya pada umumnya dan SMA 7 pada khususnya?. “Suasana kota Yogya yang panasnya tidak seperti di sana. Kalu di sana panas timah, jadi sangat panas. Kalu untuk SMA 7, tentu sekolahnya, Ibu Muslimah yang sangat baik kepada saya, dan tentunya teman-teman. Khususnya teman-teman di XI IS 2 (yee…prok..prok..prok ?) yang telah menerima saya dengan hangat dan sangat menghibur selama saya di sini”
“Saya juga berpesan untuk SMA 7 agar lebih meningkatkan kedisplinannya. Kalau untuk teman-teman agar lebih rajin belajarnya dan tolong jangan lupa pada saya meski di sini saya dan yang lain hanya dari tanggal 28 Juli sampai 6 Agustus dan itu sangat singkat, tapi saya harap tetap berkomunikasi dengan baik,” tambahnya. Tentu, kami di sini tidak akan melupakan kalian. Karena kalian telah menjadi bagian dari cerita SMA 7. Sukses buat kalian di sana dan buat Seveners. SEMANGAT..!!

PSB 2010 SEVENERS

Kegiatan rutin tiap tahun yaitu Penerimaan Siswa Baru ( PSB ) kembali dilaksanakan oleh SMA N 7 Yogyakarta di tahun 2010 mulai hari ini, Rabu  5 Juli bagi peserta reguler. Setelah sebelumnya PSB diumumkan 30 Juni  2010 lalu bagi KMS dan didapatkan 15 siswa diterima dengan NEM terendah 29,95 .

Baca selanjutnya »

Final Day : Lomba Sekolah Sehat Nasional 2010

Sejak ditetapkan sebagai wakil dari provinsi DIY untuk maju menjadi kandidat Lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional, SMA N 7 Yogyakarta akhirnya betemu dengan hari final lomba. Rabu, 23 Juni 2010 ljuri Lomba Sekolah Sehat datang ke SMA N 7 Yogyakarta untuk mengadakan penilaian dan pembuktian atas profil yang sebelumnya telah dikirim tentang sarana dan prasarana kesehatan di SMA N 7 Yogyakarta serta kelengkapan fasilitas sekolah lainnya yang mendukung pembelajaran berbasis IT unggulan dari SMA N 7 Yogyakarta.

Kunjungan juri yang beranggotakan dari pejabat kementerian negara seperti Kementerian Kesehatan diawali dari SD Budya Wacana sebagai kandidat sekolah dasar, kemudian dilanjutkan ke kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta yaitu kecamatan tempat SMA N 7 Yogyakarta bernaung. Setelah penilaian dan menyampaikan beberapa pertanyaan pada Tim Pembina UKS bagi SMA N 7 Yogyakarta tiba saatnya kunjungan ke SMA N 7 Yogyakarta tepat pukul 13.00 WIB. Mengangkat budaya tradisonal Yogyakarta, dewan juri yang berasal dari ibukota Jakarta disuguhi tarian selamat datang ala Yogyakarta serta pemberian rompi Satgas UKS pada tiap juri yang datang siang itu. Behubung kedatangan dewan juri sudah memasuki waktu santap siang, acara diawali dengan suguhan santap siang dengan hiburan tarian tradisional serta penampilan Paduan suara Wibhakta Bahana Suara yang menyanyikan lagu kesayangan ketua dewan juri yaitu lagu ‘Nusantara’ dari Koes Plus. Setelah itu acara penilaian dimulai dengan penyebaran dewan juri untuk menilai.

Salah satu juri dari kementerian Kesehatan R.I menilai dengan cara mewawancarai 10 anak secara acak dari kelas XI dan X seputar pengetahuan kesehatan. Penilaian tersebut dilaksanakan di ruang PKPR yang sering digunakan sebagai ruang rapat anggota Satgas UKS SMAVEN. Pertanyaan yang diajukan antara lain menyangkut PHBS, repoduksi remaja, seks bebas dan tanggapan terhadapnya, serta kawasan antirokok di SMA N 7 Yogyakarta. Sementara dewan juri yang lain mengunjungi center kesehatan SMA N 7 Yogyakarta yaitu kantor kesekretariatan UKS serta kamar perawatan berikut ruang dokter umum dan gigi. Tidak melupakan fasilitas unggulan SMAN 7 Yogyakarta, dewan juri pun diantar untuk mengunjungi perpustakan digital saranabelajar online, sebagai sumber informasi dengan koneksi internet di setiap PC. Kesehatan ditunjang dengan makanan yang sehat, sehingga dewan juri juga mengnjuni kantin sekolah dan mewawancarai beberapa penjual di sana. Dengan kembalinya dewan juri ke bangsal menandakan berakhirnya penilain pada hari itu. Sebelum pulang kembali ke hotel, dewan juri menyampaikan beberapa evaluasi atas kujungan tersebut, diteima oleh Kepala Sekolah SMA N 7 Yoykarta dan ditutup dengan sambutan dari Dr.Chairil Anwar . Namun kejutan tidak hanya sampai di situ, tepat sesudah dewan juri bangun dari duduk, tim PMR SMAN 7 Yogykarta melakukan simulasi PPPK dengan drama kecelakaan sepeda yang sempat membuat beberapa juri terkejut. Diakhiri dengan foro bersama dewan juri kembali ke penginapan tepat pada waktu masuk ibadah Ashar. Semoga sukses Seveners! Semoga bertemu kembali dengan dewan juri di Istana Negara.

Purnasiswa 2010 : Eksmud feat Kebaya

Hari bersejarah melengkapi kebahagiaan karena dinyatakan lulus bagi siswa-siswi SMA N 7 Yogyakarta tahun 2010 yang disebut Purnasiswa dilaksanakan tanggal 18 Juni 2010 di Bangsal Wiyata Mandala dengan tema berbeda dari tahun lalu. Kostum Purnasiswa kali ini dipadu padankan antara eksekutif dan tradisional. Bagi siswa putra menggunakan jas lengkap berdasi dan bagi siswa putri memakai kebaya tradisional .

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA N 7 Yogykarta dilanjutkan dari Ketua Komite sekolah. Dalam sambutan tersebut terjadi penyerahan kembali siswa-siswi yang telah diasuh selama 3 tahun serta penerimaan kembali dari pihak oang tua siswa. Penandatanganan brita acara menjadi penanda secara simbolik bahwa siswa-siswi yang diwisuda hari itu resmi menjadi alumni SMA N 7 Yogyakarta. Para siswa tewisuda selanjutnya mengucapkan janji Purnasiswa serta menyanyikan Mars SMA N 7 Yogyakarta bersama Paduan Suara Wibhkata Bahana Suara. Usai ucapan terima kasih dan permohonan maaf dari mantan Ketua OSIS R. Ridwn Haryo Prabowo, maka Ketua OSI masa bhakti 2009/2010 Ahmad Nur Alam pun menyampaikan ucapan terimakasih kembali dan permohonan maaf kepada segenap kakak kelas XII mewakili seluruh siswa kelas XI dan X yang ditinggalkan. Acara diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan kasa depan kelak mengingatkan memori manis di almamater tecinta SMAN 7 Yogyakarta. Selamat jalan kakak-kakak. Gapai citamu setinggi langit dan bawalah nama almamater SMA N 7 Yogyakarta bersamamu kelak. Semoga sukses!

Festival Drama Seveners 2010

Beberapa hari lalu tepat tanggal 17 Mei 2010, gong pembuka Festival Drama angkatan kelas XI SMA N 7 Yogyakarta dimulai. Kegiatan yang bertujuan untuk  memenuhi tugas akhir semester genap mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diawali dengan penampilan dari kelas XI IPA 4. Kelas yang mendapat nomor undian pertama ini menampilkan pentas drama berjudul “Jamila dan Sang Presiden” karya Ratna Sarumpaet. Acara dimulai pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB dengan tiket masuk Rp 1000 saja.

Baca selanjutnya »

PEMBENTUKAN TIM ICT SEVENERS

Alhamdulillah, TIM ICT di SMA N 7 Yogyakarta terbentuk pada hari Rabu, 5 Mei 2010 di Perpustakaan Digital SMA N 7 Yogyakarta. Acara pembentukan dimulai setelah pulang sekolah sekitar pukul 14.00 WIB. Tapi sebelum dilakukan pembentukan TIM terlebih dahulu ada pengarahan dan diskusi bersama Pak Besar Martono, S.Kom. Dalam pengarahan ini Pak Besar Martono, S. Kom menyampaikan tentang apa tujuan TIM ICT dibentuk yaitu sebagai wadah untuk mengembangkan ICT di sekolah dengan operasional di Perpustakaan Digital. Dan nantinya diharapkan agar sekolah SMAN 7 Yogyakarta sebagai pusat sumber belajar yang memang berbasiskan Teknologi Informasi Komunikasi sesuai dengan Visi Misi SMA N 7 Yogykarta.

Dalam pengarahan juga ada diskusi masalah pengembangan ICT di Sekolah yang salah satu kendalanya mengenai kesiapan sumber daya manusia baik dari siswa maupun guru yang masih sangsi menggunakan fasilitas ICT.
Perekrutan TIM ICT ini bersifat atas dasar sukarela dan mempunyai komitmen tinggi untuk mengembangkan ICT di sekolah. Secara struktural TIM ICT dibawah komando penanggung jawab Pak Drs. Bandono, MM dan pembinaan Pak Besar Martono, S.Kom.

Dalam kepengurusan terbentuk:
Ketua : Ambar Setyawan XI IPA 3
Sekretaris : R. Ratu Mahardhika Prana Ayu X4
Anggota :
1. Dani Budi Rayoga XI IPA 1
2. Yoga Warisman XI IPA 1
3. Bima Sanjaya XI IPA 2
4. Adam Abraham Wiwaha XI IPA 2
5. Ahmad Muhsin Ma’arif XI IPA 2
6. Bramantia Ariananda XI IPA 3
7. Fatekhah Abdullah Ar Rosyid XI IPA 3
8. Tendra Istanaby XI IPA 3
9. Gadis Afryandari Rozadi XI IS 2
10. Iqbal Ragha Herdani XI IS 3
11. Fatkhurrahman Firmansyah X2
12. Eka Rachmawati X3
13. Nadia Shofanisa Munada X4
14. Syabutian Fitradi X4
15. Ajrina Mizana Amalia X5
16. Faizalhaq Adla Narendra X5
17. Paramastri Raras X5
18. Ardianto Prakoso X6

Ya diharapkan dengan terbentuknya TIM ICT ini maka Visi Misi SMA N 7 Yogyakarta dapat terlaksana dengan baik. Dan bagi semua pihak kami mohon untuk mari berperan serta aktif dalam mengembangkan ICT secara optimal.

Langkah awal TIM ICT mempunyai agenda untuk mengadakan sharing/konsultasi tiap hari Rabu sepulang sekolah di Perpustakaan Digital. Untuk setiap harinya setiap istirahat sekolah anggota TIM ICT akan melakukan jaga piket untuk memberikan pelayanan kepada siswa yang membutuhkan sumber belajar secara online. TIM ICT juga mengadakan pelatihan-pelatihan ICT yang menunjang pembelajaran sekolah.

Setelah melakukan diskusi kami diberikan kesempatan untuk mencoba fasilitas komputer secara online di perpustakaan digital. Pak Besar Martono, S.Kom juga memberikan penjelasan mengenai konsep Perpustakaan Digital dan kami pun juga diajari oleh beliau bagaimana cara membuat kabel LAN secara Straight dan Cross. Kegiatan pembentukan TIM ICT berlangsung dari pulang sekolah hingga pukul 17.00 WIB.

Kelulusan tanpa Konvoi dan Corat-coret

Senin 26 April 2010 adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Seveners 010, hari itu sekalgus menjadi hari yang mendebarkan. Karena pada hari itu adalah hari diumumkannya hasil Ujian Nasional. Setelah sebulan yang lalu mereka berjuang membrantas soal ujian nasional, kini saatnya mereka melihat hasil usaha mereka.

Pagi itu, mayoritas Seveners 010 datang ke sekolah pukul 09:30 WIB. Karena menurut jadwal hasil pengumumannya akan diumumkan pada pukul 10:00 WIB. Banyak isu-isu yang tersebar di kalangan siswa, yang dimana isu-isu itu didukung oleh beberapa fakta yang tersebar di media masa. Salah satunya adalah isu bahwa yang tidak lulus di SMA 7 masing-masing kelas IPA ada 1 anak. Sudah tak terbantahkan lagi bahwa seluruh SMA di kota Yogyakarta tidak ada yang lulus 100%, termasuk SMA N 7 Yogyakarta. Ini membuat beberapa siswa khawatir dan cemas.

Namun isu-isu tersebut akhirnya terbongkar kebenarannya setelah para siswa membuka surat kepala sekolah mengenai hasil Ujian Nasional. Isu yang tersebar sebelumnya terbukti tidak benar. Di SMA N 7 terdapat 3 kelas yang lulus semua. Dan 3 kelas lainnya ada yang tidak lulus.

Hari itu tak seperti tahun sebelumnya, di halaman depan SMA N 7 tidak tampak aktifitas euphoria konfoi dan coret-coret baju seperti pada umumnya. Meskipun telah lulus, para Seveners 010 ikut merasa prihatin dengan teman mereka yang belum lulus. Sehingga bukan saatnya mereka bersenang-senang, ketika ada teman mereka yang belum bisa ikut bersenang-senang. Pada saatnya nanti akan datang masa mereka akan merayakan kelulusan mereka dengan angka 100%. Untuk sementara, kelulusan ini hanya dirayakan dengan memberi sumbangan berupa makanan dan sembako kepada mereka yang kurang mampu. Dan juga akan ada acara sepedaan bersama satu angkatan 010.

Jumat pagi kemarin tepatnya tanggal 23 April 2010 SMA N 7 Yogyakarta mendapat kehormatan menerima kunjungan Bapak Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto. Bersama rombongan “Sega Segawe” andalan, beliau kembali mengukir kenangan manis di hati Seveners hari itu. Di sela-sela kesibukan beliau memimpin kota Yogyakarta, pagi itu Bapak Herry Zudianto menyempatkan hadir ke SMA N 7 Yogyakarta untuk meninjau persiapan dan kesiapan SMA N 7 Yogyakarta menghadapi Lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional mewakili Provinsi DIY. Oleh karena itu, kunjungan Pak Wali pagi itu juga dibarengi dengan acara pengukuhan SATGAS UKS SMA N 7 Yogyakarta, sebagai motor penggerak terwujudnya sekolah yang sehat jasmani maupun rohani dan akal fikiran serta perbuatan, yang menjadi target utama Lomba Sekolah Sehat.

Baca selanjutnya »

« Previous Entries  Next Page »

Arsip Koran Seveners

Kalender

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Foto dalam Flickr